Skip to content

Eksplorasi Fauna Gua Maros, Sulawesi

August 22, 2007

dscn0002.jpg

Sebuah perjalanan untuk mengungkap kekayaan keanekaragaman hayati di kawasan kars Maros bukan merupakan sebuah pekerjaan mudah. Untuk mengetahui kehidupan yang berada dalam kegelapan gua selama beratus-ratus tahun bahkan mungkin berjuta tahun. Untuk menemukan apa yang kita cari haruslah melalui sebuah thapan yang sulit namun semua itu adalah awal untk mengungkap semua kekayaan yang tersimpan di dalam gua-gua Maros kars.

Beratus-ratus gua dengan panjang ratusan sampai ribuan meter menjadi habitat bagi berbagai jenis fauna yang unik, khas dan langka. Gua sebagai model tempat berlangsungnya proses evolusi merupakan tempat yang layak untuk menjadi laboratorium alam untuk mempelajari proses biologi. Perkembangan ilmu biologi gua di Indonesia masih jauh dibandingkan dengan kekayaan kawasan kars yang ada. Kawasan maros hanyalah sebagian kecil dari apa yang dimiliki Indonesia. Akankah semua itu akan diabaikan begitu saja?.

Beberapa jenis baru ditemukan di Maros, seperti penemuan Isopoda aquatik yang tercatat sebagai temuan pertama untuk jenis dari Famili Cirolanidae aquatik dari gua dan yang ketiga di kawasan Pasifik . Jenis baru ini adalah Cirolana (Anopsilana) marosina yang ditemukan hanya di dua gua yaitu Gua Saripa dan Gua Assuluang dalam jumlah populasi yang sangat kecil sehingga sangat rentan sekali terhadap kepunahan (Botasaneanu 2003). Jenis ini hanya ditemukan sekali pada bulan Agustus 2001 dari tiga kali kegiatan peneltian di Maros. Jenis-jenis seperti ini masih banyak yang belum terungkap namun keberadaannya terancam seiring dengan menurunnya kualitas lingkungan. Jenis lain pun telah bertambah selama rentang waktu dua tahun terakhir dari genus baru udang gua Marosina yang terdapat dua jenis Marosina brevirostris dan Marosina longirostris. Serta beberapa spesies kepiting dari Parathelphusa sorella sampai Sesarmoides micropthalmus. Sedangkan jenis-jenis terestrial seperti Eustra saripaensis dan Pseudosinella maros juga ditemukan di gua-gua Maros.

Harapan kelestarian berpacu dengan meningkatnya ancaman di kawasan kars maros. Beberapa usulan untuk menjadikan Maros sebagai Warisan Dunia sampai saat ini masih sebatas wacana meskipun data potensi sudah cukup banyak. Bentangan “tower karst” semakin menambah nilai lebih kawasan Maros. Sebagai kawasan milik pemerintah daerah, Maros tidak pernah lepas dari polemik antara kepentingan konservasi dan ekonomi khususnya Pendapatan Asli Daerah. Akankah kekayaan ini dibiarkan punah ditangan-tangan orang tak bertanggung jawab??. Cave softly (Cahyo Rahmadi)

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: