Skip to content

Karst Jawa – ancaman dan tantangannya

June 21, 2012

Kondisi terkini kawasan karst di Jawa

Kawasan karst saat ini sangat memerlukan perhatian, karena pemanfaatan yang ada sekarang tidak dimulai dengan studi kelayakan yang pas untuk karakteristik kawasan karst yang unik

Kawasan karst di Tuban Jawa Timur kondisinya sudah semakin memprihatinkan terutama ketika saat ini ada raksasa pabrik semen juga membuka pabriknya di sana. Kondisi karst mulai bopeng-bopeng karena dikeruk.

Di Padalarang, bukit-bukit karst telah hancur tak lagi berbentuk karena aktivitas penambangan yang sangat intensif disana.

Di sepanjang tol Jagorawi jika ke arah bogor di sebelah timur ada tampak pabrik salah satu perusahaan semen yang semakin mengoyak bukit kapur yang tak lagi hijau.

Di Gunungsewu, di daerah Bedoyo, bukit-bukit karst sudah ditebas dan hampir rata dengan tanah.

Di Nusakambangan, hutan sudah terkoyak dan bukit-bukit telah luluh lantak karena ditambang oleh raksasa semen.

Rencana pembukaan pabrik baru di beberapa kawasan seperti di Grobogan, Pati, Bayah Banten, Sukabumi, semakin mengkhawatirkan mengingat, kondisi kawasan karst di Indonesia belum terdokumentasi dengan baik. Ini tantangan terbesarnya.

Pemanfaatan kawasan karst adalah bukan hal yang tabu, namun mestinya dimulai dengan langkah yang tepat dengan melakukan kajian ilmiah yang komprehensif yang sampai saat ini belum banyak dilakukan.

Apa dampak dari kerusakan karst bagi kehidupan manusia?

Ahli Hidrologi karst, Dr. Tjahyo Nugroho Adji dari Fakultas Geografi UGM pernah menyampaikan dalam workshop karst di Jogja beberapa waktu lalu, penambangan telah mengambil bagian utama penyimpan air di bukit-bukit karst. Sehingga, jika penambangan kapur berlanjut, dikhawatirkan akan merusak sistem hidrologi setempat yang berpengaruh pada semua aspek baik manusia maupun makhluk hidup.

Mata air yang banyak ditemukan di beberapa kaki bukit terancam kering, sungai bawah tanah yang mengalir dalam gua juga dikhawatirkan akan berpengaruh sehingga mempengaruhi debit atau bahkan sedimentasi.

Dalam jangka pendek jelas debu-debu yang dihasilkan selama proses penambangan akan mengganggu kesehatan meskipun bebebrapa perusahaan telah melaksanakn standar keselamatan.

Kerusakan karst dalam jangka pendek maupun panjang bisa mengancam sumber-sumber air yang penting seperti di kawasan karst Kendeng Utara, makanya masyarakat setempat menolak dengan keras rencana pendirian pabrik semen disana.

Selain itu, kerusakan karst akan berakibat pada lingkungan gua karena kurangnya pasokan air sehingga menyebabkan ornamen mati dan berhenti berproses, fauna-fauna akuatik yang bergantung pda air rembesan seperti udang primitif Stenasellus bisa punah karena hilangnya habitat

Jika karst rusak, ancaman apa yang dalam jangka pendek harus dihadapi masyarakat sekitar?

Mata air yang penting mungkin akan semakin terancam keberadaannya, debit air semakin mengecil karena pasokan kedalam “kapur” semakin sedikit karena daerah tangkapan semakin kecil sehingga air lebih banyak menjadi air larian atau air permukaan.

Apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan karst dari kerusakan, baik oleh masyarakat sekitar, pemerintah daerah maupun pelaku usaha yang sudah terlanjur membuat pabrik semen di sana?

Karst umumnya dikenal sebagai daerah yang kering, namun sebenarnya tidak demikian. Beberapa kawasan karst bisa ditanami dengan pohon karena minimnya top soil inilah yang menjadi sulit untuk menghijaukan kawasan karst.

Namun, jika penduduk mau menanam dan menjaga pohon, niscaya kawasan karst akan hijau dan tentu saja ini akan membantu ketersediaan air di dalam sungai bawah tanah atau mata air yang penting bagi pendduduk.

Pemerintah daerah dalam memanfaatkan kawasan karst hendaknya tidak melulu bermotif ekonomi jangka pendek dengan membuka peluang investasi penambangan untuk pabrik semen. Perlu dicari alternatif lain seperti usaha wisata maupun optimalisasi potensi yang sudah ada dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Jika sudah terjadi penambangan, penghijauan menjadi prioritas utama, karena dg penghijauan akan mengurangi laju kerusakan yang berimbas pada sistem hidrologi setempat.

Saya termasuk orang yang bukan pro tambang atau kontra tambang, semua semestinya bisa dimanfaatka secara proporsional dan memperhatikan kaidah keseimbangan alam.

Yang terjadi sekarang, kadang studi rencana pemanfaatan kawasan karst yang kurang sesuai. Kadang fungsi hidrologi tidak dikaji secara mendalam sehingga banyak hal yan tidak menjadi bahan pertimbangan.

Hal-hal praktis jangka pendek lebih dikedepankan sehingga membuat salah kelola yang justru banyak mengganggu dan menciptakan dampak yang berat bagi masyarakat sekitar.

About these ads
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,612 other followers

%d bloggers like this: