Skip to content

K20 Maros: sebuah cerita yang tertinggal (Bag.1)

October 17, 2010
tags: , , ,

Sudah lebih dari delapan tahun cerita yang terjadi, sekitar April 2002, dimana saya harus berjuang mati-matian mengingat semua teori tentang rescue dan pengendalian diri.

Selama ini saya tidak pernah menuliskan maupun bercerita panjang lebar tentang kejadian di K20, yang terletak dibelantara hutan Karaenta, Karst Maros. Bahkan, saya pun tidak pernah bercerita kepada teman-teman yang membuat kronologis kejadian waktu itu.

Mungkin saatnya sekarang saya bercerita dengan segala yang masih saya ingat meskipun orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak banyak yang saya ingat.

Bukan saya kemudian merasa sok menjadi bagian dari proses tersebut, tapi lebih pada mencoba mengambil hikmah dan pelajaran yang pernah terjadi dalam sejarah dunia Caving di Indonesia khususnya di Maros. Dengan berbagi, ada banyak pihak yang bisa memetik pelajaran dari kejadian tersebut.

Saya, merasa Kojek tidak akan keberatan dengan cerita ini karena saya yakin dia sepaham dengan saya, bahwa musibah di dalam gua bukanlah satu hal yang perlu ditutup-tutupi melainkan harus dibuka selebar-lebarnya kepada semua pihak agar ada pelajaran yang bisa dipetik dan sekaligus sebagai bahan evaluasi buat kita semua agar kejadian yang sama tidak terjadi pada kita di kemudian hari.

Bertemu tidak sengaja

Sebetulnya, secara tidak sengaja saya bertemu Kojek dan Gatho yang kebetulah waktu itu sebagai instruktrur KDKL di Maros.

Ketika saya mau masuk ke salah satu gua, saya melihat ada beberapa orang yang sedang simulasi banjir di Sungai. Waktu itu saya tidak tahu kalau di situ ada Kojek dan Gatho.

Kemudian saya baru tahu kalau, Gatho dan kojek ada di antara mereka. Setelah ngobrol-ngobrol kemudian kita sepakat untuk janjian untuk masuk ke salah satu gua terpanjang yaitu Gua Salukan Kallang setelah kegiatan KDKL selesai.

Saya tidak tahu persis tanggal berapa waktu itu, namun seingat saya, kita masuk ke Salukan Kallang hari Rabu siang hari dan keluar malam hari atau tepatnya malam kamis.

Karena hari kamis saya sudah hari kembali ke Wisma Bantimurung untuk bergabung dengan teman-teman dari LIPI yang sedang melakukan kegiatan penelitian.

Menyusuri Gua Salukan Kallang

Gua Salukan Kallang merupakan salah satu gua terpanjang yang dikenal saat ini di Maros, sebelumnya saya pernah memasuki gua ini bersama tim Perancis yang waktu itu kita harus menyusuri lorong utama yang merupakan sungai bawah tanah. Saat itu kita harus menyusuri sungai dengan berbekal perahu kecil “inflatable boat” yang belum pernah saya naiki.

Kemudian, untuk yang kedua kalinya saya bersama kojek dan teman-teman dari Makassar seperti Indra dari Leang Speleological Club dan ada teman dari Kendari yang kebetulan waktu itu ikut dalam KDKL.

Setelah kita berangkat menuju hutan Karaenta, kita memutuskan membuat tenda untuk menginap di sekitar Sumur jodoh, yakni salah satu mata air yang keluar dari lubang yang tersusun oleh batuan beku.

Dari lubang itu, keluar air dan kita gunakan sebagai sumber untuk memasak. Setelah selesai, baru kemudian di siang hari kita memutuskan untuk memasuki Gua Salukan Kalang melalui salah satu mulut gua vertikal yang terletak di tengah hutan. Dari mulut yang sempit ini, kita menuruni sekitar beberapa meter kemudian menemukan lorong fosil Horisontal.

Kemudian melanjutkan menyusuri lorong utama yang bersungai, namun tidak berapa lama kita menyusuri lorong yang ada di sebelah kiri, upstream sungai utama, untuk menyusuri lorong kecil yang brakhir pada satu sump.

Nyali saya agak kecut, karena waktu itu saya ingat betul masih termasuk musim hujan dimana di kanan kiri dinding gua banyak ditemukan sampah sisa banjir yang bisa diperkirakan air akan menutupi semua lorong dengan arus yang tidak bisa dibayangkan derasanya.

Setelah sampai di sump, kita menyempatkan untuk makan dulu, meskipun saya sendiri sudang tidak bisa makan dengan lahap karena kepikiran kondisi lorong yang cukup membuat nervous.

AKhirnya kita putuskan keluar dan kita kembali ke champ di Sumur Jodoh sekitar jam 8-an malam.

Cerita membunuh malam

Karena sudah sekian lama kita tidak bertemu, akhirnya malam itu, kita gunakan untuk cerita dan gojek kere sampai cukup larut malam.

Tinggal kita berdua yang cerita dengan kejadian-kejadian di dunia caving yang terjadi beberapa waktu sebelumnya.

Salah satu cerita yang hangat kita bicarakan adalah peristiwa kecelakan yang hingga meninggal di Luweng Jomblang-Grubug yang kala itu hampir berurutan yakni peristiwa kejatuhan batu dan terjatuh karena descender lepas.

Ketika itu, kita mengkritisi kenapa begitu banyak kejadian kecelakaan gua yang terjadi bahkan hingga merenggut nyawa. Akhirnya kita sampai pada kesepakatan bahwa kejadian maupun musibah dalam gua bukan suatu hal yang tabu, justru harus secara terbuka di sebarluaskan dan menjadi bahan pelajaran buat semua. Dari kronologis sampai kemungkinan-kemungkinan yang bisa menjadi penyebab kecelakaan tersebut seperti kesalahan manusia, alat atau faktor lain.

Dengan pandangan yang sama tersebut, maka kita memandang sebuah kejadian harus dibuka selebar-lebarnya dan diperlukan kejujuran, dan jangan dianggap kejadian tersebut sebagai aib bagi individu atau organisasi.

Setelah gojek kere ngalor ngidul dan waktu sudah menjelang fajar, akhirnya kita tidur di tenda di tengah belantara Karaenta.

Sebelumnya, Kojek cerita kalau akan meneruskan masuk ke gua vertikal yang terdalam yakni K20 yang belum diputuskan waktunya kapan.

Karena saya memutuskan untuk tidak ikut menyusuri gua vertikal tersebut, kare saya  sudah janji mau dijemput oleh supir langganan kita yaitu si Bacok, yang sering bantu saya dan tim LIPI untuk berkeliling di Maros.

Sekitar jam 10 saya kembali ke Wisma Bantimurung untuk bergabung dengan teman-teman yang masih ada di sana.

Setelah itu, saya tidak mengetahui lagi kegiatan Kojek dan teman-teman yang akan eksplorasi di  K20.

Bersambung ……

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: