Skip to content

Catatan dari kawasan karst Cibinong, Bogor

January 25, 2008

Gallery

Kekayaan arthropoda gua di Jawa belum banyak yang terungkap. Beberapa jenis khas gua yang ditemukan sampai saat ini belum diketahui keberadaan populasinya. Catatan jenis baru Arthropoda gua dari Jawa yang terakhir dilaporkan oleh Holthuis (1984) yaitu udang gua Macrobrachium poeti yang ditemukan di sungai bawah tanah di Gunung Sewu. Duapuluh tahun terakhir hampir tidak ada catatan jenis baru dari gua-gua di Jawa. Hal ini sangat disayangkan mengingat potensi fauna gua di Jawa sangat besar sedangkan ancaman kehancuran ekosistem kars dan gua juga membayangi masa depan kars Indonesia.

Sebagai contoh kawasan kars di Bogor, kawasan ini mempunyai tekanan yang sangat besar. Tekanan ini berasal dari penambangan batu kapur seperti yang terjadi di Ciampea dan Cibinong. Masa depan kars di bogor semakin hari semakin buram, peran penting kars sebagai penampung air dan peran ekologis fauna yang hidup di dalamnya semakin pudar oleh ketamakan manusia. Kars di Citeureup semakin hari semakin habis karena aktivitas penambangan oleh dua pabrik semen yang beroperasi di kawasan tersebut. Sedangkan survey potensi fauna gua sampai saat ini belum pernah ada dilaporkan.

Berdasarkan hasil survei Arthropoda gua pada tanggal 8 April 2004 ditemukan hasil yang cukup menarik. Di salah satu gua di Citeureup ditemukan Isopoda akuatik Famili Stenasellidae yang sampai saat ini hanya ditemukan di Kamboja, Thailand, Sarawak, dan Sumatra.  Penemuan ini adalah catatan baru bagi Arthropoda gua di Jawa. Di Sumatra dilaporkan ada 5 jenis. Di Sumatra Arthropoda ini ditemukan di kolam-kolam kecil dengan populasi yang cukup banyak dan dapat merayap di aliran air di antara microgour. Di Citeureup Stenasellidae ditemukan di genangan air yang sangat kecil di lorong yang sangat sempit. Stenasellidae adalah Arthropoda yang berukuran sekitar 7 mm, tidak bermata dan hidup di dasar genangan air dengan substrat lumpur. Pada waktu hidup berwarna merah namun setelah di dalam alkohol berubah menjadi putih.

Berdasarkan temuan ini diharapkan ada upaya nyata untuk melakukan inventarisasi lebih mendalam sebelum ekosistem kars di Bogor hancur oleh aktivitas manusia dan sekaligus ada langkah nyata untuk menyelamatkan karst-karst di sekitar Bogor. (C. Rahmadi).

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,612 other followers

%d bloggers like this: