Skip to content

Kalacemeti juga bisa mancing dan menyelam

September 27, 2010

Tahukah anda kalau kalacemeti, Amblypygi, mempunyai perilaku yang unik yakni memancing dan sekaligus mempunyai kemampuan menyelam.

Perilaku “memancing” kalacemeti ini dilaporkan pada tahun 2003 oleh Ladle & Velander (2003) yang mempublikasikan pengamatannya di Journal of Arachnology 31: 154-156 dalam artikel pendek berjudul “Fishing behavior a giant whip spider”.

Salah satu jenis kalacemeti khas di kepulauan Karibia yaitu Heterophrynus cheiracanthus banyak menghuni perbukitan berbatu di sekitar aliran sungai pegunungan di hutan tropis di dekat Tobago.

Berdasarkan pengamatan, kalacemeti tersebut mempunyai perilaku mencari makan yang sangat mengesankan.

Selama ‘memancing’, kalacemeti mengambil posisi di pinggiran aliran sungai pada suatu tebing batu yang vertikal. Sementara, capit dengan duri yang tajam membuka dengan sangat lebar dan sungut yang merupakan modifikasi dari sepasang kaki paling depan beberapa kali dimasukkan ke dalam air yang dangkal. Beberapa kali, kalacemeti masuk ke dalam air yang dangkal.

Sementara udang air tawar dari marga Macrobrachium bisa ditangkap ketika udang masih berada di dalam air. Mengingat kalacemeti tidak bisa menggunakan rambut-rambut halus , trichobothria, yang terdapat di kaki untuk mendeteksi keberadaan mangsa selama di dalam air.

Lantas bagaimana mekanisme kalacemeti mendeteksi keberadaan udang di dalam air?

Kalacemeti begitu tergantung pada rambut-rambut halus, trichobothria, yang banyak terdapat di kaki yang untuk berjalan dan sekaligus indra perasa yang umumnya banyak dipakai untuk “chemoreception” atau rangsangan kimia.

Dalam kasus ini, satu penjelasan sementara yang diperoleh adala kalacemeti menggunakan mekanisme kontak fisik menggunakan sungutnya.

Dilaporkan juga, kalau kepadatan udang di kolam-kolam di hutan tropis di sana bisa mencapai 200 individu per meter. Sehingga, kontak fisik dalam kondisi kepadatan populasi udang ini bukanlah satu hal yang aneh.

Selain itu, indikasi kompetisi dengan jenis predator lain juga bisa menjadi alasan tersendiri. Menurut Ladle & Vandler, kemelimpahan udang dan kalacemeti di tempat lain yang di huni oleh pemangsa udang, Agonostomus manticola, kelimpahannya nampak lebih rendah.

Selain itu, dalam pengamatan laboratorium diperoleh gambaran bahwa kala cemeti menjatuhkan sungutnya ke dalam air dan capitnya dalam posisi berburu. Serangan cepat ke 2 sampai tiga sentimeter ke dalam air dapat menangkap udang berukuran sedang.

Konon, perilaku kalacemeti menangkap udang adalah yang pertama kali teramati secara langsung di dalam kelas Arachnida.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: