Skip to content

Completing of the Total Enlightenment and Taxonomic Nirvana

February 13, 2008
character diagnostic

Chelicera Amblypygi (C. Rahmadi)

Sebagai seorang kandidat taksonom, tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kita dapat mencapai apa yang kita inginkan menjadi seorang taksonom sejati.

Ada artikel menarik yang bisa menjadi bahan kita untuk refleksi diri dan sekaligus menjadi salah satu “driving force” dalam rangka kita menjadi orang yang berdedikasi dalam dunia taksonomi.

Judul artikel tersebut adalah: Helping Solve the “Other” Taxonomic Impediment: Completing the Eight Steps to Total Enlightenment and Taxonomic Nirvana ditulis Neal L. Evenhuis (2007) terbit di Zootaxa 1407:3-12. Di artikel itu terdapat 8 langkah untuk mendapatkan pencerahan dan menuju surganya taksonomi.

langkah-langkah tersebut meliputi:

  1. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati alam
  2. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati meng koleksi spesimen
  3. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati proses memilah spesimen
  4. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati penemuan
  5. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati menelusuri artikel-artikel taksonomi
  6. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati mendeskripsi suatu jenis baru
  7. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati memasukkan manuskrip untuk di publikasi
  8. Perwujudan dan pencapaian dalam menikmati mengajari atau mendidik orang lain

Saya akan mengulas satu persatu tahapan tersebut dengan perspektif saya sendiri sebagai “rookie” di dunia taksonomi.

1. Menikmati alam. Ini adalah pondasi untuk menjadi seorang taksonom, dimana pertama kali yang harus menjadi modal dasar adalah menyenangi dan menikmati alam. Kalau tahap ini tidak ada pada diri seseorang, lebih baik pilih menjadi jaksa, hakim, akuntan, ekonom, programmer, webmaster atau tukang besi saja.

Tapi kalau sudah menikmati alam, mulailah dengan pergi ke suatu daerah tertentu. Seandainya sudah menikmati alam dengan mengunjungi berbagai lokasi mulailah untuk mempelajari apa yang hidup dan ditemukan di situ, dari hewan yang aneh sampai tumbuhan berbunga yang cantik.

2. Menikmati koleksi spesimen. Pada tahapan ini jiwa seorang ‘eksplorer’ sudah harus mulai menjadi bagian dari diri kita, kemudian mulailah menjadi pemburu untuk mengkoleksi sesuatu yang menarik dan mengumpulkannya. Kalau kita sukses di tahap ini kita akan menjadi seorang pelukis ilmiah dan molekuler biologis.

Untuk sukses ditahap ini kita harus memulai dengan mengumpulkan spesimen dengan koleksi langsung, pasang perangkap dari pitfall trap sampai malaise trap.

3. Menikmati memilah spesimen. Setelah di tahap sebelumnya kita mengumpulkan spesimen dengan berbagai perangkap, kita mulai dengan tahap lebih lanjut yaitu mulai menikmati memilah-milah spesimen yang kita kumpulkan. Memilah ini fase yang sangat ‘time consuming dan laborious’ untuk grup-grup kecil seperti arthropoda tanah hasil perangkap sumuran atau hasil malaise trap untuk serangga terbang. Bagi orang yang bekerja dengan planton, tahap ini menjadi tahap yang paling membosankan dan menyita banyak waktu.

Namun, beberapa yang sudah sangat sibuk, tahapan ini biasanya dikerjakan oleh teknisi atau orang yang membantu memilah spesimen. Jika kita sukses ditahap ini, kita bisa menikmati sesuatu yang time consuming dan a lot of effort, kita bisa memulai berpijak ke dunia taksonomi yang sesungguhnya.

4. menikmati penemuan jenis-jenis baru, jenis langkah, atau catatan baru. Tahap ini sangat menarik karena dapat memacu adrenalin kita dan menambah ‘energi’ kita unutk berakselerasi menjadi seorang taksonom sejati. Seandainya kita tahu persis dengan kelompok yang kita pelajari, kita akan sangat tertantang jika menemukan sesuatu yang belum diketahui dan ‘baru’ buat kita.

Tahapan ini harus dibekali dengan pengetahuan semua jenis yang telah dideskripsi di suatu lokasi, dan kita tahu persis karakter satu jenis dengan jenis yang lain. Penemuan jenis baru, catatan baru, jenis langka merupakan suatu hal yang dapat menjadi”candu” buat kita untuk menjadi taksonomist.

5. menikmati menelusuri jurnal-jurnal ilmiah. Di tahap ini, setelah kita tahu ada sesuatu yang baru, kita perlu mencocokan dengan apa yang ada di pustaka. Kita bisa bergelut diperpustakaan mencari jurnal-jurnal baru atau bahkan jurnal-jurnal yang lusuh yang sudah berumur ratusan tahun dan telah berwarna coklat dan berdebu.

Bagaimanapun seorang taksonomist harus selalu mencari deskripsi asli suatu jenis, bagaimana suatu famili itu ditemukan, suatu jenis dibedakan satu dengan yang lain dan bagaimana suatu genus ditentukan menjadi genus baru.

Seorang TAKSONOMIST harus akrab dengan literatur2 tua yang itu mungkin masih asing buat orang-orang non-taksonomi. Mereka selalu mempertanyakan, ngapaian mengacu tulisan tahun 1819 atau lebih tua lagi jamanya Carl Linnaeus. Namun, seandainya sejak awal di tahap empat kita sudah mulai mempunyai semua atikel yang dibutuhkan, tahap ini bisa dilewati.

tarsus amblypygi

Salah satu contoh morfologi tarsus amblypygi, di foto dengan SEM. Bentukan maupun jumlah segmen dapat menjadi karakter kunci suatu jenis

6. menikmati mendeskripsi jenis baru dan menggambar taksonomi. Tahap ini adalah tahapan dimana kita selalu duduk di lab dengan bantuan mikroskop, drawing tube atau kamera digita. tahap ini kita lebih banyak mendeskripsi dari ujung kaki sampai ujung ekor secara detail bagian per bagian.

Juga dilakukan pengukuran panjang tiap segment kaki atua badan kemudian menggambar tiap bagian-bagian penting yang menjadi KARAKTER KUNCI jenis baru kita untuk membedakan dengan jenis yang ada sebelumnya. Menggambar taksonomi bukan suatu pekerjaan mudah, melainkan sebuah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian dan keakuratan yang tinggi, tidak perlu seni namun cukup untuk mencirikan apa yang kita deskripsikan. Namun di era teknologi digital saat ini, menggambar taksonomi menjadi hal yang jarang dilakukan karena dengan kamera digital kita sudah bisa menonjolakn apa yang menjadi CHARARCTER DIAGNOSTIC suatu takson.

Menyelesaikan tahapan ini, kita sudah mempunyaio deksripsi lengkap jenis baru kita dengan ilustrasi taksonomi yang melengkapi deskripsi. Kita sudah menjadi taksonomist … namun ……………tahap berikut merupakan ‘critical point’ untuk didaulat secara legal ilmiah menjadi TAKSONOMIST

pedipalpal tibia

Jumlah denticle, maupun jumlah seta bisa menjadi karakter penting suatu jenis.

7. menikmati men-submit naskah ke jurnal ilmiah untuk publikasi. Tahapan ini adalah tahapan validasi oleh ahli lainnya melalui proses review pada naskah kita. Naskah kita akan di review oleh ahli-ahli lain dari seluruh dunia sehingga apa yang kita temukan merupakan sesuatu yang baru dan VALID.

Setelah proses ini dilampaui, munculah tulisan di jurnal dan nama kita menjadi monumen yang akan selalu dikenang oleh dunia ilmu pengetahuan. Sedangkan jenis yang kita temukan akan selalu diikuti nama kita sampai dunia ini berhenti berputar… sebagai contoh : Stygophrynus sunda Rahmadi & Harvey, 2008 atau kalau dalam artikel ilmiahnya sering ditulis sp.nov, new species, n.sp., atau species novum.

Inilah fase dimana Wisuda sebagai seorang taksonomis benar-benar terjadi.

8. menikmati mengajari orang lain. Tulisan yang sudah diterbitkan dan kemudian dibaca orang, itu sudah merupakan fase untuk mendidik orang lain. Namun ada banyak cara lain yang bisa lebih bermanfaat dan lebih mengena untuk mendidik orang suatu ilmu TAKSONOMI.

Metode ini bisa melalui mengajar, ceramah, diskusi hadir di seminar menjadi pembicara atau bahkan membangun PERSONAL WEBSITE sudah menjadi bagian dari tahap ini. Jangan sampai apa yang telah kita publikasikan dengan memeras keringat, menguran tenaga, merogoh kantong dalam-dalam, namun akhirnya hanya numpuk di lemari-lemari kumpulan REPRINTS.

Sebarkanlah ilmu dengan segala cara dan upaya….. sebab apapun yang telah kita hasilkan tidak ada artinya kalau tidak pernah dibaca orang dan tidak bermanfaat buat orang lain ….

finally you have arrived in completing the enlightenmen and taxonomic nirvana ….

hidup taksonomi Indonesia dan berkibarlah taksonom indonesia di kancah dunia, duduklah sejajar dengan taksonom manca negara … agar Indonesia benar-benar menjadi negara MEGABIODIVERSITY yang lahir dari tangan-tangan putra-putri negeri sendiri …..

SEMANGAT!!!!!!!!

Cahyo Rahmadi – experiencing scientific multiorgasm-

dedicated to : Pipit Amalia (almh) who gave this valuable article for this short note.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: