Skip to content

Fauna gua di Gua Cikaray Citeureup, Cibinong

April 30, 2007

 

The Cibinong Karst from Eco Park

Stenasellus javanicus from Cibinong

Kekayaan arthropoda gua di Jawa belum banyak yang terungkap. Beberapa jenis khas gua yang ditemukan sampai saat ini belum diketahui keberadaan populasinya. Catatan jenis baru Arthropoda gua dari Jawa yang terakhir dilaporkan oleh Holthuis (1984) yaitu udang gua Macrobrachium poeti yang ditemukan di sungai bawah tanah di Gunung Sewu.

 

Duapuluh tahun terakhir hampir tidak ada catatan jenis baru dari gua-gua di Jawa. Hal ini sangat disayangkan mengingat potensi fauna gua di Jawa sangat besar sedangkan ancaman kehancuran ekosistem kars dan gua juga membayangi masa depan kars
Indonesia. Sebagai contoh kawasan kars di
Bogor, kawasan ini mempunyai tekanan yang sangat besar. Tekanan ini berasal dari penambangan batu kapur seperti yang terjadi di Ciampea dan Citeureup. Masa depan kars di bogor semakin hari semakin buram, peran penting kars sebagai penampung air dan peran ekologis fauna yang hidup di dalamnya semakin pudar oleh kepentingan ekonomi. Kars di Citeureup semakin hari semakin habis karena aktivitas penambangan oleh dua pabrik semen yang beroperasi di kawasan tersebut. Sedangkan survai potensi fauna gua sampai saat ini belum pernah dilaporkan.

The Entrance of Gua Cikaray, Cibinong

 

Berdasarkan hasil survei Arthropoda gua pada tanggal 8 April 2004 ditemukan hasil yang cukup menarik. Di salah satu gua di Citeureup ditemukan Isopoda akuatik Famili Stenasellidae yang sampai saat ini hanya ditemukan di Thailand, Sarawak, dan Sumatra dan Borneo (Sarawak dan
Kalimantan). Penemuan ini adalah catatan baru bagi Arthropoda gua di Jawa. Di Sumatra dilaporkan ada
lima jenis yaitu Stenasellus covillae, S. strinatii, S. stockii, S. monodi dan S. foresti. Di Sumatra Arthropoda ini ditemukan di kolam-kolam kecil dengan populasi yang cukup banyak dan dapat merayap di aliran air di antara microgour. Di Citeureup, Stenasellidae ditemukan di kolam air yang sangat kecil di lorong yang sangat sempit.

Stenasellidae adalah Arthropoda kelompok udang-udangan yang berukuran sekitar 10 mm, tidak bermata dan hidup di dasar genangan air dengan substrat berlumpur. Pada waktu hidup berwarna merah namun setelah di dalam alkohol berubah menjadi putih.

Fauna lain yang ditemukan adalah kala cuka, Thelyphonus caudatus, Stygophrynus dammermani, beberapa kelompok Isopoda, Collembola, jangkrik gua dan kumbnag-kumbang gua Berdasarkan temuan ini diharapkan ada upaya nyata untuk melakukan inventarisasi lebih mendalam sebelum ekosistem kars di Bogor hancur oleh aktivitas manusia. (C. Rahmadi).

Further information:

Cahyo Rahmadi

08159948333

cahyo.rahmadi@lipi.go.id

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,612 other followers

%d bloggers like this: