Skip to content

PROFIL: SESARMOIDES JACOBSONI (IHLE,1912)

November 28, 2007

Kepiting jacobsoni

Oleh: Cahyo Rahmadi

Taksonomi

Kelas : Crustacea

Sub Kelas : Decapoda

Ordo : Brachyura

Famili : Sesarmidae

Genus : Sesarmoides

Jenis : Sesarmoides jacobsoni (Ihle, 1912)

Nama lokal : Kepiting jacobson

Deskripsi

Kepiting jacobson berwarna putih pucat dengan capit pada jantan pendek dan kekar sedangkan pada betina lebih kecil dan sempit. Kelompok kepiting mempunyai kaki empat pasang dengan rambut-rambut lembut yang berwarna hitam di beberap ruas kakinya. Mata kepiting jacobson relatif kecil.

Lokasi temuan pertama

Gua Jomblang, Bedoyo, Ponjong (Gunung Kidul)

Kolektor

Edward Jacobson tahun 1911

Sejarah

Jenis kepiting jacobson pertama kali ditemukan oleh Edward Jacobson pada tahun 1911. Beliau mengkoleksi dari Gua Jomblang di daerah Bedoyo. Pada tahun yang sama beliau juga sempat mengkoleksi satu jenis fauna gua yang ditemukan di gua lava di daerah Purbalingga di Gua Lawa yaitu sejenis fauna penghuni guano yang diberi nama saat itu Arixenia jacobsoni.

Kepiting jacobson beberapa tahun sempat tidak dilaporkan karena minimnya kegiatan biologi gua di daerah Gunung Sewu. Sebaran di gua-gua Gunung Sewu pun baru diketahui beberapa tahun terakhir dengan semakin intensifnya penelitian biologi gua di Gunung Sewu.

Distribusi

Kepiting jacobson hanya ditemukan di kawasan karst Gunung Kidul yang tersebar di beberapa gua terutama yang termasuk dalam Sistem Sungai Bribin. Gua-gua yang ditemukan kepiting jacobson adalah: Gua Gilap, Gua Jomblang, Gua Sodong Dadapayu, Luwang Jurang Jero, Luwang Towati, Gua Ngingrong

Status jenis

Stigobit (fauna yang sudah teradaptasi di lingkungan gua dan hanya ditemukan di gua)

Populasi

Keberadaan kepiting jacobson di gua-gua di Gunung Kidul sampai saat ini masih dalam jumlah populasi yang cukup banyak. Di beberapa gua seperti Gua Gilap kepiting ini ditemukan di lantai gua yang bersubstrat lumpur dengan genangan air yang menetes dari atap gua.

Habitat
Kepiting jacobson merupakan kepiting khas gua yang hidup di habitat yang khas. Kepiting ini hanya hidup di genangan air perkolasi atau aliran yang berasal dari rembesan di celah-rekahan. Kepiting ini juga mempunyai kemampuan merayap di dinding gua seperti yang teramati di Gua Ngingrong.
Nilai Penting

Dengan menggunakan kepiting jacobson sebagai jenis identitas diharapkan masyarakat Gunung Kidul dapat merasa memiliki kepiting tersebut sehingga menjaga keberadaan dan kelangsungan jenis ini dihabitatnya. Melindungi kepiting jacobson secara tidak langsung akan melindungi gua sebagai habitat dan melindungi keberadaan kolam-kolam air perkolasi sebagai relung utama jenis ini.

Dampak positif lainnya masyarakat mempunyai kesadaran melindungi sistem Sungai Bribin dari hulu di daerah Tambakromo dan sampai hilir di daerah Pantai Baron yang tentu saja akan berdampak kelangsungan debit air yang mengalir di Gua Bribin sebagai salah satu sumber utama air bersih di Gunung Kidul dan Wonogiri.

Selain Gunung Kidul yang identik dengan karst Gunung Sewunya tapi juga identik dengan kepiting jacobson yang khas dan endemik di Gunung Kidul.

Hal ini juga mendorong masyarakat luas untuk ingin tahu seperti apa dan bagaimana bentuk kepiting jacobson sehingga akan meningkat untuk mengunjungi gua sebagai habitat kepiting ini.

Strategi Perlindungan

Sebagai dampak seaandainya kepiting jacobson dijadikan sebagai fauna identitas Gunung Kidul adalah meningkatnya rasa ingin tahu dan keinginan untuk memelihara sehingga berdampak pada pengambilan kepiting dari habitatnya.

Untuk mengantisipasi dampak ini hendaknya dapat dibuat aturan dalam PERDA yang sama tentang status jenis ini sebagai jenis yang dilindungi dalam tingkat daerah sehingga masyarakat tidak diperbolehkan mengambil, merusak habitat, mengganggu, membunuh dan memperjualbelikan.

Sekaligus menetapkan satu gua menjadi gua yang dapat digunakan masyarakat luas dengan kunjungan terbatas untuk melihat kepiting jacobson di habitatnya.

Sekaligus dalam Perda yang sama juga diatur strategi perlindungan kepiting jacobson serta himbaun kepada masyarakat untuk masing-masing menjaga kelestarian Karst Gunung Sewu.

Catatan

Kelompok kepiting gua dari marga Sesarmoides merupakan kepiting yang sebenarnya hidup di daerah bakau dan gua-gua di pantai. Sampai saat ini jumlah jenis anggota Sesarmoides sebanyak 14 yang tersebar di Indo-Pasifik. Beberapa

Beberapa jenis yang dikenal dari gua-gua di Indonesia adalah Sesarmoides cerberus (Ambon), Sesarmoides emdi (Nusa Penida), Sesarmoides microphthalmus (Maros, Sulsel) dan beberapa jenis yang belum dideksripsi seperti yang ditemukan di gua-gua di Waigeo (Papua).

Kebanyakan jenis-jenis Sesarmoides dari gua ditemukan di gua yang dekat dengan laut, namun temuan Sesarmoides jacobsoni di Gunung Sewu merupakan satu hal yang sangat menarik dimana kepiting ini ditemukan jauh dari laut. Temuan yang paling jauh dan paling tinggi ditemukan di Gua Gilap di Kenteng, Ponjong dengan ketinggian yang mencapai lebih 300 m dpl dan jarak dari laut yang mencapai lebih dari 30 km.
Selain jenis kepiting jacobson, Gunung Kidul juga mempunyai jenis-jenis khas gua yang diambil dari gua-gua di Gunung Kidul. Beberapa jenis tersebut adalah:

  1. Udang gua (Macrobrachium poeti Holthuis, 1984) yang ditemukan pertama kali dari Gua Tong Pocot, Luweng Jurang Jero dan Gua Sodong Mudal). Jenis ini dikoleksi pertama kali selam proyek Mac Donald and Partners tahun 1982-1984.
  2. Isopoda gua (Tenebrioscia antennuata Schultz, 1985) yang merupakan marga baru yang pertama kali ditemukan di Kali Bribin (Gua Bribin). Jenis ini mempunyai panjang sekitar 2,5 mm berwarna putih dan tidak bermata.
  3. Isopoda gua (Javanoscia elongata Schultz, 1985) yang merupakan salah satu marga baru dari Karst Gunung Sewu yang ditemukan pertama kali di Gua Semuluh. Jenis ini mempunyai panjang 2,8 mm, berwarna putih dan tidak bermata.
  4. Ikan gua (Puntius microps) yang ditemukan di salah satu gua di Gunung Sewu (tidak ada lokasi yang pasti) dan sampai saat ini status taksonomi masih perlu dikaji lebih lanjut mengingat saat ini disamakan dengan jenis Puntius binotatus. Jenis ini merupakan salah jenis yang dikategorikan terancam berdasarkan IUCN 1990.

Harapan ke depan

Dengan menetapkan kepiting jacobson sebagai fauna identitas baru Gunung kidul diharapakan ada perkembangan positifif dalam pengelolaan Gunung Sewu baik ditingkat birokrasi maupun masyarakat. Sehingga kesadaran untuk melestarikan Karst Gunung sewu dan gua-guanya akan meningkat yang berarti melindungi fauna identitas Gunung Kidul.

Melindungi fauna identitas suatu daerah akan sekaligus melindungi habitat fauna tersebut. Mungkin hal ini perlu dicontoh dari fauna identitas Amerika Serikat yang populasinya meningkat tajam karena kesadaran masyarakat dan pemerintahanya kan perlunya perlindungan terhadap fauna identitas.

Pustaka

Holthuis, L. B. 1984. Freshwater prawns (Crustacea: Decapoda: Natantia) from subterranean waters of the Gunung Sewu area, Central Java, Indonesia. Zool. Mededel. 40(9): pp. 141-148

Ihle, J.E.W. 1912. Ueber eine kleine Brachyuren-Sammlung aus unterirdischen Flussen von Java. Notes Leyden Mus. 34: 177-183

Rahmadi dkk. 2006. Laporan Perjalanan: Gunung Sewu 2006. Pusat Penelitian Biologi LIPI (tidak dipublikasi)

Suhardjono, Y.R. , J. Subagja, C.. Rahmadi, and L. Deharveng, 2001. The cave fauna of Java, Indonesia. Makalah dalam International Symposium of Biospeleology, Sao Paulo, Brazil, 8-15 Juli, 2001.

Suhardjono, YR, 1997. Collembola gua Indonesia. Makalah Seminar Hidrologi dan pengelolaan Kawasan Karst, Yogyakarta 25 Oktober 1997.

Schultz, George A. , ‘Three terrestrial isopod crustaceans from Java, Indonesia (Oniscoidea: Philosciidae)’, Journal of Natural History, 19:2, 215 – 223

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: