Skip to content

Malas membaca karena kebanyakan online – buah simalakama

March 5, 2010

my life, my adventure, my research

Secara jujur, saya termasuk orang yang mempunyai bakat ‘malas membaca’, dan itu saya sadari betul. Sebagai salah satu orang yang konon disebut ‘peneliti’, malas membaca adalah satu aib tersendiri. Sama halnya dengan salah satu status sahabat saya yang mengutip entah dari mana, tapi yang jelas sepertinya bukan dia yang punya kata-kata bagus itu.

Anyway, inilah status dia If you learn from a teacher who still reads it’s like drinking freshwater from a fountain, but if you learn from a teacher who no longer read it’s like drinking polluted water from a stagnant pool”.

Ketika aku membaca status dia, aku merasa tertohok dan sekaligus merasa menjadi ‘stagnant pool’ yang hanya menjadi air terpolusi bagi orang-orang disekelilingku yang meminumnya. Semoga tidak banyak orang yang minum dari stagnant pool saya.

Ketika saya harus berjibaku dengan tuntutan ‘karya ilmiah’ yang harus saya bereskan, terkadang saya hanya membaca ketika saya membutuhkan itu sebagai acuan dalam tulisan saya. Ibaratnya, saya mencari yang saya butuhkan untuk menambah yang belum saya ketahui dan memperkuat apa yang saya sodorkan dalam karya ilmiah saya.

Bukan sebaliknya, saya terlebih dulu membaca sehingga memperkaya wawasan saya, dan sekaligus semakin menajamkan gagasan saya dalam tulisan yang sedang saya kerjakan.

Saya sadari betul, saya bukan termasuk orang pinter apalagi cerdas, dengan IQ yang pasa-pasan dan kemalasan membaca lengkaplah sudah saya semakin menjadi ‘stagnant pool’ yang hanya berputar-putar disitu saja, dan tidak pernah menjadi ‘fountain’ yang indah sekaligus menyegarkan bagi orang lain.

Suguhan wajib saya yang selalu berkeliaran di web browser saya hanya ‘detik news’, kompas, Gmail, Mivo TV, Yahoomail, wordpress, Facebook, Intra LIPI dan terkadang Watch Online Movies. Itu adalah bookmark wajib yang ada di Chrome saya, sementara ScienceDirect, Jstor, Nature, Science, Blackwell Synergi dan santapan ilmiah lainnya lebih banyak menghias Internet Explorer yang terkadang saya buka hanya untuk login ke server universitas supaya bisa connected dengan internet.

Kebanyakan baca detik dan kompas terkadang semakin membuat stagnant pool saya semakin teracuni dengan isu-isu yang kadang bikin semangat kendor. Karena, berita-berita yang disuguhkan hanya berita-berita kering dan jauh dari asupan gizi untuk melihat masa depan dengan optimisme. Hanya orang-orang yang bertopeng garang dan penjilat yang hilir mudik di headline surat kabar atau breaking news televisi.

24 jam ONLINE – mengerikan

Sejak saya berjibaku di negeri Sakura, hampir 24 jam komputer saya tidak pernah lepas tersambung dengan dunia maya yang penuh dengan kebaikan namun sekaligus penuh dengan keburukan.

Keburukan saya yang malas membaca malah semakin rajin membaca dan sentil kanan kiri di status teman-teman yang berseliweran di wall, muka buku saya. Melihat berbagai macam tipe orang yang terkadang buat saya aneh dan menggelitik untuk di komentari. Kata-kata bijak berseliweran seperti status teman dan sahabat saya yang akhir-akhir ini rajin update status dengan kata-kata bijak.

Di sini, saya sendiri dan praktis tidak ada hiburan lain selain bercengkerama dan merasa dekat dengan teman-teman yang lain di dunia maya. Di dunia nyata disini, saya seperti orang terkucil alias tidak bergaul dengan orang-orang namun hanya bergaul dengan ‘orang-orang’ di dunia maya yang membuat tidak merasa sepi dan terkucil.

Komputer yang tidak pernah mati dan tidak pernah hanya ‘disconneted’ dari jaringan global beberapa menit menjadikan kemalasan membaca saya semakin menjadi-jadi.

Penyakit yang sudah kronis, sementara sebenarnya saya hanya sekedar mampir dan mencari ilmu disini. Namun, akhirnya saya menemukan sedikit cara untuk mau membaca jurnal dengan bahasa teknis yang jauh dari ‘mengasyikan’

Niatkan membaca buat orang lain
Akhir-akhir ini, saya mulai mau membaca beberapa artikel hanya karena saya ingin berbagi. Saya punya koneksi internet 24 jam, saya punya blog yang harus di update, saya harus membaca dan saya harus berbagi dengan orang lain agar saya bisa menjadi ‘fountain’ bagi orang lain. Selain itu, saya harus menyelesaikan tugas besar saya di sini, SEKOLAH dan menyelesaikan DISERTASI yang sampai sekarang belum terbayang mau seperti apa.

Nah, dari situ saya sedikit demi sedikit mau membaca jurnal-jurnal yang mungkin buat orang lain tidak penting namun sangat penting bagi saya dan menunjang tugas saya. Nah, karena terkadang kelemahan saya adalah sulit memahami satu artikel dengan mudah, maka terkadang saya membuat ringkasan yang bisa saya akses dengan mudah.

Dulu, saya sering nulis ringkasan di buku kecil tapi kadang malas buatnya dan malas bacanya lagi. Ketika saya berpedoman, membaca buat orang lain , saya lebih senang membuat ringkasan paper yang saya baca di Editor-nya WordPress yang sudah saya modali dengan nama domain yang “alay”. Setiap yang saya baca, saya ringkas dalam editor nya wordpress dengan kata lain menerjemahkan dan mengambil sarinya.

Dari situ, saya bisa dengan mudah membaca lagi dan lebih asik membaca lagi kalau sayabutuhkan dan sekaligus dengan mudah membuat kalimat baru dalam bahasa inggris yang beda dengan aslinya supaya menghindari plagiarism.

Selain itu, blog saya bisa terupdate hampir tiap 2 hari sekali, meskipun sebenarnya hampir tiap hari saya bisa membuat ringkasan yang bisa saya update ke blog. Namun, supaya tidak mengganggu orang lain, karena dengan otomatis updater terbaru di blog saya akan menjadi ‘notes’ di muka buku saya, akhirnya saya menyimpan ringkasan itu dalam ‘draft’ sehingga bisa di ‘publish’ kapan saja dan dimana saja.

Tulisan nggak penting

Karena hampir tiap hari saya bisa meringkas satu artikel di jurnal, jadi saya bisa membaca dan memperluas wawasan saya namun sekaligus saya juga bisa berbagi dengan orang lain meskipun saya sadari betul, itu lebih banyak mengganggu dan mengotori “wall” nya 819 teman yang tersambung dengan jejaring muka bukuku.

Saya yakin, topik-topik yang saya tulis tidak banyak diminati dibandingkan tulisan-tulisan kasus Century, lobi-lobi di parlemen atau mungkin cerita-cerita perjalanan yang menakjubkan dengan gambar-gambar yang mengesankan.

Buat teman-teman yang jauh berbeda bidangnya dengan apa yang saya tekuni, tentu saja banyak kata-kata asing dan aneh layaknya orang-orang ‘alay’ yang berkeliaran di wall.

Dan tulisan saya tidak penting bagi sebagian 819 teman yang ada di muka buku saya, namun ketika saya menuliskan itu di blog saya yakin, dari sekian juta orang di Indonesia yang menggunakan internet pasti memerlukan informasi yang mungkin itu ada di blog saya.

Dengan mesin pencari Google, Bing, Yahoo dan lain-lain, ada banyak kata kunci yang ‘unik’ yang masuk dalam Dashboard di wordpress saya.

Prinsip saya, saya tidak pernah peduli apa yang saya tulis apakah dibaca atau dikomentari orang lain atau bahkan bermanfaat bagi orang lain, tapi saya lebih banyak merasa perluberbagi ketimbang saya harus egois dengan diri saya sendiri karena ukuran sesuatu hanya berdasarkan pada komentar dan hits.

Belajar menjadi jembatan
Saya cuma mau belajar menjadi sebuah jembatan antara bidang saya yang jauh dari asiikdengan orang-orang yang membutuhkan informasi yang meungkin terkendala akses, keterbatasan bahasa atau bahkan kesulitan memahami istilah-istilah yang rumit dan jauh dari santapan sehari-hari.

Ketika saya membaca jurnal, mungkin orang lain yang sebidang belum membaca jurnal yang saya baca begitu juga sebaliknya. Selain itu, orang-orang yang di luar bidang saya, mungkin tidak tahu sama sekali apa yang saya baca dan mungkin tidak mengerti yang saya baca.

Nah, ketika saya berbagi dengan media blog sekecil apapun tulisan dan ulasan saya, saya yakin orang lain akan menemukan dan sedikit mengetahui apa yang saya kerjakan dan apa yang belum dia tahu.

Ketika saat ini saya hanya sebuah jembatan yang terbuat dari empat lonjor bambu yang menghubungkan dunia yang berbeda, namun saya yakin sekecil apapun itu semoga membuat manfaat bagi orang lain.

Saya pernah diajak chat oleh seseorang melalu blog saya, karena kebetulan di blog saya sediakan fasilitas ‘chat’ melalui meebo sehingga kalau ada orang yang mau bertanya bisa lebih mudah langsung berkomunikasi.

Awalnya, dia menggunakan bahasa Inggris yang buat saya Ge-er saya kira ada orang bule yang iseng masuk ke blog saya. Setelah saya jawab dengan bahasa inggris pula, dia kemudian bertanya apakah saya bisa bahas Indonesia?

Saya jawab, tentu saja bisa bahasa Indonesia dengan bahasa inggris yang medok. Setelah saya jawab, dia kemudian balas dengan bahasa Indonesia yang ternyata dia berasal dari Jakarta.

Setelah itu dia cuma bertanya karena dia mempunyai Pe-er di sekolahnya yang menurut dia susah karena mata kuliah biologi. Dengan kemampuan bahasa inggris yang membuat saya takjub, dia cuma mau bertanya apa bedanya “ruas” dan “buku” yang kalau dalam bahasa inggris bisa dibilang “segments’ atau “articles”.

Ya, dengan sekenanya saya jawab apa yang satu tahu dan menjelaskna perbedaan keduanya. Dari situ saya mulai sedikit lega, ternyata blog saya juga bermanfaat buat anak SMP yang nota bene sekarang sudah ‘akrab’ dengan internet di bandingkan saya jaman SMP dulu.

Hikmah
Rasanya sudah terlalu panjang ‘catatan pinggir’ saya ini, saya mohon maaf buat teman-teman yang saya tag kalau tidak berkenan di remove saja.

Namun saya hanya ingin berbagi saja, siapa tahu ada teman-teman yang malas membaca seperti saya, meskipun saya yakin tidak.

Dengan pendek kata:

  1. Ketika anda malas membaca, membaca lah buat orang lain
  2. Ketika ada 24 jam online dengan internet berbagilah apa yang kamu baca untuk orang lain.
  3. Buatlah blog, dimana anda bisa berbagi dengan orang lain.
  4. Jangan pernah pedulikan apakah blog anda dikunjungi orang atau tidak, atau apakah teman anda meng-klik tautan yang muncul di dindingnya, atau apakah teman anda berkomentar di link yang anda sodorkan. JANGAN PAMRIH
  5. Be connected dengan orang lain, tapi jangan jadi “be depended” (: bener nggak nih bahasa inggrisnya.
  6. Jangan pedulikan apakah tulisan anda penting buat teman atau orang lain apa tidak. Biarlah orang lain yang menilai, tulisan atau blog kita penting buat orang lain.
  7. Jadilan “fountain buat orang lain seperti saran sahabat saya, terlepas anda jadi guru, peneliti, dosen, usahawan, IT, pelukis, penari, petani, supir pesawat dan lain-lain.

Bisa jadi, orang mengganggap aku malas karena YM ID, Skype, dan FB ku selalu tampak VISIBLE dan sangat rajin update notes tiap dua hari sekali meskipun sebenarnya bisa setiap hari. Namun apapun itu, memang saya malas dan belajar “tricky” dengan kemalasan saya yang didukung oleh koneksi internet 24 jam.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: