Skip to content

Deepest Sympathy to Pipit Amalia: the colleague, friend and sister

June 30, 2007

Halaman ini dipersembahkan buat PIPIT AMALIA, yang saat ini masih terbaring sakit di RS. HASAN SADIKIN Bandung.

Pipit, di awal gejala itu
Pipit, di saat gejala-gejala alergi itu muncul. Foto diambil saat di desa Lopintol teluk Manyailibit, Raja Ampat, sekitar 3 hari sebelum pulang ke Sorong tanggal 14 Juni 2007. (Foto: C. Rahmadi)

kolega, teman dan saudara satu lab di Entomologi ini, ternyata harus menempuh jalan yang paling sulit di awal karirnya sebagai seorang peneliti yang menekuni “Diptera”. Perjalanan berat dan mungkin terjauh yang pernah dia jalani ternyata harus membawa dia terbaring di rumah sakit. Dengan dugaan alergi yang sangat berlebihan terhadap obat, dia harus ikhlas menjalani hari-hari yang sulit…dan sangat berat….

Segenap doa saya dan keluarga panjatkan, semoga Allah SWT, memberikan yang terbaik buat Pipit dan selalu diberi kesabaran dan keikhlasan menerima segala ujian yang sungguh-sungguh sangat berat ini. Maaf kalau sampai saat ini belum sempat menengok dan maafkan kalau selama di Lopintol, Teluk Manyailibit, saya membuat kekhilafan……

Semoga lekas sembuh, sehat dan kembali berkumpul di “ID Room” Lab. Entomologi.. …..berbagi, berdiskusi, bercanda dan makan bersama …

Perjalanan itu:

Airport
Menunggu keberangkatan pesawat menuju Makassar-Menado-Sorong. Bandara Sukarno-Hatta, Jakarta. ki-ka : Amir, Mulyadi, Pipit, Naning, Arif. 27 Mei 2007 (Foto: C. Rahmadi)

Raja Ampat2
Perjalanan dari Sorong menuju Waisai-Warsamdin (Teluk Manyailibit). Foto di anjungan KM. RAJA AMPAT , 29 Mei 2007 (Foto: C. Rahmadi)

Kebersamaan
Makan malam bersama di Lopintol. Berdiri : Pak Alwin, Amir, Pipit dan Dayat (Foto: C. Rahmadi)

Kebersamaan
Tawa yang tak pernah henti di Lopintol (Foto: C. Rahmadi)

Dermaga
Menghabiskan malam di dermaga, membunuh waktu yang tak berujung. Bercengkrama dan bersandar… menyandarkan hati dan menyandarkan harapan ….semoga harapan itu tetap selalu ada …… (Foto: C. Rahmadi)

………………………………….

Semoga doa terus mengalir tak henti seperti air garam yang mengalir tak henti di Pintu Hidup Teluk Manyailibit… Semoga harapan tetap berlanjut dan tak pernah lelah seperti angin berhembus dari ujung cakrawala..menembus Pulau Monfaya……semoga langkah yang terlepas dari Waigeo menjadi langkah yang penuh harapan…..
Semoga kesembuhan, kesabaran, ketabahan dan keikhlasan selalu menghampiri Pipit dan Keluarga…..Semoga Allah SWT mengabulkan harapan dan doa kita semua…… 

Amin… amin …….

Semoga lekas sembuh Pit….. 

Cahyo Rahmadi dan Keluarga 

Advertisements
18 Comments leave one →
  1. Pungki permalink
    July 2, 2007 2:56 am

    Wah Mas, foto2 pipit selama di raja ampat dan pada saat keberangkatan sangat ceria ya…berbeda sekali dengan pada awal2 dia terbaring di rumah sakit…

    Namun sekarang (terakhir menjenguk Sabtu, 30 Juni 1007), Alhamdulillah, wajah Pipit yang dulu sudah kembali pulih, walaupun sekujur tubuhnya masih membutuhkan perawatan. Dan dia tampak lebih langsing:D (Akhirnya….Pipit langsing juga…hehe)

    InsyaAllah, dalam waktu yang tidak lama lagi, saya yakin Pipit akan segera pulih 100%. Semangat Pipit untuk sehat kembali sangat besar.
    Semoga doa-doa kita yang kita panjatkan bersama untuk kesehatan Pipit segera dikabulkan oleh-Nya dan menjadi support buat Pipit dan keluarga. Amiin.

    Oia, sewaktu Pipit ditanya, “Kapok tidak ekspedisi ke Papua?”. Pipit menjawab, “Tidak, tapi tidak mau lagi minum obat malaria…”
    Ini membuktikan bahwa Pipit adalah orang yang pantang menyerah…

    Hanya saja kalau masalah obat2an…harus lebih berhati2 dalam pemakaiannya…

    Cheers,

    Pungki
    “CEPAT SEHAT YA PIT !!!”

  2. July 9, 2007 3:02 am

    Jejak perjalanan Pipit yang singkat, namun sangat mengesankan…..

    (aku jadi teringat seorang Soe Hok Gie)

    salam,

    dauRIE

  3. Pramono permalink
    July 9, 2007 3:41 am

    Innalillahi wa Inna Ilaihi Roji’uun

    Apa yg baru kita lihat diatas kini tinggal kenangan, selamat Jalan Pipit, Semoga Alloh SWT. Menerima Segala Amal Ibadahmu dan Mengampuni Dosa-dosamu.

    Pramono
    NB. Buat Pak Cahyo … halam ini perlu direvisi, terutama kalimat di atas yg berbunyi sbb:

    Halaman ini dipersembahkan buat PIPIT AMALIA, yang saat ini masih terbaring sakit di RS. HASAN SADIKIN Bandung.

    Mungkin kalimat “Saat ini” lebih tepat diganti dengan kalimat “Ketika”

  4. hkhotimah permalink
    July 9, 2007 8:27 am

    secara pribadi saya tidak begitu mengenal pipit,
    baru pagi ini saya mendengar berita ini, cukup kaget, ternyata ada teman seangkatan yang mengalami hal ini.

    ingin rasanya menuliskan kata-kata untuk mengenang personanya,
    tapi tidak bisa saya lakukan.

    selamat jalan pipit,
    semoga ALLAH SWT memberikan tempat yang terbaik untuk pipit disana ..
    dan semoga ALLAH memberikan ketabahan buat yang ditinggalkan
    aaaamiiiin

  5. suherman permalink
    July 10, 2007 6:33 am

    walaupun tidak mengenal dan bukan satu angkatan tetapi semangat yang di pancarkan di wajahnya sangat terasa di jiwa saya. selamat jalan teman semoga pengabdianmu tidak sia-sia. Semoga Allah SWT menempatkan km teman ditempat terbaik disisi-Nya.Amiin

  6. MArtin permalink
    July 10, 2007 10:51 am

    Selamat Jalan PIPIT. Semoga PIPIT mendapatkan tempat yeng terbaik di sisi-NYA.

    Haru, Sedih, dan Takjub melihat perjalanan dan perjuangan hidup PIPIT.

    Semoga rasa penasaran saya dan kawan-kawan yang lain akan segera terjawab …..

  7. rima permalink
    July 11, 2007 2:19 am

    saya belum pernah bertemu dan mengenal mbak pipit secara pribadi tapi saya terharu sekali dengan perjalanan hidupnya…teman satu angkatan dan rekan yang patut dicontoh kegigihannya…..Selamat Jalan Mbak Pipit….Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagimu, dimudahkan jalanmu,diampuni dosamu,diterima amalanmu, dan semoga keluarga besarmu mengikhlaskan kepergianmu….amieen….

  8. LIPI Subang permalink
    July 11, 2007 2:28 am

    KELUARGA BESAR “BALAI BESAR PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA SUBANG” TURUT BERDUKA CITA ATAS WAFATNYA REKAN KERJA KITA PIPIT AMALIA
    SEMOGA DITERIMA DISISI ALLAH SWT, DIMUDAHKAN JALANYA, DAN KELUARGANYA DIBERIKAN KETABAHAN
    AMIIIEN….

    B2PTTG-LIPI

  9. July 11, 2007 3:22 am

    Semoga Saudari Pipit diterima disisi Tuhan YME,
    sesuai dengan amal ibadahnya

    dan

    Semoga keluarga yg ditinggalkan dapat menerima dan ikhlas.

    Dan untuk semua Peneliti mudah2an akan makin semangat menjalankan penelitiannya……sesemangat yg ditinggalkan Saudari Pipit.

    Amin…….

  10. ariots permalink
    July 11, 2007 5:13 am

    Selamat jalan kawan…. semoga Allah SWT menerima segala amaliahmu dan melapangkan jalan menuju kehadiratNya.

  11. Kadek permalink
    July 12, 2007 1:29 am

    Selamat Jalan Pipit

    Hidup yang singkat…..tetapi mulia……dan penuh arti
    Peneliti sejati yang mempertaruhkan hidupnya untuk riset

    Masih terkenang senyumnya, tawanya dan teriakannya saat Diklat Fungsional dulu, terutama saat di LIPI Pusat…..

  12. Hery Harjono permalink
    July 12, 2007 2:55 am

    Pipit,
    Saya mendengar kabarmu ketika saya berada di Samarinda. Innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun. Kepergianmu yang begitu cepat, pada usiamu yang masih sangat muda, pada saat mengemban tugas mulia…adalah jalan indah menuju KeharibaanNYA.
    Selamat jalan Pipit.

    Hery Harjono

  13. Veny permalink
    July 12, 2007 6:45 am

    Selamat jalan ya…..Pipit.
    Semoga semua amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT.
    Kenal dekat sama Pipit waktu diklat fungsional di Depok….orang yang baik, agak diam, rajin…..banyak kenangan sama Pipit….kita kan sering satu kelompok….aku masih teringat Pipit kalo setiap sore main voli sama teman2….wkt outbound kita satu team….ngerjain tugas sampai malam….Pipit emang orang yang penuh semangat.
    Buat keluarga Pipit, semoga diberikan ketabahan….mungkin Allah SWT punya rencana lain yang terbaik buat Pipit dan keluarganya.

  14. indra bayu vimono permalink
    July 12, 2007 2:16 pm

    Innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun.
    Semoga Allah menerima segala amal baik serta mengampuni dosa-dosa dan khilaf almarhum.
    Semoga ketabahan dan keikhlasan diberikan kepada keluarga, teman, dan sehabat yang ditinggalkan saudari Pipit.
    (yes, I know her. even just for a sight)

  15. July 14, 2007 6:33 am

    Innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun.
    Selamat jalan Pipit. Saya pernah melihat Pipit saat kita di bandara SH, saat di pesawat, saat transit di Manado, saat turun di bandara Sorong, saat beres-beres barang di hotel Meridien, Sorong; saat di berfoto bersama di anjungan KM Raja Ampat II menuju Warsamdin di P. Waigeo, dan mungkin saat makan di kantor distrik Warsamdin, Teluk Mayalibit. Pipit di grup yg ke Lapintol. Pipit dan teman-teman di tim E-Win 2007 LIPI adalah peneliti-peneliti yang berdedikasi tinggi. Kita tak akan pernah lupa.

  16. Toni BR permalink
    July 25, 2007 9:27 am

    Innaa lillahi wa innaa ilaihi roojiuun.
    Saya belum mengenal Sdri Pipit, tapi sebagai sesama karyawan LIPI saya mendo’akan semoga sdri Pipit ada ditempat yang terbaik di sisi Nya.
    Selamat jalan Pipit.

  17. Dwi Mandaris permalink
    August 7, 2007 2:47 am

    Selamat jalan Pipit….

    Temanku LIPI seangkatan….kau baktikan hidupmu untuk riset
    walaupun singkat tapi penuh warna, perjuangan dan sangat mengesankan…..untuk kami….

    Berbahagialah di Surga bersama Yang Maha Kuasa….

  18. -Tari- permalink
    August 16, 2007 4:45 am

    Teman seangkatanku yang telah memberikan pencerahan dan semangat untuk lebih baik dalam penelitian… Doaku, Allah selalu meridhoimu ya Pit…:-) (-Tari- InKom)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: