Skip to content

Peneliti Lokal tidak malas dan ogah-ogahan

February 5, 2010

Indonesian Scientific Karst Forum

Kembali saya tergelitik dengan pemberitaan yang ada di kompas.com tentang Proyek Bribin dan lulusan master produk luar yang dihasilkan dari proyek tersebut. Terutama di paragraph terakhir:

Menurut Iswantoro, peneliti lokal cenderung malas untuk meneliti sekaligus berpetualang di dalam goa bawah tanah. Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir BATAN Yogyakarta juga sama sekali tidak terlibat dalam penelitian lanjutan di Bribin. “Saya melihat peneliti lokal masih malas dan ogah-ogahan. Padahal peluang terbuka,” kata Iswantoro.

Saya kurang sepakat seandainya peneliti lokal dibilang malas untuk meneliti dan sekaligus berpetualang di dalam gua bawah tanah. Apalagi dalam pernyataanya dikatakan peneliti lokal masih malas dan ogah-ogahan.

Saya justru bertanya-tanya, apakah hanya karena tidak ada lulusan dari Indonesia maupun orang Indonesia dari produk luar dari proyek tersebut kemudian bisa menarik kesimpulan “peneliti lokal malas dan ogah-ogahan”

Mungkin perlu untuk diketahui bagi pak Iswantoro kiranya kegiatan petualangan maupun kegiatan penelitian di dunia bawah tanah di Indonesia khususnya di Yogyakarta telah berlangsung cukup lama.

Kegiatan eksplorasi gua yang dilakukan oleh Arisan Caving Yogyakarta Sekber PPA DIY dan berbagai kelompok speleologi dan pecinta alam di Yogyakarta telah membuktikan eksistensi penelitian dan kegiatan petualangan di Indonesia.

Dari sisi keilmuan, penelitian dunia bawah tanah juga telah berlangsung cukup lama dan terus saja meningkat beberapa tahun terakhir.

Lihat saja kegiatan pertemuan Seminar Biospeleologi dan Ekosistem Karst di Yogyakarta 2006 kemudian dilanjutkan kegiatanIndonesian Scientific Karst Forum yang juga di Yogyakarta yang telah berhasil menghimpun beberapa peneliti dan akademisi serta pegiat penelusur gua yang memaparkan berbagai kegiatan penelitian di gua.

Namun, sekiranya berkenan silakan bergabung bersama kami untuk bertukar pikiran dan bertukar ilmu tentang penelitian gua dan karst di Indonesia.

Selamat datang dan selamat bergabung bagi Pak Solichin dan Pak Iswantoro di dunia bawah tanah yang gelap dan basah. Sekali waktu nanti kita masuk gua bersama-sama menyusuri sistem Kali Suci.

Semoga dunia keilmuan karst dan gua di Indonesia semakin maju dengan bergabungnya pakar-pakar gua dari BATAN serta bapak dari perwakilan University of Karlsruhe, yaitu universitas yang terkenal dan kebetulan saya sempat main di Karlsruhe yang indah itu. Saya menunggu publikasi-publikasi yang fantastis di jurnal-jurnal ternama internasional.

Save our Karst and Caves!!

Advertisements
4 Comments leave one →
  1. February 7, 2010 7:35 am

    mas, ini disampaikan langsung gak ke orangnya? atau di-komen di beritanya.. komen mas aock diberitanya kok dak lengkap gitu :D

    • February 7, 2010 8:27 am

      gak tau tuh kenapa kepotong, makanya ada dua komentar yang semuanya kepotong/
      Biar saja.

  2. February 9, 2010 10:50 am

    kali tahu tu yg mau kasih komen mau balas kwkwkw.. di link aja tulisan ini di komen berikutnya hehe..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: