Skip to content

Karst dan konflik pemanfaatan

December 6, 2008

The beatiful of stone forest

Beberapa bulan ini lagi marak perdebatan antara yang pro dan kontra tentang rencana penambangan gamping di kawasan Karst Sukolilo. Banyak pihak yang menkhawatirkan terganggunya keseimbangan ekosistem seperti penurunan kuantitas dan kualitas air dan sekaligus gangguan terhadap lingkungan akibat aktivitas penambangan. Sementara pihak yang pro beranggapan kalau rencana pembangunan pabrik semen akan mendongkrak angka ketersediaan semen di pasaran dalam negeri yang diperkirakan mendekati defisit. Selain itu, pembangunan pabrik juga akan membuka ribuan lapangan pekerjaan baik langsung maupun tidak langsung yang otomatis akan mendongkrak laju perkembangan ekonomi di masyarakat Pati khususnya SUkolilo. Selain itu, Pendapatan Asli daerah Kabupaten Pati juga akn merangkak naik baik dari pabrik semen maupun sektor lain yang mengikutinya.

Namun bagaimanapun, pemanfaatan sebuah SDA harus benar-benar dilakukan dengan bijak dan dianalisis secara mendalam dan tidak terburu-buru hanya untuk memenuhi tenggat waktu ataupun hanya sekedar memenuhi kebutuhan pasar yang mendesak.

Aktivitas penambangan adalah salah satu penyumbang terbesar limbah B3 di negeri ini seperti yang di rilis oleh KLH dalam buku laporan SLHI 2007. Sehingga wajar jika pembukaan penambangan dikhawatirkan akan mengganggu lingkungan bahkan merusak lingkungan sekitarnya. Selain itu keengganan untuk mereklamasi kawasan bekas tambang sesuai dengan amanat AmDAL nampaknya masih banyak terjadi dan dokumen RKL/RPL hanya sekedar menjadi sebuah wacana dan pelengkap dokumen untuk perijinan.

Pemanfaatan kawasan karst memang sampai saat ini belum bisa memuaskan berbagai pihak baik pelaku bisnis, pelestari lingkungan maupun kalangan akademisi dan peneliti. Payung hukumn yang ada pun belum mampu untuk menyelesaikan konflik pemanfaatan dan terkadang aturan dalam produk hukum sperti Kepmen 1456 yang mengatur pengelolaan karst di terobos. Saat ini, payung hukum yang lebih tinggi mengenai tata ruang yang meyebutkan karst sebagai kawasan lindung menjadi polemik tersendiri.

Satu sisi kebutuhan pasar akan semen terus meningkat sisi lain kawasan karst merupakan salah satu ekosistem yang sangat rapuh dan mempunyai karakteristik ekosistem yang unik. Konflik kepentingan ini mestinya bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk bisa bersama-sama duduk dalam satu wacana  bersama bagaimana “memanfaatkan karst dengan bijak namun tidak meninggalkan aspek nilai penting yang juga dapat melindungi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus juga melindungi keunikan yang ada di dalamnya baik fisik maupun biotik”. 

Kalangan akademisi  dan ilmuwan juga harus mampu mencarikan jalan keluar bagaimana kriteria kawasan karst yang layak untuk dimanfaatkan sebagai kawasan tambang dan mana kawasan yang harus dilestarikan. Namun, semua itu membutuhkan kesungguhan yang sangat besar baik materi maupun non materi. Studi kelayakan yang komprehensif dan multi disiplin adalah salah satu jalan yang harus dijalani agar apa yang dihasilkan dapat memuaskan berbagai pihak.

Kalangan pelaku bisnis juga selayaknya dapat memahami bagaimana sebenarnya kawasan karst dan apa yang hidup di dalamnya dan bagaimana perannya di alam sudah selayaknya menjadi sebuah wacana baru dalam bisnis. Sehingga prinsip-prinsip keseimbangan ekosistem menjadi dasar pijakan pelaku bisnis meskipun terkadang kendala “tidak ekonomis” menjadi batu sandungan.

Namun, polemik Karst Sukolilo hendaknya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk bisa melihat permasalahan dengan jernih dan tidak hanya mengedapankan ego sepihak namun juga bisa mencari jalan tengah bagaimana memanfaatkan karst secara bijak yang dapat mensejahterakan masyarakat di dalamnya sekaligus melindungi apa yang ada di dalmnya.

oleh:

Cahyo Rahmadi

 

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: