Skip to content

Kontribusi Fauna Gua sebagai Fauna Identitas Kabupaten Gunung Kidul

November 28, 2007

Oleh: Cahyo Rahmadi

Bidang Zoologi, Puslit Biologi LIPI

CIBINONG

 

Beberapa tahun yang lalu marak dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun propinsi untuk menentukan fauna dan flora identitas bagi daerahnya. Hal ini juga tidak luput dilakukan oleh Kabupaten Gunung Kidul dengan mengeluarkan PERDA NO. 3 TAHUN 1999 yang menentapkan Flora identitas yaitu POHON NANGKA sedangkan Fauna identitasnya adalah LEBAH MADU (Apis indica).

Penentuan ini entah berdasarkan apa namun menggelitik kami untuk mencoba mengkritisinya dan memberikan masukan yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan PEMKAB GUNUNG KIDUL.

Fauna identitas

Kurang tepat

Saat ini kami hanya akan lebih mengkritisi pada fauna identitas daripada flora identitas, meskipun keduanya menarik buat kami untuk dikritisi. PERDA No. 9 Th. 1999 sudah berumur 8 tahun dan sampai saat ini masih berlaku. Awal ketertarikan kami adalah ketika menemukan sebuah foto yang disitu tertulis Fauna identitas Gunung Kidul. Ketika melihat pertama kali kami langsung bertanya-tanya, mengapa??. Namun kami menyadari mungkin karena banyaknya peternak lebah madu di daerah Gunung Kidul menjadikan fauna ini dijadikan identitas.

Namun bagi kami alasan itu masih kurang tepat, karena:

1. Lebah Madu adalah fauna yang bisa dibudidayakan bukan fauna yang alami ada di Gunung Kidul

2. Fauna ini tersebar sangat luas di daerah Asia.

3. Untuk melihat fauna ini kita harus ke peternak lebah yang itu juga banyak terdapat di daerah lain yang juga sentra penghasil madu.

4. Fauna ini sangat umum dan tidak mencirikan kekhasan Gunung Kidul.

5. Fauna ini pertama kali bukan dideskripsi dari daerah Gunung Kidul.

Pertimbangan diatas inilah yang membuat kami menimbang diperlukan usulan baru bagi Kabupaten Gunung Kidul untuk meninjau kembali fauna didentitasnya.

Jenis fauna yang cocok

Fauna identitas hendaknya memang fauna yang dapat benar-benar mencirikan suatu daerah. Beberapa kriteria yang bisa jadi pertimbangan adalah:

1. Menjadi penciri daerah

2. Ditemukan hanya di daerah tersebut

3. Dideskripsi dari daerah tersebut

4. Berpotensi untuk menjadi isu pelestarian suatu ekosistem yang khas di daerah tersebut

5. Mudah ditemukan

6. Menarik, unik dan khas

7. Hidup di habitat yang khas dan unik

8. Keberadaannya rentan terhadap perubahan lingkungan

Sehingga berdasarkan pertimbangan tersebut kami mengusulkan untuk meninjau kembali Fauna Identitas Gunung Kidul seperti yang ditetapkan dalam PERDA No. 9 TAHUN 1999.

Sehingga, kami mengusulkan untuk mempertimbangkan satu jenis kepiting yang khas dan itu hanya ditemukan di Gunung Kidul. Jenis tersebut pertama kali dikenalkan tahun 1912 oleh Ihle (1912) berdasarkan contoh spesimen yang diambil dari salah satu gua di Gunung Kidul yaitu Gua Jomblang .

Jenis kepiting tersebut adalah SESARMOIDES JACOBSONI (IHLE, 1912) untuk informasi lebih jauh tentang jenis ini bisa dilihat di PROFIL.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: