Skip to content

Mencari serpihan fosil kalacemeti dari masa lalu di Nusantara, mungkinkah?

December 10, 2010

Bryptophygus weygoldti Dunlop and Martill 2002 yang diperkirakan ditemukan dari masa Awal Cretaceous (Aptian, sekitar 115 juta tahun lalu)

Kalacemeti merupakan salah satu kelompok Arachnida yang cukup tua ditemukan hidup di muka bumi ini. Menurut Dunlop (2010), kalacemeti mulai berdiversifikasi sejak 320 juta tahun lalu.

Beberapa fosil yang ditemukan menunjukkan beberapa jenis mempunyai hubungan kekerabatan dengan jenis-jenis yang ditemukan di muka bumi saat ini.

Temuan fosil kalacemeti sudah tidak asing lagi ditemukan di belahan bumi di Amerika Selatan maupun di Eropa. Namun, temuan maupun catatan fosil kalacemeti di Indonesia sama sekali belum ada.

Mengingat, sekali lagi, kalacemeti merupakan kelompok yang cukup tua, saya yakin jenis-jenis ini sudah berkeliaran sejak jaman ratusan juta tahun lalu.

Namun, jenis-jenis yang terjebak menjadi fosil maupun terjebak dalam Amber di Indonesia masih sangat samar dan sama sekali tidak diketahui.

Kekayaan fosil

Temuan fosil-fosil yang spekatakuler dari pulau-pulau Indonesia, seperti temuan manusia Flores dan yang baru-baru ini bangau raksasa dari situs yang sama di Liang Bua menjadikan penasaran saya untuk mencari jawaban, mungkin ada serpihan fosil di antara sekian banyak temuan tersebut.

Saya penasaran, karena bisa jadi fosil ini sudah terkoleksi di museum-museum kita namun belum ada yang menyadari keberadaannya sebagai satu catatan yang penting buat ilmu pengetahuan, khususnya saya.

Banyaknya situs-situs temuan penting yang berada di sedimen gua, menambah keyakinan saya bahwa dari sekian banyak serpihan maupun tumpukan yang terfosilisasi bisa jadi terselip kalacemeti di dalamnya.

Manfaat

Dengan umur yang sangat tua yakni 320juta tahun, sekiranya ada bukti fosil kalacemeti di pulau-pulau Indonesia hal ini dapat digunakan untuk memperkirakan sejak kapan kalacemeti mengkolonisasi pulau-pulau di Indonesia.

Dengan temuan fosil dan perkiraan umur fosil, dapat digunakan untuk merekontruksi sejarah evolusi kalacemeti di Nusantara mengingat komposisi keanekaragaman kalacemeti di Indonesia bagian barat sangat berbeda dengan Indonesia bagian timur.

Komponen penyusun jenis dan marga di bagian barat, jelas-jelas lebih dekat dengan elemen Oriental dibandinkan Australia. Sedangkan di bagian timur dari Papua, Sulawesi dan sekitarnya jelas-jelas lebih dekat dengan komponen Australia yang saya perkirakan proses “radiasi” berada di sekitar New Guinea.

Yaang menarik dari ini adalah, dua komponen marga yang lebih Oriental dan Australia ini termasuk dalam satu kelompok suku yang saya yakin mempunyai asal usul dari Gondwana timur.

Menyebar

Kedua komponen tersebut terpisah satu sama lain seiring pecahnya benua-benua purba kecil dari sempalan Gondwana yang mengapung ke arah utara yang terdiri dari penyusun Tibet Selatan, Burma, Semenanjung Malaysia dan Sumatra yang diperkirakan terpecah dari Gondwana sekitar 200 juta tahun yang lalu. Dari sini lah,jenis-jenis yang saat ini sangat terbatas di paparan Sunda berawal. Namun semua ini masih perlu pembuktian lebih lanjut terutama dengan pembuktian temuan fosil.

Begitu pula jenis yang saat ioni tersebar di timur Indonesia diperkirakan terpisah dari Australia saat ini yang merupakan bagian Gondwana Timur, bersama pecahan beberapa fragment benua purba seperti New Guinea, dana pulau-pulau kecil termasuk penyusun Sulawesi di bagian timur. Sekali lagi, semua ini masih sangat spekulatif dan terlalu dini untuk membuat kesimpulan.

Bukti

Selain dengan bukti fosil, dengan menggunakan “jam molekuler” nampaknya menarik untuk diungkap lebih jauh, sejauh mana sejarah dan evolusi kalacemeti di Nusantara ini.

Temuan fosil, jika ada, sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai patokan atau kalibrasi ‘jam molekuler sehingga bisa digunakan sebagai dasar untuk membuat skenario distibusi kalacemeti di Nusantara dan dunia pada umunnya.

Pertanyaannya, adakah yang mempunyai fosil tersebut yang terselip di koleksi -koleksi fosil di Indonesia?

Dengan senang hati, saya bisa belajar dan berdiskusi bersama…

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: