Skip to content

Kalacemeti dari Borneo

October 21, 2010

Sebagai salah satu hasil ekspedisi Pusat Penelitian Biologi LIPI bekerja sama dengan The Nature Conservancy di Sangkulirang Kalimantan Timur dan bersama Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI di Pegunungan Muller, Kalimantan Tengah pada tahun 2004, empat jenis baru kala cemeti ditemukan dari gua-gua di wilayah tersebut.

 

Dalam artikel yang terbit di jurnal taksonomi ZOOTAXA 2612 pada tanggal 15 September 2010, empat jenis baru kala-cemeti dari suku Charinidae, bangsa Amblypygi, kelas Arachnida dilaporkan oleh Cahyo Rahmadi bersama peneliti dari Australia, Dr. M. S. Harvey (Western Australian Museum) dan Jepang, Dr. J. Kojima (Ibaraki University).


Jenis baru
Jenis dari marga Sarax ini mempunyai ukuran tubuh relatif kecil, panjang tubuh berkisar antara 6-16 mm. Tubuh dilengkapi capit dg duri yang tajam, sepasang kaki paling depan termodifikasi menjadi antena dan berjalan dengan 3 pasang kaki tidak seperti lazimnya laba-laba yang berjalan dengan 4 pasang kaki. Bagian tubuh dibagi menjadi prosoma yaitu bagian kepala yang menyatu dengan bagian dada dan ophistosoma atau abdomen yakni bagian perut.

Pedipalp jantan dari Sarax yayukae

Jenis pertama adalah Sarax yayukae, yang didedikasikan untuk Prof. Dr. Yayuk R. Suhardjono atas partisipasi beliau selama ekspedisi di Pegunungan Muller dan karst Sangkulirang. Sekaligus penghargaan atas sumbangsih beliau bagi pengetahuan biologi gua di Indonesia.

Sarax yayukae ditemukan di gua di Tumbang Topus di Murung Raya, Kalimantan Tengah, TN Bukit Raya-Bukit Baka, Kalimantan Barat dan Pulau Manukan di seberang Kota Kinabalu, Sabah Malaysia.

Jenis kedua adalah, Sarax cavernicola, diberi nama sesuai tempat hidupnya di dalam gua yang berasal dari bahasa Latin  ”caverne” yang berarti gua dan ”coles” artinya menghuni atau hidup.

Jenis ini mempunyai karakteristik khas gua dengan mata yang mengecil, warna coklat pucat dan tungkai yang memanjang. Jenis ini hanya ditemukan di dua lokasi di Sangkulirang yaitu Gua Ambulabung di Baai, Kutai Timur dan beberapa gua di daerah Marang, Kelai, Kabupaten Berau.

Jenis ketiga adalah Sarax mardua, diberi nama berdasarkan nama gua tempat jenis ini ditemukan yaitu Gua Mardua di daerah Pengadan, Kutai Timur. Sama halnya dengan jenis sebelumnya, jenis ini juga khas teradaptasi hidup di dalam gua dengan warna coklat pucat, mata mengecil dan tungkai yang memanjang. Jenis ini hanya ditemukan di satu gua yang terletak di bukit karst yang terisolasi di daerah Pengadan.

Jenis keempat adalah Sarax sangkulirangensis, ditemukan di tiga lokasi berbeda yaitu Tabalar, Pengadan dan Danau Tebo. Jenis ini berbeda dengan jenis yang ditemukan sebelumnya, karena relatif belum mengalami adaptasi di gua karena mata relatif besar dan warna hijau kegelapan. Selain itu sebaran juga luas. Nama jenis diambil berdasar nama formasi karstnya yaitu Sangkulirang.

Dampak terhadap pelestarian
Karst Sangkulirang merupakan kawasan yang terancam oleh alih fungsi lahan. Beberapa ancaman yang menghadang adalah rencana tukar guling untuk pembuatan jalur bebas hambatan, penambangan batu bara di sekitar Marang dan penambangn kapur.

Temuan ini diharapkan dapat menjadi data tambahan bahwa kawasan karst Sangkulirang mempunyai potensi biodiversitas yang banyak belum tergali. Hal ini juga dibuktikan dari kelompok fauna lain seperti ikan, kecoak raksasa, kepiting, kaki seribu dan masih banyak jenis yang belum terdeskripsi.

Semoga, hal ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengelolaan kawasan tidak hanya karst Sangkulirang tapi secara luas Kalimantan yang terkenal dengan hutan tropisnya yang berperan sebagai jantung dunia. (CR)

Artikel asli dari BLOG LIPI

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: