Skip to content

Opini sama di koran berbeda-beda: plagiasi atau error?

October 5, 2010

Opini di Media Indonesia versi Online (28/09/2010)

Beberapa hari yang lalu saya iseng melihat-lihat tulisan-tulisan Opini di media massa. Saya sempat mampir di Harian Sinar Harapan yang cetak versi online tertanggal 1 Oktober 2010, dalam salah satu opini  yang berjudul “Negara Menyerang Balik Teroris” saya kemudian teringat karena saya pernah menemukan artikel dengan judul yang sama.

Kemudian saya ingat, kalau saya pernah menemukan Opini dengan judul tersebut di Media Indonesia terbitan 28 September 2010 dengan judul dan isi yang sama persis. Artikel di media Indonesia juga berjudul “Negara Menyerang Balik Teroris” ditulis oleh penulis yang sama dan alamat penulis yang sama.

Kalimat pendahulunya pun sama persis, namun ada beberapa redaksional sub judul yang berbeda. Saya menjadi berpikir kenapa hal ini bisa terjadi?

Penulis mencantumkan referensi keterangan Kapolri 24/09 yang artinya empat hari sebelum Opini tersebut muncul di Media Indonesia. Namun anehnya, artikel yang sama justru muncul lagi di Sinar Harapan 1 Oktober 2010 dengan selang tidak begitu lama dari Media Indonesia.

Saya juga mendengar ada tulisan yang sama muncul juga di Koran lokal di Padang, meskipun saya belum tahu persis informasi ini. Dan ternyata di koran Lampung Post edisi tanggal 1 Oktober 2010 juga mengeluarkan tulisan yang sama dengan judul yan sama. Berarti, yang bersangkutan telah mempublikasikan tulisan yang sama dengan judul sama di emapt koran yang berbeda, meskipun yang satu untuk Harian Haluan di padang, masih perlu diverifikasi.

Setelah Browsing kesana kemarin, ternyta tidak hanya disitu saja, ternyata yang bersangkutan juga memasukkan artikel tersebut di Pikiran Rakyta edisi 28 September 2010 dengan judul sama.

Hal ini membuat saya geleng-geleng dan  tanda tanya besar bagi saya.

Opini Lampung Post Versi Online (1/10/2010)

Mengapa?

Lantas, bagaimana hal ini bisa terjadi? Saya mencoba berpikir positif mungkin sang penulis mengaanggap tulisan yang dimasukkan ke Media Indonesia tidak mendapat respon sehingga dianggap tidak dimuat, kemudian dia memasukkan artikel yang sama ke Sinar Harapan dengan harapan yang sama.

Namun kenapa pada tanggal yang bersamaan yaitu 28 September muncul di dua koran yang berbeda, Pikiran Rakyat dan Media Indonesia?

Kemudia Opini tersebut muncul di koran yang berbeda-beda dengan judul, isi yang sama persis dengan selang waktu yang tidak lama. yakni 1 Oktober muncul di Lampung Post dan Sinar Harapan.

Lantas, apakah hal ini termasuk kecurangan?

Saya tidak bisa mengambil kesimpulan sampai sejauh itu, namun saya bisa beranggapan memang tidak fair tulisan yang sama dengan judul sama keluar di koran yang berbeda-beda bahkan sampai 5 koran, kecuali sang penulis telah melakukan “pencabutan” tulisan tersebut di koran yang pertama.

Kalau proses “pencabutan” ini dilakukan penulis tidak bisa dipersalahkan namun kalau tidak, penulis memang kurang tepat memasukkan artikel yang sama dalam dua koran yang berbeda dan akhirnya keduanya muncul dalam waktu yang hampir bersamaan.

Opini Sinar harapan Cetak versi online (1/10/2010)

Respon redaksi

Mungkin redaksi opini koran-koran juga perlu introspeksi, karena terkadang artikel atau opini yang masuk tidak mendapatkan respon/acknowledge dalam jangka waktu yang cukup lama, sehingga penulis terkadang tidak tahu bagaimna dengan perkembangan tulisannya apakah diterima atau tidak.

Saya belum banyak memasukkan tulisan di koran, namun memang saya melihat kadang redaksi, apalagi di alamat email yang umum, bukan personal, kurang mendapat respon yang memadai. Sehingga ada ketidaktahuan dan kita tidak tahu bagaimana perkembangan tulisan kita.

Kecuali, pihak redaksi dengan cepat menanggapi apakah diterima atau ditolak tulisan tersebut.

Plagiasi?

lantas apakah ini termasuk dalam kategori plagiasi, atau “self plagiarism”

Saya tidak bisa terlalua jauh untuk sampai pada kesimpulan plagiasi, namun perlu diketahui latar belakang kejadian ini sehingga bisa memahami duduk perkaranya.

Namun satu tulisan dengan judul sama dan isi sama di 5 koran yang berbeda sudah cukup untuk melihat, ada yang salah dengan semua ini.

Mungkin bisa menjadi bahan masukan buat kita dan introspeksi sehinga kita bisa lebih berhati-hati.


Opini Pikiran Rakyat, epapaer (28/09/2010)

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: