Skip to content

Kalacemeti juga bisa belajar lho!

October 1, 2010

From Santer & Hebets 2009

Selain bisa memancing dan menyelam, ternyata kalacemeti juga bisa belajar. Dalam kontek belajar dan mengingat, kemampuan ini sangat penting untuk semua hewan untuk bisa bertahan hidup seperti mencari tempat hidup atau bahkan mangsa dan pasangan.

Isyarat sensorik dimana hewan dapat belajar dalam situasi tertentu merupakan pengembangan dari spesialisasi sensori.

Kemampuan belajar kalacemeti di laporkan oleh Santer dan Hebet (2009) dalam Journal Comparative Physiology A 195: 393-399 dalam artikelnya yang berjudul “Tactile learning by whip spider, Phrynus marginemaculatus C.L. Koch (Arachnida, Amblypygi)

Kalacemeti merupakan salah satu hewan yang mempunyai sistem sensori yang unik salah satunya sungut atau semacam antena yang merupakan modifikasi dari sepasang kaki paling depan.

Sungut ini sangat berperan untuk mendeteksi isyarat dalam bentuk kimia maupun mekanis.

Dalam pengamatan yang dilakukan oleh Santer dan Hebets, mereka ingin menguji kemampuan belajar kalacemeti dalam kotak percobaan yang menggunakan dua petunjuk peraba dalam tekstur yang berbeda yaitu tempat bersembunyai yang dapat diakses dan tidak dapat diakses.

Hasil percobaan awal selama sepuluh kali diperoleh hasil yang memuaskan dimana kalacemeti semakin cepat dan semakin akurat untuk menemukan tempat persembunyian yang dapat dilalui.

Percobaan berikutnya dimana kedua tempat persembunyia dibuat tidak bisa dilalui. Dalam percobaan ini, kalacemeti mencari dengan waktu yang lebih lama berdasar petunjutk rabaan yang telah diperoleh sebelumnya pada persembunhyian yang dapat dilalui.

Dengan menggunakan kamera berkecepatan tinggi, Santer dan Hebets dapat membedakan tiga macam pergerakan sungut selama mereka melakukan proses perabaan.

Tiga macam pergerakan sungut

Selama kalacemeti melakukan eksplorasi dengan perabanya, dapat dibedakan tiga macam pergerakan sungut yaitu:

1. “Tip Touches” dimana ujung dari sungut  disentuhkan kepada permukaan yang sedang diamatinya.

2. “Flat touches” dimana hampir separuh dari bagian depan sungut disentuhkan ke permukaan yang sedang diamatinya.

3. “Tip scrapes” dimana ujung dari sungut seperti digaruk-garukan pada permukaan yang sedang diamatinya.

Dengan tiga perbedaan pergerakaan sungut itu, kalacemeti dapat dengan cepat mempelajari lingkungannya.

Dari sini, dapat diketahui bagaimana kalacemeti belajar dari lingkungannya sehingga mereka dapat terhindar dari ancaman atau apapun yang mengancam kelangsungan hidup mereka.

Belajar merupakan salah satu cara kalacemeti  untuk bisa bertahan hidup, begitu pula dengan kita….maka, mari kita belajar…

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: