Skip to content

“Hutan batu” Karst Maros-Pangkep perlu dilestarikan

April 30, 2007

The beatiful of stone forest

Mungkin bagaimana indahnya pemandangan hutan tropis di Indonesia sudah banyak yang tahu. Namun pasti tidak banyak yang tahu dan menyadari bahwa Indonesia juga mempunyai “hutan batu” yang sangat indah dan mungkin satu-satunya di Indonesia.

Hutan batu ini adalah salah satu bagian dari kekayaan kawasan karst Maros-Pangkep yang merupakan hasil dari proses pelarutan batu gamping atau disebut juga “residual karst”. Hutan batu ini sangat mudah ditemukan di sekitar persawahan di Kabupaten Maros dan Pangkep. Salah satu “taman alam” yang paling mudah dicapai adalah yang terdapat di Desa Salenrang Dusun Rammang-Rammang. Dari kejauhan, hutan batu ini menyerupai taman dengan berbagai macam pepohonan dari pandan sampai palem. Beberapa bentukan khas dari proses pelarutan gamping juga menimbulkan pemandangan yang sangat indah. Hutan batu ini tidak hanya ditemukan di Desa Salenrang namun juga dapat ditemukan disekitar Desa Leang-leang dan Desa Soreang.

Hutan batu dan masyarakat

Selain mempunyai pemandangan yang indah, hutan batu ini juga berfungsi sebagai sumber mata air bagi masyarakat di sekitarnya terutama pada musim kemarau. Masyarakat sekitar sangat bergantung dengan sumber air yang letaknya di tengah-tengah hutan batu dengan menyusuri lorong-lorong sempit dan berkelok-kelok. Meskipun airnya sedikit payau karena berdekatan dengan pantai, namun masyarakat biasa mempergunakan untuk mandi, cuci dan bahkan untuk keperluan minum dan memasak. Di dalam hutan batu tersebut terdapat sedikitnya lima sumber air yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar.

The man and the forest

Selain sebagai sumber air, beberapa rumah penduduk juga dibangun di sela-sela bebatuan yang menimbulkan kesan tersendiri. Sepertinya masyarakat di sana sudah tidak perlu repot untuk membuat taman seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat di kota besar. Tuhan telah memberikan taman alam yang begitu indah di sekeliling mereka tanpa mereka mengeluarkan biaya sepeserpun.

The garden of heaven

Ancaman kelestarian dan potensi

Hutan batu di Desa Salenrang masih mempunyai harapan di masa yang akan datang. Karena masyarakat sekitar masih sangat tergantung dengan sumber air yang terdapat di tengah-tengah hutan batu. Namun sebaliknya, hutan batu dengan tegakan-tegakan yang indah di Desa Leang-leang mengalami nasib yang memprihatinkan. Beberapa tegakan yang dulu indah sekarang mengalami “illegal loging” yang banyak dilakukan oleh masyarakat sekitar untuk kepentingan ekonomi sesaat. Beberapa tegakan konon dipotong untuk dijadikan bahan bangunan, pengerasan jalan dan sekaligus membuat lahan untuk kandang ayam yang saat ini masih sangat menjamur di kabupaten Maros.

Beberapa tegakan yang indah telah berubah menjadi bahan untuk pengerasan jalan atau sebagai pondasi bangunan. Kondisi ini semakin memprihatinkan ketika aparat pemerintah khususnya dari pihak desa tidak menyadari adanya asset yang luar biasa dari tegakan hutan batu tersebut.

Seandainya pemerintah setempat dari tingkat desa sampai kabupaten bahkan propinsi menyadari akan potensi yang ada di sekitar mereka, pasti tegakan hutan batu tersebut akan tetap lestari dan dapat dinikmati sebagai obyek wisata tersendiri.

Mengingat letaknya yang strategis di poros makassar-tana toraja, hutan batu ini dapat dijadikan tempat tujuan wisata yang potensial dimana beberapa agen wisata menyempatkan untuk melihat kekayaan lain dari wisata alam Sulawesi Selatan.

Oleh:

Cahyo Rahmadi dan Hari Nugroho

Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI

stone forest

water resources….. and the people are depend on this kind of FOREST

maros02.jpg

come and go, to take a water for daily life …. but the forest are threatened

maros03.jpg

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. May 4, 2015 1:01 am

    sebetulnya masih ada 1 lagi hutan batu di daerah ini, dan kurang lebih sekitar 3 kali lebih luas drpd hutan batu Rammang2, berada di desa Galaggara, kabupaten Maros, tdk terlalu jauh dari Rammang2 juga… tapi sayang sekali krn keserakahan sekelompok kecil manusia dan kebodohan pemda Maros yg tdk bisa menjaga, akhirnya kita kecolongan, hutan batu galaggara kini telah habis oleh pertambangan marmer.. kini hanya menyisakan kenangan di memori saya waktu sekolah dulu dan cuma bekas2 tambang marmer, sisa2 para manusia serakah T_T

Trackbacks

  1. Udang-udangan air tawar terbaru dari Karst Maros, Sulawesi « Indonesian Caves Life

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: