Skip to content

Gua: apa sih menariknya buat biolog??

November 20, 2008

Cheliferidae, found in Gua PetrukTulisan ini sebenarnya adalah tanggapan terhadap pertanyaan apa sih menariknya gua bagi biologiwan. PErtanyaan yang muncul di milist INDOCAVER yang dilontarkan oleh Asmi.

Berikut petikannya:

saya coba menjelaskan cuma kata orang Jepang “kotoba ni dekinai ……” kira-kira artinya sulit diungkapkan dengan kata-kata… .,

cuma kadang juga agak sulit dijelaskan dengan bahasa tulis bagaimana peran biologi, manfaat dan apa menariknya dunia biologi gua bagi ilmu pengetahuan dan bagimana “manfaat” bagi masyarakat (note: kadang .. manfaat bagi masyarakat yang selalu dipertanyakan oleh orang-orang dan selalu dituntut untuk berkontribusi bagi masyarakat yang kadang itu sangat sulit bagi orang yang bergelut di dunia BASIC SCIENCE… karena aplikasi temuan kadang susah untuk dimanfaatkan untuk masyarakat or atleast stakeholder atau “shareholder” ….

Pertama saya coba pisah-pisah dulu supaya tidak campur aduk dan nanti malah saya sendiri bingung atau mungkin orang laing bingung ….

1. Apa sih menariknya biologi gua
 Bagi orang yang tertarik dengan biologi, gua merupakan salah satu tipe ekosistem yang menarik dimuka bumi ini. Mungkin sudah diungkapkan oleh mas iyek bagimana lingkungan gua itu dan apa yang menarik disana.

Gua merupakan salah satu ekosistem yang ekstrem di muka bumi ini karena lingkungan gua merupakan lingkungan yang gelap sepanjang masa, mempunyai energi yang terbatas karena tidak adanya sinara matahari so tidak ada tumbuhan hijau di dalam gua.

sebagai koreksi : tidak akan ada HERBARIUM dari dalam gua kecuali dari dasar SINKHOLE seperti Jomblang, Luweng Ombo dan luweng-luweng lain. Karena HERBARIUM adalah spesimen awetan hasil koleksi dari tumbuhan yang itu biasanya disimpan dalam bentuk kering seperti daun, batang, bunga atau bahkan tipe akar.

Kembali ke lingkungan gua: Gua mempunyai kondisi lingkungann yang lembab atau bahkan basah sepanjang tahun dan kondisi lingkungan nya relatif stabil sepanjang tahun.

Nah dari sini, ditinjau dari sisi biologi tentu menarik untuk mengetahui apa saja yang hidup di dalam gua yang notabene gelap sepanjang masa, minim makanan dan lembab.

Berdasarkan tingkat adaptasinya kelompok fauna yang hidup di dalam gua dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu trogloxene, troglophile dan troglobite dan pastinya ada juga istilah-istilah stygoxene, stygophile dan stygobites yang banyak diacu untuk fauna akuatik alias yang hidup di dalam air di dalam gua …., semongga gak mumet kadang saya tidak bisa mengungkapkan dengan bahasa yang mudah dipahami .. maklum wong bodho,

Trogloxen/stygoxene adalah kelompok fauna yang banyak keluar masuk di dalam gua dan hanya menghabiskan sebagian siklus hidupnya di dalam gua entah untuk beistirahat bahkan tidur, sebagai contoh kelompok ini adalah kelelawar yang tiap sore keluar dari dalam gua dan pagi harinya masuk lagi ke dalam gua untuk berisitirahat. kelompok ini masih sangat tergarntung dengan lingkungan luar gua terutama untuk mencari pakan.

Troglophile/ stygophile adalah kelompok fauna yang hampir seluruh siklus hidupnya berlangsung di dalam gua dan semua nya berlangsung di dalam gua dari mencari pakan, sampai bereproduksi. Namun kelompok ini dapat juga ditemukan di luar gua karena biasanya mempunyai kesamaan tipe tempat hidup sperti di tempat gelap di bawah batu, atau kayu atau tempat yang masih memnungkinkan untuk mereka hidup. Jenis ini banyak ditemukan di gua sperti kecoak, laba-laba bahkan jangkrik.

Troglobite/stygobit e adalah kelompok yang paling menarik dan perlu mendapatkan perhatian khusus karena hampir seluruh siklus hidupnya telah teradaptasi dnegan lingkungan gua dan telah mengalami proses adaptasi dan mungkin “evolusi” sehingga mempunyai karakter morfologi yang sangat khas untuk hidup di dalam gua. Nah, kelompok ini sangat penting bagi isu biologi gua di manapun juga.

Ciri-ciri kelompok ini biasanya mempunyai:
1. mata yang mengecil atau buta bahkan tidak ada matanya sama sekali karena fungsi mata tidak digunakan di dalam gua
2. antena atau organ pergerakan yang sangat panjang dibandingkan dengan hewan-hewan lain di luar permukaan bumi karena sebagai satu bentuk adaptasi yang lebih banyak mengedapnkan sensor fisik maupun kimia
3. biasanya warnanya putih atau pucat karena hilangnya pigmen tubuh namun tidak selalu yang berwarna putih itu adalah troglobite atau sebaliknya …

jadi itu yang menjadi dasar mengapa biologi gua itu begitu menarik.
Sisi lain masih ada banyak hal yang bisa didalami seperti fungsi fisiologis bagaimana mereka hidup di dalm gua, bagaimana irama biologinya dan bagaimana mereka bereproduksi yang nota bene gelep total lantas bagimana mereka menemukan pasangangan .. itu dalah topik-topik yang menarik untuk didalami …

Namun saat ini di Indonesia masih sebatas mengungkapkan kekayaan keanekargaman hayati nya saja dan belum menginjak pda bagimana fisiologi makhluk hdiup di dalam gua.

2. Untuk apa meneliti biologi gua
Pertanyaan ini yang terkadang dan bahkan buat saya sangat sulit untuk dijawab kalau tuntutnanya adalah manfaat bagi masyarakat lantas apa yang bisa dikembangkan dari situ.

Untuk menjawab peran dari biologi gua saya kira perlu di lihat dulu sejauh mana tingkat pengetahuan kita akan kekayaan hayati gua di Indonesia, sejauh mana sudah diungkapkan dan seberapa besar potensi yang ada di dalmnya ditinjau dari sisi “Ilmu pengetahuan” bukan fungsi “ekonomi” secara langsung.

Sebagai dasar berpikir adalah biologi gua di Indonesia masih belum berkembang, mostly adalah orang luar yang mengungkap itu dan peran peneliti Indonesia masih pada tahap yang sangat ‘bau kencur’ meskipun pengetahuan biologi gua Indonesia sudah berkembang sejak tahun 1900 dan berlanjut sampai 1982 dan mulai berkembang lagi sejak 1999-an …

Yang menjadi tugas utama saat ini adalah mengungkapkan seberapa kaya sih potensi BIOLOGI gua Indonesia ditinjau dari kekayaan spesies baik troglobit maupun non troglobit, nah kalau sudah banyak hal kita ketahui mungkin perlu juga kita ketahui sejauh mana sih populasi spseies tersebut di dalm gua agar kedepan bisa diantisipasi pemanfaatan supaya tidak overcollecting dan bisa memusnhakan seluruh populasi yang mungkin hanya stu-stunya dimuka bumi ini.

Nah, peran sentral yang bisa dimainkan adalah memberi nilai lain kekayaan dan potensi karst dan gua Indonesia di luar fisik sperti geologi, hidrologi dll, namun bisa memberi nilai tambah dengan potensi biologinya agar bisa digunakan sebagai tambahan nilai untuk pengelolaan suatu kawasan karst atau gua.

Contoh: Kelelawar merupakan isu yang bisa diangkat selain walet yang bisa memberikan keuntungan ekonomi secara langsung. Buat saya walet tidak begitu sulit untuk dijadikan isu pelestarian karena keuntungan “MATERI” yang dihasilkan walet. Namun jika suatu kawasan tidak dihuni oleh Walet otomatis harus cari isu lain seperti kelelawar yang terkadang populasinya sangat banyak dan jumlahnya bisa jutaan sperti yang ada di GUA LALAY di Pelabuhan Ratu yang pada saat sore hari keluarjutaan kelelawar yang dapat menjadi daya tarik wisata.

Nah koloni kelelawar ini banyak bermanfaat untuk mengendalikan populasi serangga dan membantu menyebarkan biji maupun menyerbukan bunga terutama buah yang bernilai ekonomis atau tumbuhan bakau yang membantu mengendalikan abrasi dan mencegah tsunami.

Peran biologi disini sangat penting juga untuk isu KONSERVASI dimana jika suatu kawasan mempunyai jeni-jenis yang unik dan khas hendaknya bisa dilindungi sedangkan gua yang mempunyai koloni kelelawar sangat besar hendaknya tidak dihancurkan atau dirusak untuk kepentingan ekonomi sesaat.

Namun terkadang, mengangkat isu ini untuk pelestarian dan memberi pengertian bagi masyarakat maupun pememrintah terkadang sangat suli karena manfaat yang ada tidak bisa langsung dirasakan.

Namun setidaknya itulah gambaran sekilas bagaimana biologi berperan dalam KONSERVASI KARST DAN GUA.

mungkin untuk lebih jauh bisa jalan-jalan ke:
http://www.cavernicoles. wordpress. com atau http://www.cavefauna. wordpress. com

semoga bisa bermanfaat dan maaf kalau terlalu panjang,

kalo ada yang kurang pas mohon dibenarkan kalo ada yang kurang cocok silakan memberikan sanggahan atau argumen…

demikian terima kasih

salam
aock

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: