Skip to content

Wonodadi – banjir di kawasan karst

March 14, 2012

Kondisi banjir di Desa Wonodadi (Sumber Foto: News Detik)

Siapa yang akan menyangka, kalau di daerah karst yang tidak banyak mengalir sungai permukaan akan mengalami banjir yang cukup parah, bahkan hampir menenggelamkan 9 rumah yang ada di sana.

Berita cukup mengagetkan ini datang dari Dusun Gunungan, Desa Wonodadi di Pracimantoro Wonogiri, Jawa Tengah.  Kecamatan Pracimantoro merupakan bagian Jawa Tengah yang terletak di deretan pegunungan sewu yang dikenal dengan Karst Gunungsewu.

Lokasi yang cukup tinggi dari muka air laut dan tidak ada sungai permukaan permaen yang mengalir di atasnya menjadikan seperti daerah yang cukup kering apalagi ketika musim kemarau.

Sungai-sungai hanya dipenuhi air ketika musim hujan dan air-air itu langsung masuk kedalam bumi melalui luweng-luweng atau gua yang banyak ditemukan di Gunungsewu seperti di Wonodadi ini.

Banjir langka

Laporan banjir dari Wonodadi ini cukup langka, karena beberapa alasan yang seperti dikemukakannya sebelumnya. Banjir di Wonodadi seperti yang dilaporkan beberapa situs berita online sedikitnya ada 9 rumah yang terendam. Salah satu rumah bahkan hanya terlihat gentingnya saja.

Banjir yang cukup aneh dan langka ini melanda Wonodadi sejak minggu (4 Maret 2012) dan hingga Rabu (7 Maret) dilaporkan masih belum surut, sementara hujan masih mengguyur dengan deras seperti yang dilaporkan oleh RHMFM.

Mengapa banjir?

Lantas mengapa hal ini bisa terjadi di daerah yang tidak pernah mengalami banjir sebelumnya? Mengingat, di kawasan yang tidak banyak mengalir sungai permukaan ini tentu saja bila terjadi banjir akan menjadi pertanyaan  apa penyebabnya.

RHMFM mengungkapkan ada beberapa kemungkinan terjadinya banjir ini seperti yang dikutip dalam beritanya berikut ini:

Penyebab banjir belum diketahui pasti. Dugaan sementara banjir tersebut disebabkan oleh dua hal.

Pertama dua luweng di wilayah dusun setempat tersumbat jerami dan sampah pertanian warga setempat saat ini sedang musim panen.

Kedua, air sungai bawah tanah meluap hingga keluar melalui luweng.

Ada dua kemungkinan penyebab banjir tersebut, meskipun penyebab pastinya masih diperlukan kajian lebih lanjut.

Penyebab pertama yakni jerami sisa panen yang masuk kedalam Luweng dan menyumbat lorong gua sehingga air meluap karena tidak menemukan jalan akibat tersumbat jeramai.

Alasan ini cukup menarik jika memang ada jerami yang masuk, seberapa besarkah lorong gua yang tersumbat dan seberapa besar volume jerami yang masuk.

Kalau memang ada penyempitan lorong gua, sehingga jerami yang masuk tidak mampu melewatinya tentu hal ini perlu diatasi ketika musim kering nanti, misalnya dengan mengambil jerami yang terperangkap.

Alasan kedua, sungai bawah tanah meluap hingga keluar luweng.

Alasan ini tentu cukup beralasan tapi harus ada penjelasan apa yang menyebabkan air meluaap, apakah ada lorong gua yang runtuh, atau ada lorong gua yang tersumbat karena adanya sedimentasi di dalam gua?

Jika ada lorong gua yang runtuh sehingga menyumbat lorong gua, mungkin hal ini bisa terjadi jika dalam waktu minimal enam bulan kebelakang terjadi gempa yang berpotensi membuat lorong gua runtuh.

Hal ini pernah terjadi di Gua Bribin, dimana ketika gempa Jogja, 2006 ada bagian lorong Gua Bribin mengalami runtuh sehingga membendung sungai dan menyebabkan proses pembangunan bendungan sempat terganggu.

Jika memang, ada gempa yang berpotensi untuk menyebabkan lorong runtuh, berarti harus ada upaya yang cukup berat untuk menghilangkan runtuhan ini. Karena, jika tidak dilakukan tindakan memindahkan runtuhan batu, tentu saja ini bisa menyumbat lorong gua secara permanen, dan banjir akan selalu datang setiap musim hujan.

Mengatasi, jerami yang menyumbat mungkin lebih mudah dibandingkan menghilankang runtuhan batu yang menyumbat sepanjang lokasi penyumbatan dengan mudah ditemukan.

Namun yang jelas, sumbatan akibat adanya lorong gua yang runtuh lebih mencemaskan dibandingkan sumbatan jerami. Sumbatan jerami akan lapuk dimakan waktu, namun sumbatan akibat lorong runtuh, jika dibiarkan berlanjut proses “ornamenisasi” atau pengeleman tiap pecahan batu bisa semakin sulit jika dibiarkan dalam waktu yang lama.

Peran penelusur gua

Untuk menjawab dan mencari penyebab pasti dari banji yang terjadi di Dusun Gunungan, Desa WOnodadi Pracimantoro ini diperlukan keterlibatan para penelusur gua yang banyak terdapat di Jogjakarta dan Solo bahkan di Wonosari.

Para penelusur gua, bisa melakukan survai ketika musim kemarau datang mencari tempat dimana penyumbatan terjadi dan disebabkan oleh apa?

Sehingga, ketika penyebab utama sumbatan ditemukan, dapat dicarikan solusi untuk mengatasi sumbatan tersebut.

Dalam hal ini, penelusur gua sangat penting perannya, mengingat mereka mempunyai kemampuan untuk menyusuri gua dengan peralatan keamanan yang memadai, sekaligus kemampuan untuk melalui lorong yang mungkin sempit dan berlumpur juga menjadi kelebihan tersendiri.

Peran penelusur gua juga bisa dilibatkan dalam mensosialisasikan pentingnya untuk “tidak membuang sampah” kedalam luweng, yang mungkin banyak ditemukan di beberapa daerah.

Luweng bukan tempat sampah, melainkan tempat sumber kehidupan dimana sumber air yang diambil banyak bersumber dari sungai bawah tanah yang mengalir di luweng-luweng yang tersebar di kawasan Gunungsewu.

Sehingga, jika ada kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah kedalam luweng, tentu penyumbatan sungai bawah tanah tidak akan terjadi.

Mengatasi banjir akibat meluapnya sungai bawah tanah lebih sulit dibandingkan sungai permukaan, karena penyebab dan dimana terjadi sumbatan tidak mudah diidentifikasi. Sehingga, peran penelusur gua (caver) dalam hal ini sangat besar untuk mengantisipasi bencana banjir yang kapan saja bisa terjadi.

Berita:

  1. Suara Merdeka
  2. DetikNews (Sumber Foto)
  3. MetroTVNews (Video)
About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,612 other followers

%d bloggers like this: