Skip to content

AWAS COPET – Holotype pun melayang

March 2, 2010

ZOOTAXA 2348

Kecopetan, mungkin bukan hal yang layak untuk dijelaskan secara runut dalam satu artikel di jurnal ilmiah se level ZOOTAXA. Namun, peristiwa kecopetan yang biasanya hanya dilaporkan di kepolisian, namun kali ini dilaporkan di kalangan ilmiah di jurnal yang sangat mewah sekelas ZOOTAXA.

Ada satu artikel menarik yang terbit baru-baru ini dengan judul ” Description of neotype and designation of four lectotypes from Borneo in the genus Curculio (Coleoptera: Curculionidae)” di ZOOTAXA 2384:44-53 (2010) yang ditulis oleh Frank W. Pelsue, Jr.

Copet mungkin tidak hanya berkeliaran di Indonesia, namun juga berkeliaran di negara-negara besar lainnya seperti Perancis. Adalah Frank W. Pelsue yang berasal dari California yang mengalami nasib sial di tengah hiruk-pikuknya penumpang Paris Metro di Perancis.

Seandainya cuma dompet berisi uang dan laptop mungkin masih bisa dibeli atau bisa diganti dengan yang baru dan cukup hanya melapor ke polisi saja tidak sampai harus melaporkan di sebuah jurnal ilmiah.

Dia saat itu sedang melakukan revisi salah satu kelompok kumbang dari tribe Curculini, Curculionidae (Coleoptera) seluruh dunia dan dia meminjam spesimen dari NHM, London seperti layaknya taksonomist yang meminjam beberapa spesimen tipe dari beberapa museum.

Saat itu, dia meminjam spesimen tipe dari 5 jenis kumbang yang ditemukan di Sarawak Borneo yang dideskripsi oleh Guy A. K. Marshall pada tahun 1919 dari Natural History Museum, London UK.  Tahun koleksi yang sangat tua dan sangat berharga mengingat dari ke lima jenis tersebut ada satu jenis yang berasal dari satu tipe tentulah sangat berarti bagi ilmu taksonomi, khususnya taksonomi kumbang.

Kecopetan

Ketika Pelsue sudah selesai melakukan perbandingan spesimen tipe dengan spesimen yang dia miliki, akhirnya dia berniat mau mengembalikan spesimen tipe tersebut ke London sekaligus melakukan kunjungan beberapa museum di Eropa. Akhirnya dia terbang dari California menuju Paris karena harus singgah dulu di Paris untuk mengunjugi koleganya di MNHN, Paris Perancis.

Awas Copet

Namun karena koleganya yang di Paris tidak berada di Paris saat itu, akhirnya dia mendarat di Charles De Gaulle (CDG-Paris) dan menempuh dengan kereta dari CDG menuju stasiun Gare Du Nord untuk mengambil kereta menuju London menggunakan Eurostar.

Saya ingat ketika mengunjungi Paris setahun lalu, kereta di Paris Metro memang jauh berbeda dengan kereta-kereta Metro seperti yang ada di Tokyo. Beberapa gerbong khas dengan grafiti dan tulisan-tulisan yang terkadang provokatif, sementara di dalam kereta pun terkesan ‘kotor’. Orang berdesak-desakan layaknya seperti menggunakan KA Pakuan Ekonomi.

Nah, ketika dari CDG ke Garde du Nord inilah kejadian kecopetan tas itu terjadi. Ketika kereta berhenti di satu stasiun, Pelsue dan koleganya yang duduk di dekat pintu sementara satu tas berada di sampingnya. Kemudian ada orang yang berdiri di dekatnya menjatuhkan kunci di kakinya sehingga mengalihkan perhatiannya terhadap tas yang ada di sampingnya.

Kemudian disadari, bahwa tas yang ada di sampingnya telah hilang diambil “partner in crime” orang yang menjatuhkan kunci. Namun mereka kembali tersadar bahwa di dalam tas itu ada beberapa BOX berisi awetan kumbang yang akan di kembalikan ke London.

Seperti copet lainnya, mereka hanya butuh uang atau laptop yang ada di dalamnya namun tidak spesimen-spesimen serangga yang ada di dalamnya yang tidak ada artinya bagi para copet. Namun sangat berarti bagi ilmu pengetahun.

Akhirnya mereka melapor ke kepolisian Perancis dan sekaligus melapor ke kurator koleksi kumbang di NHM, London.

Mengganti

Ketika Pelsue sampai di London, akhirnya mereka memilih beberapa spesimen yang masih tersisa di NHM untuk ditunjuk sebagai tipe pengganti bagi holotype yang hilang.

Dari lima jenis yang hilang, ada satu jenis yang berasal dari satu spesimen tipe yang sangat unik yaitu dari spesimen betina. Untungnya, dia mempunya dua spesimen jantan yang tersimpan di koleganya. Akhirnya, dia memutuskan mengganti spesimen tipe baru (neotype) dari koleksi yang dia miliki dan mengirimkan spesimen satunya ke koleganya.

Mengapa spesimen tipe penting?

Spesimen tipe dalam terminologi taksonomi di kenal beberapa istilah. Terminologi itu antara lain HOLOTYPE, PARATYPE, NEOTYPE, LECTOTYPE dan istilah lain seperti SYNTYPE, ALLOTYPE.

Spesimen tipe adalah spesimen di mana suatu nama jenis hewan itu ditentukan. Jadi, deskripsi suatu jenis, identitas, dan karakter pembeda satu jenis dengan jenis yang lain ditentukan berdasarkan spesimen tipe tersebut.

Dengan kata lain, suatu nama jenis dengan ciri-ciri tertentu ditentukan oleh karakter yang ditemukan dalam spesimen tipe tersebut.

Spesimen tipe dari tahun-tahun yang telah berusia puluhan bahkan ratusan tahun tentulah sangat berharga. Karena terkadang, si pembuat nama jenis membuat deskripsi yang sangat pendek dan sangat terbatas namun sudah cukup untuk dinyatakan sebagai jenis baru pada saat itu.

Namun, dengan perkembangan ilmu taksonomi terkadang karakter-karakter lain yang tidak diungkapkan dalam deskripsi aslinya hanya bisa diamati dari spesimen tipe tersebut. Sehingga para taksonom yang mau melakukan kajian taksonomi terkadang sangat perlu untuk melihat dan menguji spesimen tipe yang tersebar di beberapa museum.

Belajar dari kejadian kecopetan ini, pastinya para copet tidak memerlukan spesimen tipe yang mungkin tidak ada nilainya sementara spesimen ini sangat diperlukan dan sangat bernilai bagi para taksonomi. Sehingga perlu kehati-hatian untuk membawa spesimen tipe khususnya spesimen yang dibawa “hand carry”. Apalagi jika kita haru meenggunakan transportasi masal seperti kereta, bus atau moda angkutan lain.

Definisi istilah beberapa tipe berdasarkan ICZN:

72.4.5. When an author designates a holotype [Art. 73.1], then the other specimens of the type series are paratypes. The latter do not become syntypes and cannot be used for lectotype selection [Art. 74] if the holotype is lost or destroyed; however, they are eligible for neotype selection (see Recommendation 75A).

72.4.6. If an author when establishing a nominal species-group taxon nominates either “syntypes” (by that term, or by use of one of the terms “cotypes” or “types” alone), or “holotype and paratypes” used together (or by use of the term “type” together with “allotype” or “cotypes”), and also lists other specimens, the separate mention of the latter expressly excludes them from the type series.

73.1. Holotypes. A holotype is the single specimen upon which a new nominal species-group taxon is based in the original publication (for specimens eligible to be holotypes in colonial animals and protistans,

73.2. Syntypes. Syntypes are specimens of a type series that collectively constitute the name-bearing type. They may have been expressly designated as syntypes (see Article 73.2.1 for acceptable terms); for a nominal species-group taxon established before 2000 [Art. 72.3] all the specimens of the type series are automatically syntypes if neither a holotype [Art. 72.1] nor a lectotype [Art. 74] has been fixed. When a nominal species-group taxon has syntypes, all have equal status in nomenclature as components of the name-bearing type.

74.1. Designation of a lectotype. A lectotype may be designated from syntypes to become the unique bearer of the name of a nominal species-group taxon and the standard for its application (except in the case of hapantotypes [Art. 73.3]).

74.1.1. The valid designation of a lectotype fixes the status of the specimen as the sole name-bearing type of that nominal taxon; no later designation of a lectotype has any validity.

74.1.2. The valid designation of a lectotype supersedes any previous restriction of the application of the name of the taxon.

74.1.3. The valid designation of a lectotype permanently deprives all other specimens that were formerly syntypes of that nominal taxon of the status of syntype [Art. 73.2.2]; those specimens then become paralectotypes.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: