Posted on February 9, 2010 by Cahyo Rahmadi

The landscape of Sangkulirang, showing the tent of swiflet man (C. Rahmadi)
Karst Sangkulirang merupakan bentangan perbukitan karst yang mempunyai bentang alam yang eksotis dan menantang. Perbukitan dengan dinding-dinding tebing yang terjal, menambah pesona yang mengagumkan.
Perbukitan karst yang terletak di Propinsi Kalimantan timur ini mempunyai kekayakan dan keunikan yang belum banyak terungkap.
Salah satu pesona yang yang sampai saat ini belum banyak disentuh adalah keindahan dan kekayaan alam gua bawah tanah yang masih banyak tersimpan di dalam rentetan bukit karst yang serasa tidak ramah untuk dijamah.
Tampak dari udara, bukit terjal dan jurang-jurang yang dalam seakan siap menelan apa saja yang terjatuh kedalamnya. Meskipun terkadang nampak dari kejauhan, tenda-tenda yang berwarna mencolok tersebar di beberapa puncak bukit. Tenda yang digunakan oleh para penunggu sarang walet ini biasanya terletak di dekat mulut-mulut gua yang menyimpan kekayaan berupa sarang walet. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: Borneo, Caves, Fauna gua, gua, jenis baru, Kalimantan, karst, Sangkulirang | Leave a Comment »
Posted on February 8, 2010 by Cahyo Rahmadi

Pantai Pintu Kota
Pulau Ambon, merupakan salah satu pulau di gugusan kepulauan Maluku yang tak lekang oleh jaman. Dari jaman pendudukan Portugis sekitar abad 15 kemudian berganti dengan pendudukan Belanda di awal abad 16, Ambon telah menjadi pulau penting bagi perdagangan dunia dan tidak bisa dilepaskan dari sejarah besar Bangsa Indonesia. Ambon yang juga dikenal dengan Amboina, menjadi pusat segala aktivitas tidak hanya ekonomi namun juga ilmu pengetahuan di belahan Indonesia timur.
Banyak ilmuwan terkenal khususnya para naturalis telah singgah dan mengungkap kekayaan alam di daerah Maluku khususnya Ambon. Sebut saja, Alfred Russel Wallace dengan karya monumental nya yaitu Garis Wallace dan bukunya “Malay Archipelago” dan karya-karya lain yang monumental. Selain itu banyak ilmuwan lain yang sempat menjejakkan kakinya di Ambon salah satunya Odoardo Beccari (1843-1920), seorang botanist yang berasal dari Italia.
O. Beccari merupakan seorang botanist yang telah menjelajah kepulauan Indonesia seperti Sumatra, Borneo, Kepulauan Maluku dan Papua. Salah satu koleganya adalah Giacomo Doria dan Luigi D’Albertis yang banyak mengkoleksi beberapa jenis flora maupun fauna yang sangat penting bagi ilmu pengetahun. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles, The Trips | Tagged: Amblypygi, Amboina, Ambon, Beccari, Caves, charon, Gua Bapak Jappa, Gua Liang, Maluku, nyiri | Leave a Comment »
Posted on February 5, 2010 by Cahyo Rahmadi

Indonesian Scientific Karst Forum
Kembali saya tergelitik dengan pemberitaan yang ada di kompas.com tentang Proyek Bribin dan lulusan master produk luar yang dihasilkan dari proyek tersebut. Terutama di paragraph terakhir:
Menurut Iswantoro, peneliti lokal cenderung malas untuk meneliti sekaligus berpetualang di dalam goa bawah tanah. Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta juga sama sekali tidak terlibat dalam penelitian lanjutan di Bribin. “Saya melihat peneliti lokal masih malas dan ogah-ogahan. Padahal peluang terbuka,” kata Iswantoro.
Saya kurang sepakat seandainya peneliti lokal dibilang malas untuk meneliti dan sekaligus berpetualang di dalam gua bawah tanah. Apalagi dalam pernyataanya dikatakan peneliti lokal masih malas dan ogah-ogahan.
Saya justru bertanya-tanya, apakah hanya karena tidak ada lulusan dari Indonesia maupun orang Indonesia dari produk luar dari proyek tersebut kemudian bisa menarik kesimpulan “peneliti lokal malas dan ogah-ogahan”
Mungkin perlu untuk diketahui bagi pak Iswantoro kiranya kegiatan petualangan maupun kegiatan penelitian di dunia bawah tanah di Indonesia khususnya di Yogyakarta telah berlangsung cukup lama.
Kegiatan eksplorasi gua yang dilakukan oleh Arisan Caving Yogyakarta Sekber PPA DIY dan berbagai kelompok speleologi dan pecinta alam di Yogyakarta telah membuktikan eksistensi penelitian dan kegiatan petualangan di Indonesia. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: biologi gua, hidrologi, karst, Karst Forum, malas, ogah-ogahan, peneliti, petualangan gua, pneliti lokal, speleologi | 4 Comments »
Posted on February 5, 2010 by Cahyo Rahmadi

Artificial Entrance of Gua Bribin Project
Tergelitik dengan satu artikel tentang Proyek Bribin yang telah menghasilkan tujuh lulusan master di Jerman namun sangat ironis belum ada yang di Indonesia, saya menjadi tertarik untuk berbagi tentang apa yang saya geluti selama ini. Mengenai proyek Bribin, sepertinya tidak sepenuhnya benar, sejauh pengetahuan saya, ada beberapa mahasiswa pasca sarjana dari beberapa universitas di Indonesia yang terlibat dan mungkin menggunakan Gua Bribin dan proyeknya sebagai obyek penelitiannya.
Meskipun saya tidak mengetahui banyak tentang proyek Bribin yang konon sangat spektakuler ditinjau dari sisi teknologi yang diterapkan, namun saya pernah berkesempatan merasakan turun lift untuk masuk ke lorong gua dimana bendungan dibuat. Saya pun berkesempatan melihat dan mengkoleksi beberapa fauna yang ada di dalamnya untuk yang pertama dan mungkin terakhir kali karena saat ini lorong gua tersebut telah dipenuhi oleh air sampai atap gua sejauh beberapa kilometer. Sehingga memusnahkan berbagai habitat fauna gua yang ada di dalamnya. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: ancaman, biologi gua, gua, hidrologi, pabrik semen, penelitian | 3 Comments »
Posted on January 27, 2010 by Cahyo Rahmadi

Diancistrus typhlops (Ophidiiformes, Bythitidae), satu jenis ikan gua yang ditemukan di perairan payau dalam gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. (Ph. C. Rahmadi)
Di bulan September 2007, sebuah kegiatan ekspedisi gua hasil kerjasama antara peneliti Indonesia (P2 Biologi LIPI), Perancis (MNHN), Inggris (NHM), Spanyol (IMEDEA) and Australia telah dilakukan untuk mengungkap kekayaan fauna gua di gua-gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
Tiga orang peneliti udang-udangan, tiga “cave diver” dan satu arachnologist selama satu bulan mengeksplorasi gua-gua yang tersembunyi di gersangnya Pulau Muna yang hampir seluruh daratannya tersusun oleh batu karst. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: Bythitidae, Caves, Diancistrus typhlops, fauna, Muna Island, Ophidiiformes, Sulawesi | Leave a Comment »
Posted on January 27, 2010 by Cahyo Rahmadi

Kasama Geijutsu no mori Park (Kasama City, Japan)
Sudah hampir setahun dari posting terakhir di blog-ini saya hampir tidak pernah update artikel atau catatan-catan pendek tentang gua dan kehidupannya, maupun tentang perjalanan penelitian saya di beberapa daerah yang jauh.
Sejak harus mengadu nasib di negeri jepang, otak serasa beku hanya untuk sekedar menuliskan dua tiga paragraf tentang saya dan aktivitas saya di Jepang. Hari-hari di Jepang, meskipun hampir 24 jam “toshiba” saya tidak pernah yang namanya “offline”, masih saja enggan untuk mencurahkan tulisan-tulisan pendek. Entah tentang kemajuan penelitian saya yang lebih banyak tentang “taksonomi” maupun tentang perjalanan saya untuk mencari binatang kesayangana saya yang berkaki delapan. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | 2 Comments »
Posted on May 21, 2009 by Cahyo Rahmadi
In April 2008, the taxonomic paper about the false spider crabs had been published in ZOOTAXA (1739:21-40) wrote by Tohru Naruse, P.K.L. Ng and Daniel Guinot with title : “Two new genera and two new species of troglobitic false spider crabs (Crustacea: Decapoda: Brachyura: Hymenosomatidae) from Indonesia, with notes on Cancrocaeca Ng, 1991″
Two new genera and two new species of troglobitic false spider crabs
(Crustacea: Decapoda: Brachyura: Hymenosomatidae) from Indonesia,
with notes on Cancrocaeca Ng, 1991
The paper is described two new genera and two new species false spider crabs from Muna Island and Sangkulirang, East kalimantan. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: Caves, Crabs, Guaplax denticulata, Hymenosomatidae, indonesia, Muna Island, Sulaplax ensifer | 1 Comment »
Posted on May 21, 2009 by Cahyo Rahmadi

A blind cave spider from Menoreh Karst, the first cave spider known to Java Island
No one knows how high the diversity of cave fauna in Java Island. During the exploration of cave fauna diversity for more than two years, the number of species is still far from reality.
Still many faunas are burried in the caves and remains undiscovered. With the team to explore Java caves, I have succeeded to add some additional caves species from Java even though most of them still remained undescribed and belived to be a new to sciences. Read more »
-6.495924
106.851877
Filed under: Articles | Tagged: Caves, Central Java, Java, Menoreh Karst, spider, troglobite | Leave a Comment »
Posted on March 10, 2009 by Cahyo Rahmadi

Di sini lah mereka hidup ....
Kembali, Kepulauan Raja Ampat menjadi surga bagi temua-temuan jenis baru tidak hanya dari hewan-hewan di laut tapi juga hewan-hewan yang menghuni di kegelapan gua yang ada di Pulau Waigeo.
Adalah dua jenis kepiting yang tertangkap saat ekspedisi Widya Nusantara (e-Win LIPI 2007) di Pulau Waigeo, dari sebuah gua yang ada di tepi laut di salah satu desa di Waigeo.
Jenis baru tersebut dipublikasikan dalam jurnal taksonomi ZOOTAXA 2025: 21-31 (2009) yang ditulis oleh ketua tim Museum Zoology Bogor, Dr. Daisy Wowor bersama koleganya dari Raffless Museum Singapura, Prof. Dr. P.K.L. Ng.
kedua jenis tersebut ditemukan hidup bersama dalam satu gua meskipun dengan habitat yang agak berbeda. Kedua jenis ini saya koleksi bersama partner saya Sigit Wiantoro yang bersama-sama mengeksplorasi gua-gua di Waigeo pada tahun 2007.
Kepiting ini masuk dalam famili Sesarmiidae, dan anggota genus Karstarma Davie & Ng, 2007.
Jenis pertama adalah :
Karstarma ardea Wowor & Ng, 2009,
Jenis ini merupakan jenis yang berwarna orange dengan kaki yang sangat panjang dan hidup di celah batu di stalagmit di dalam gua. Gerakan mereka sangat cepat dan menyelam dalam air dengan sangat cepat pula.

Karstarma ardea from cave in Waigeo
Jenis kedua adalah:
Karstarma waigeo Wowor & Ng, 2009
Jenis ini berukuran lebih kecil dibadingkan jenis sebelumnya dan lebih banyak ditemukan hidup di daerah gua yang bersubstrat lumpur.

Karstarma waigeo from cave of Waigeo Island
Filed under: Articles | Tagged: Cave, Crabs, e-Win, Karstarma, LIPI, Sesarmiidae, Waigeo | 1 Comment »
Posted on January 30, 2009 by Cahyo Rahmadi
Baru-baru ini ada berita tentang pembubaran acara diskusi di Semarang mengenai rencana penambangan dan pendirian pabrik semen di SUkolilo Pati.
Diskusi yang dihadiri oleh beberapa orang ini dibubarkan polisi dengan alasan tidak ada ijin menyelenggarakan diskusi.
Semakin, aneh polemik Karst SUkolilo ini. Polisi datang ketempat acara diskusi dan membubarkan acara hanya karena tidak ada IJIN.
Kejadian ini mengingatkan kita pada masa-masa 65-an dan Orde Baru dimana sebuah ajang kumpul-kumpul apalagi diskusi harus selalu dengan IJIN APARAT.
Seandainya diskusi itu dalam ranah akademis dan diluar muatan politis saya kira-sah-sah saja.
Apa masyarakat Indonesia harus dibelenggu lagi kebebasan berpikir, berpendapat, berkumpul, berdiskusi dan segala macamnya kalau semua kegiatan itu tidak SESUAI dengan ARAHAN dan KEBIJAKAN PENGUASA….,
Konon, pembubaran itu dilakukan atas PERINTAH KAPOLDA dan GUBERNUH JAWA TENGAH dan sikap ini menunjukkan ketidakmauan PEMERINTAH untuk terbuka dengan sebuah PERBEDAAN.
Cara-cara lama masih begitu jelas dilakukan hanya untuk MELANGGENGKAN KEKUASAAN PENGUASA yang nota BENE sebenarnya di PILIH UNTUK MELAYANI RAKYAT…
apalagi slogan POLISI yang MELINDUNGI dan MELAYANI jelas-jelas hanya sekedar slogan namun lebih banyak pada MELINDUNGI DAN MENGAYOMI PENGUASA…
NEgara semakin aneh dan semakin jauh dari apa arti MELINDUNGI DAN MELAYANI RAKYAT ….
memang aneh ……,
Berita selengkapnya:
http://korantempo. com/korantempo/ koran/2009/ 01/30/Berita_ Utama-Jateng/ krn.20090130. 155241.id. html
Filed under: Recycle Bin | Tagged: diskusi, Gubernur, karst, Polisi, semarang, Sukolilo | Leave a Comment »