Skip to content

Sejak kapankah kala-cemeti ada di muka bumi?

September 2, 2010

Kala-cemeti, atau nama ilmiahnya dikenal dengan Amblypygi, merupakan salah satu kelompok Arachnida yang mempunyai bentuk menyeramkan.

Tubuhnya yang pipih dengan capit berduri yang tajam ditambah dengan kaki depan yang memanjang seperti antena, dan tiga pasang kaki untuk berjalan yang panjang menambah kesan seakan kala-cemeti merupakan hewan beracun yang berbahaya.

Namun, semua itu ternyata tidak benar. Kala cemeti merupakan salah satu kelompok yang tidak beracun, penampakan yang seram tidak menggambarkan bahaya yang sesungguhnya.

Sampai saat ini, di dunia baru dikenal sekitar 150 jenis kala-cemeti yang tersebar di lingkar tropis yang terdiri dari 17 marga, di dalam lima famili.

Dari seluruh jenis yang dikenal, ada beberapa jenis yang sudah tidak lagi ditemukan di muka bumi ini dalam keadaan hidup, melainkan dalam bentuk fosil yang terawetkan dalam batuan.

Jenis-jenis yang punah

Jenis kala-cemeti yang sudah punah berjumlah sekitar tujuh jenis dalam bentuk fosil. Mark S. Harvey dalam katalog yang diterbitkan tahun 2003 mencatat sedikitnya 6 jenis fosil kala cemeti dalam tiga marga: Graephonus (2 jenis), Sorellophrynus (1 jenis), Thelyphrynus (1 jenis) dan tiga jenis dari suku Phrynidae (Electrophyrnus, 1 jenis dan Phrynus, 2 jenis).

Setelah itu, pada tahun 2002 Jason Dunlop dan koleganya melaporkan satu marga dan sekaligus jenis baru  yang diberi nama Britopygus weygoldti yang ditemukan di Lower Cretaceus di Ceara State, Brasil.

Pada tahun 2005, Jason Dunlop bersama koleganya kembali melaporkan fosil dari jaman Awal Cretaceous, Crato Formation di Ceara timur laut Brazil yang merupakan spesimen kedua dari jenis yang dikenal sebelumnya, Britopygus weyglodti,  dari lokasi yang sama.

Fosil yang diperkirakan berumur 115 juta tahun ini memiliki penampakan morfologi yang lebih lengkap dibandingkan fosil sebelumnya. Dari spesimen yang terbaru, diperoleh gambaran lebih lengkap dengan bagian badan dan capit yang berukuran panjang dengan duri-duri yang khas kala-cemeti.

Ukuran badan kala-cemeti tersebut mencapai panjang 22 mm, sedangkan panjang total capit yang terawetkan mencapai 78 mm. Berdasarkan ukuran ini, beberapa jenis yang sampai saat ini hidup ditemukan dari anggota famili Charontidae, Phrynidae dan Phrynichidae.

Berdasarkan hasil interpretasi yang dilaporkan Dunlop dan koleganya pada tahun 2005 yang terbit di jurnal Revista Iberica de Aracnologia volume 12 ini, diperkirakan jenis tersebut termasuk dalam famili Phrynidae.

Namun,  apakah jenis tersebut sesuai sebagai anggota famili Phrynidae atau tidak masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Sejak Devonian?

Kala-cemeti merupakan salah satu kelompok Arachnida yang cukup tua ditemukan dalam bentuk fosil. Beberapa bagian tungkai dan serpihan kulit keras diyakini pernah ditemukan dari jaman pertengahan Devonian atau sekitar 385-392 juta tahun lalu. Serpihan yang ditemukan di Gilboa ini terdiri atas bagian patella dengan trichobothria yang merupakan salah satu karakter yang saat ini ditemukan di kaki ke 2-4 pada kala-cemeti.

Kala-cemeti yang terawetkan dengan bentuk yang meyakinkan ditemukan pada jaman Carboniferous sekitar 312 juta tahun. Pertama kali fosil kala cemeti dari Carboniferous ditemukan di British Middle Coal Measures.

Sementara kerabat terdekat kala-cemeti yaitu kala-cuka (Uropygi), ditemukan pada jaman yang sama meskipun diperkirakan 7 tahun lebih tua yaitu 319 juta tahun. Selain itu, laba-laba juga diyakini berasal dari jaman yang sama dengan kala-cemeti.

Kelompok lain seperti kalajengking diyakini ditemukan sejak Silurian atau sekitar 428 juta tahun lalu, sedangkan Opiliones ditemukan sejak jaman Devonian yaitu sekitar 410 juta tahun.

Kala cemeti juga ditemukan di beberapa lapisan yang lebih muda seperti di Mazon Creek di Amerika. Beberapa fosil juga ditemukan di era Mesozoic-Cenozoic yang beberapa jenisnya dikenal sebagai anggota marga Phrynus, dimana marga tersebut ditemukan saat ini di Amerika tengah dan bahkan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Fosil hidup

Saat ini, hanya ada satu jenis kala-cemeti yang diyakini sebagai fosil hidup dan hanya ditemukan di Benua Afrika.

Jenis yang diberi nama, Paracharon caecus ini merupakan satu-satunya jenis yang mempunyai bentuk primitif. Jenis ini tidak mempunyai mata dan mempunyai bentuk prosoma di bagian depan yang memanjang.

Bentuk prosoma seperti ini merupakan satu-satunya yang ditemukan di kala-cemeti dan tidak ditemukan di kelompok yang lain.

Paracharon caecus ditemukan hidup di dalam sarang rayap di daerah Guinea Bissau di bagian barat Afrika.

Jenis ini atau pun jenis yang mirip sampai saat ini belum pernah di temukan di belahan dunia manapun.

Begitu tua namun sedikit jenis

Kala-cemeti bersarkan temuan fosil dipastikan merupakan salah satu kelompok yang relatif tua.  Namun dibandingkan kelompok lain seperti laba-laba (Araneae), kalajengking (Scorpiones) dan Opiliones yang juga mempunyai umur yang hampir sama bahkan lebih tua, jumlah jenis kala-cemeti sangat jauh dibandingkan kelompok yang lain.

Dengan jumlah seluruh dunia tidak lebih dari 150 jenis ini diperkirakan karena masih minimnya penelitian taksonomi tentang kala cemeti. Khususnya di Indonesia, temuan jenis baru di pulau-pulau Indonesia masih mempunyai peluang yang sangat besar.

Penjelasan lain dari sisi proses evolusi dan diversifikasi jenis-jenis di kala-cemeti masih perlu digali untuk menjelaskan mengapa begitu sedikit jenis meskipun sudah sangat tua keberadaannya di muka bumi ini.

#CR1#

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: