Skip to content

Gua pra-sejarah di Bontopadang, Bone

March 13, 2012

Gambar lukisan tangan di dinding gua (Foto C. Rahmadi)

Kemarin, Kompas menurunkan berita tentang temuan gua pra-sejarah dengan gambar cadas di dinding guanya. Temuan ini dilaporkan ditemukan di Kecamatan Bontocanni oleh penduduk yang sedang berburu babi.

Pada tahun 2002, saya pernah ke daerah Bontocanni, tepatnya di Bontopadang. Waktu ini saya pergi bersama tim Perancis seperti Lousi Deharveng, Anne Bedos, Didier Rigal dan beberapa caver Perancis lainnnya.

Pada saat itu, kita tidak menemukan ada gambar cadas di daerah itu karena memang tidak nampak dengan jelas di beberapa gua yang kita kunjungi.

Kembali berkunjung

Pada tahun 2005, saya kembali bergabung bersama Tim LIPI dan beberapa peneliti dari Perancis seperti Louis Deharveng dan satu arkeolog yang saya lupa siapa namanya.

Kita kembali ke lokasi yang pernah kita kunjungi tahun 2002 dan mengunjungi salah satu gua yang menarik disana yaitu Gua Bakti. Bersama arkeolog, memang ada yang berbeda, apa yang tidak tampak oleh kita dengan mudah bisa teramati oleh dia ada sesuatu yang tampak di dinding gua.

Awalnya, dia menunjuk di salah satu sudut gua dimana di dinding gua terdapat gambar kepala hewan. Saya ingat betul waktu itu saya butuh waktu lama untuk menemukan “bentuk” kepala yang baru saya sadari itu kepala Anoa, binatang yang jamak ditemukan gambar-gambarnya di dinding gua di gua-gua di Maros.

Gambar kepala anoa di salah satu dinding gua di Bontopadang, Bone (Foto: C. Rahmadi)

Gambar kepala Anoa dengan sket (Foto C. Rahmadi) - Catatan: sket hanya digunakan untuk mempermudah mendapatkan gambaran, dan tidak berdasar kaidah pembuatan sket sesungguhnya)

Setelah beberapa lama, akhirnya mata saya menangkap bentuk kepala dengan dua tanduknya dengan warna kemerahan yang sudah mengelupas di beberapa tempat.

Seperti yang tampak di gambar, kepala anoa ini sudah tampak pudar dengan gambar leher yang cukup jelas dan dua tanduk yang tampak berukuran sama.

Namun tampaknya, bagian mulut sudah tidak jelas karena beberapa tempat sudah pudar.

Tidak seperti yang ditemukan di beberapa gua di Maros dengan gambar Anoa yang utuh, di gua Bone ini hanya tampak kepala dan leher dan tidak menampakkan seluruh badan.

Gambar telapak tangan

Setelah menemukan gambar kepala anoa ini, baru disadari ternyata disudut gua yang lain juga ditemukan gambar telapak tangan.

Gambar tangan ada berjumlah beberapa namun secara sekilas sedikitnya ada 6 telapak tangan kanan dengan gambar berwarna merah.

Saya tidak begitu paham apa makna gambar-gambar telapak tangan, namun sepertinya telapak tangan disini hanya tampak telapak tangan saja tidak menampakkan sebagian lengan tangan yang ditemukan di beberapa gambar cadas di Sangkulirang.

Sisa tulang dan tembikar yang banyak ditemukan di lantai gua (Foto C. Rahmadi)

Tembikar dan tulang berserakan

Setelah beberapa waktu tersita mengamati dinding di atap gua, akhirnya perhatian kita kembali ke lantai gua. Di beberapa tempat ditemukan sisa tulah geraham bawah, tulang tungkai tangan dan beberapa pecahan tembikar dengan pola-pola yang unik.

Selain tembikar, di lantai gua juga banyak ditemukan cangkang siput air tawar yang diduga sebagai bahan makanan.

Cangkang-cangkang ini sangat banyak di lantai gua.

Mulut gua (Foto C. Rahmadi)

Gua dengan mulut gua lebar

Gua ini memiliki mulut gua yang lebar, posisi mulut gua ada di lereng bukit menghadap sungai. Gua dengan letak yang cukup bagus sebagai tempat hunian masa lalu.

Jarak dari sungai sendiri sekitar 300 meter dengan memanjat di beberapa tempat sekitar 60 meter dari permukaan sungai.

Kondisi di dalam gua dengan ruangan cukup besar dengan ornamen gua yang sudah tidak banyak berkembang.

Lorong gua buntu dan tidak ditemukan lorong lanjutan yang berpotensi memiliki lorong panjang.

Lantai gua didominasi oleh tanah dan beberapa tempat berbatu.

Beberapa fauna yang ditemukan antara lain laba-laba gua (Heteropoda beroni) dan kalacemeti (Charon sp.).

Secara umum dilihat dari posisi gua, dan kondisi lorong gua, gua ini sangat potensial sebagai gua hunian masa lampau. Posisi yang dekat dengan sungai juga menjadi nilai lebih untuk tempat hunian.

Namun, apakah gua yang diberitakan di Kompas ini berdekatan dengan Gua Bakti ini atau tidak, masih perlu dikonfirmasi lagi.

Semoga, eksplorasi gua-gua di Sulawesi dan Indonesia pada umumnya dapat memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan di indonesia.

Heteropoda beroni (Foto C. Rahmadi)

Sungai di depan gua (Foto C. Rahmadi)

Pola pada tembikar yang ditemukan di gua Bontopadang (Foto C. Rahmadi)

About these ads
2 Comments leave one →
  1. June 30, 2012 3:26 am

    Infonya bagus, saya sangat tertarik, kalau boleh tau berapa jumlah gua yang memiliki lukisan atau gerabah, atau sisa-sisa masa lalu yang dikunjungi di bonto padang?

    Saya mahasiswa arkeologi universitas hasanuddin. makasih sebelumnya

    • July 17, 2012 1:15 pm

      Di daerah SUlawesi Selatan gua-gua dengan gambar prasejarah sangat banyak. dan konon masih banyak gua yang belum terdata namun sudah mendapat ancaman konkrit dar aktifitas manusisa.

      Di daerah maros, kalo ada bukit2 dengan teras2 yang berceruk potensi untuk menemukan gerabah dan sisa manusia purba masih sangat besar…

      demikian
      salam

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,610 other followers

%d bloggers like this: