Skip to content

Siapa sebenarnya Homo sapiens?

October 20, 2010

Dalam dunia taksonomi, suatu nama jenis didasarkan pada spesimen contoh yang menjadi acuan untuk penamaan dan deskripsi suatu jenis. Spesimen ini dikenal dengan nama Holotype, atau abad 17 bisa cuma disebut dengan “Type”.

Sama dengan nama jenis binatang atau tumbuhan, nama latin manusia dikenal dengan nama Homo sapiens Linnaeus 1758. Nama ini dikenalkan oleh Linnaeus pada tahun 1758.

Sebagai jamaknya penamaan jenis, pasti Linnaeus mendasarkan nama jenis tersebut pada spesimen yang menjadi dasar penamaan atau spesimen “type”. Namun banyak peneliti yang meragukan dan bahkan bertanya-tanya sebenarnya siapakah yang dipakai sebagai dasar penamaan Homo sapiens. Berbagai diskusi di beberapa milis pun banyak yang mendiskuiskan ini. Selain itu, di salah satu website Smithsonian pun memberikan penjelasan tentang Homo sapiens.

Lantas siapakah manusia bijak itu?

Homo sapiens bisa diartikan sebagai “manusia bijak atau manusi yang tahu”. Pada tahun 1758 belum ada ketentuan suatu penamaan jenis harus menentukan spesimen contoh. Sehingga diduga saat itu Linnaeus tidak menentukan siapa yang menjadi dasar dia memberi nama manusia sebagai “Homo sapiens“. Sehingga beberapa ahli berpendapat bahwa Homo sapiens tidak mempunyai spesimen tipe.

Meskipun, seperti yang diungkap dalam website Smithsonian, sekitar tahun 1994 salah seorang Palentologist, Robert Bakker,mengumumkan tipe spesimen yakni tengkorak milik seorang palentologist besar yang meninggal tahun 1897 yakni Edward Drinker Cope yang telah mendedikasikan badanya untuk ilmu pengetahuan.

Namun, nampaknya hal ini masih belum bisa diterima oleh beberapa kalangan. Hal ini disebabkan karena, sebagai sepeimen Type, mestinya digunakan atau diuji oleh orang yang memberi nama yakni Linnaeus sendiri. Sementar waktu itu, Cope belum ada di dunia. Sehingga, penentuan tengkorak Cope sebagai tipe ini tetap belum dapat diterima.

Dalam diskusi salah satu milis, ada beberapa yang berpendapat bahwa ketika itu, Linnaeus menggunakan dirinya sendiri sebagai ‘obyek” untuk memberi gambaran tentang homo sapiens dan sekaligus sebagi satu-satunya tipe spesimen yang diuji.

Namun, ada beberapa yang masih tidak sependapat dengan pendapat ini.

Lantas, siapa yang menjadi acuan penamaan “manusia bijak” itu?

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: