Skip to content

Kalacemeti begitu tua tapi miskin jenis, tanya kenapa?

October 4, 2010

Kalacemeti merupakan salah satu kelompok arachnida yang cukup tua meskipun diyakini, kalajengking merupakan kelompok yang paling tua di kelas arachnida.

Jason Dunlop dalam artikelnya melaporkan kalau kalacemeti diyakini muncul dimuka bumi ini sejak Devonian dalm bentuk fosil fragmen cuticle. Sementara, fosil dalam bentuk lengkap di temukan pada periode Carboniferous sekitar 312 juta tahun lalu.

Dibandingkan kelompok lain dalam arachnids, kalacemeti tergolong mempunyai jumlah jenis yang sangat sedikit meskipun Ricinulei dan Palpigradi mempunyai jumlah jenis yang lebih sedikit.

Namun jika dibandingkan kalajengking, laba-laba, opiliones dan kalajengking semu, jumlah jenis kalacemeti masih lebih sedikit. Jika dibandingkan kerabat terdekatnya kalacuka atau Uropygi, jumlah jenis kalacemeti masih sedikti lebih banyak meskipun jumlah famili juga lebih banyak dibandingkan kalacuka yakni 103 jenis dari 1 famili.

Tahun 2003, Mark Harvey melaporkan jumlah total jenis  kalacemeti waktu itu hanya 136 jenis, saat ini jumlah itu telah bertambah, Harvey pada tahun 2007 melaporkan 158 jenis.

Mengapa miskin jenis?

Dibandingkan kelompok yang lain, kalacemeti termasuk kelompok yang miskin jenis. Jika melihat kalacemeti sudah ada sejak 410 juta tahun lalu semasa Devonian, rasanya waktu yang cukup lama untuk mereka berevolusi. Namun nampaknya, kalacemeti begitu lamban mengalami proses evolusi sehingga tidak banyak jenis yang ada di bumi ini.

Peter Weygoldt dalam buku yang sangat lengkap tentang kalacemeti menjelaskan beberapa alasan mengapa kalacemeti begitu miskin jenis.

Salah satunya yaitu karena kalacemeti mempunyai masa hidup yang relatif lama, mereka membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk menjadi dewasa dalam artian siap untuk bereproduksi.

Sementara, di lingkungan dengan suhu berkisar 26 derajat Celcius mereka baru bisa siap kawin 1-2 tahun dan di temepratur yang lebih rendah dari itu, mereka membutuhkan waktu 2 kali lebih lama.

Selain itu, kalacemeti juga terlalu sensitif dengan kondisi lingkungan yang bertemperatur rendah sehingga mereka gagal untuk menyesuaikan diri dengan masa-masa ‘dingin’ sehingga tidak dengan cepat berovulsi menjadi jenis-jenis yang beragam seperti kelompok lain.

Kala cemeti juga mengalami ‘mrungsungi’, dan berkembang sampai mencapa dewasa. Kondisi ini menunjukkan satu contoh ‘bentuk primitif’  yang juga banyak ditemukan di kelompok udang-udangan dan bahkan Chelicera seperti mimi dan mintuno (Xiphosura) yang menjadi moyang dari semua kelompok Arachnida daratan.

Kalacemeti dan betina laba-laba tarantula dari kelompok Mygalomorphae tidak mengalami ‘mrungsungi’ yang terakhir.

Dimana hal ini menunjukkan satu bentuk primitif yang diturunkan dari moyang yang sangat jauh. Dengan begitu, dapat diasumsikan bahwa arachnida secara konvergen mengalami evolusi sejarah hidupnya dengan mempunyai ‘final moult’ secara berkali-kali.

kalacemeti dengan ukuran besar menghasilkan telur yang lebih banyak dan juga anakan yang lebih banyak pula. hal ini awal dari “stabilising selection’ berasal.

Hidup panjang dan berkembang secara berkelanjutan merupakan salah satu keuntungan selektif yang akan tetap dipertahankan sampai ada tekanan seleksi lain menjadi efektif.

Mungkin ini yang mencegah evolusi dalam daur hidup kalacemeti dengan berkembang lebih cepat dan penyesuaian pada musim periodik.

Rendahnya eksplorasi

Selain faktor umur yang relatif panjang, faktor yang menyebabkan rendahnya jumlah jenis kalacemeti bisa jadi disebabkan belum banyak penelitian tentang jenis ini khususnya di kawasan Oriental dari India, Thai-Malay Peninsula sampai ke kepualauan Indonesia dan ke timur di Pasifik sana.

Rendahnya penelitian ini menyebabkan banyak jenis yang belum terungkap dan masih tersimpan di habitat-habitat di sekeliling kita atau di hutan-hutan tropis atau bahkan kegelapan gua.

Penemuan empat jenis baru dari Borneo, menjadi salah satu bukti masih banyaknya kemungkinan jenis baru yang akan terekspos di masa yang akan datang.

#CR#

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: