Skip to content

Uang dan kekayaan alam

December 22, 2010

Uang memang bisa membuat orang bisa membeli apa saja, bahkan bagi yang mempunyai banyak uang bisa membeli kekayaan alam yang ada di sekeliling kita.

Namun, sekarang saya tidak akan membicarakan bagaimana uang bisa membeli kekayaan alam tapi lebih pada bagaimana uang bisa menghadirkan kekayaan alam yang ada di suatu negara.

Uang Kertas Baru Filipina

Baru-baru ini, Bank Sentral Filipina mengeluarkan uang dengan model baru dan dengan warna yang cukup menggugah. Terlepas dari kontroversi yang ada, uang tersebut telah memberikan satu kebanggaan tersendiri bagi bangsa Filipina.

Uang-uang baru dengan pecahan dari 20, 50, 100, 200, 500 dan 1000Peso ini menghadirkan kekayaan alam yang ada di Filipina dan termasuk didalamnya keanekaraman hayati yang dimiliki oleh Filipina.

Berikut ini saya hanya menyampaikan bagian yang memuat kekayaan alam saja yang bisa dan relevan saya bicarakan.

20 Peso

Lihat saja pecahan 20 Peso yang berwarna orange, di satu sisi uang kertasnya terdapat gambar bentang alam persawahan berundak yang menjadi UNESCO World Heritage Site yakni Benaue Rice Terraces yang di negeri kita banyak dikenal seperti di Bali. Dengan latar belakang sawah terasiring, terdapat gambar kekayaan biodiversitas yang nampaknya tidak hanya ditemui di Filipina yakni “palm Civet” atau luwak yang dikenal dengan nama ilmiah Paradoxurus hermaphroditus.

Dalam lembaran uang tersebut, meskipun penulisan nama ilmiahnya tidak sesuai kaidah penulisan nama ilmiah, tertulis “Paradoxurus Hermaphroditus Phillipinensis” [sic]. Sepertinya latar belakang, pemuatan gambar luwak ini karena Filipina juga memiliki sentra produksi kopi “luwak” di daerah Cordilleras.

50 Peso

Pada uang kertas 50 peso yang berwarna merah, terdapat gambar bentang alam Danau Taal di latar belakang, dengan gambar depan sejenis ikan yang disebut dalam bahasa Tagalog dengan “Maliputo” dan tertulis nama ilmiah sebagai “Caranx Ignobilis” [sic] yang merupakan satu jenis yang hanya menghuni di Danau Taal dan konon satu-satunya Sardines air tawar di dunia.

100 Peso

Dalam uang kertas 100 Peso yang berwarna biru, terdapat gambar latar berupa gunung yakni Gunung Api MAYON yang merupakan salah satu gunung aktif di Filipina.

Sedangkan gambar biodiversitas yang disajikan adalah Whale Shark “Ryncodon Typus” [sic] yang dikenal dengan butanding yang konon ikan terbesar yang ditemukan di Sorsogon untuk kawin dan Sungai Dongsol untuk makan plankton.

200 Peso

Pecahan 200 Peso ini berwarna hijau dengan gambar latar yang sangat terkenal bentang alam yang sangat khas yakni “Bohol Chocolate Hills” yang berbentuk kerucut dengan jumlah mencapai 1268 bukit yang berketinggian 30-50 meter. Konon, pada musim hujan bukit-bukit ini berwarna hijau namun menjelang akhir musim hujan menjadi berwarna coklat seperti “coklat” sehingga disebut dengan “chocolate hills”.

Di bagian depan, terdapat gambar tarsius “Tarsius Syrichta” [sic] yang konon menjadi kelompok mamal terkecil di dunia. Jenis tarsius ini dapat ditemuakn Bohol  dan di Samar,Leyte, dan Mindanao.

500 Peso

Pecahan 500 Peso berwarna kuning kecoklatan dengan latar belakang salah satu UNESCO World Heritage Site berupa sistem perguaan yang sangat terkenal di Filipina yakni Puerto Princessa Subterranean River National Park. Sistem perguaan dengan sungai bawah tanah ini sangat dikenal memeliki keindahan yang luar biasa.

Sedangkan di gambar depan terdapat gambar burung “betet” yang dikenal dengan Blue-naped Parrot “Tanygnathus Lucionensis”[sic] yang merupakan salah satu jenis burung yang langka dan hanya ditemukan di Palawan dan Mindoro. Keberadaan gambar burung ini mendapat kritikan dari kumpulan pengamat burung karena betet dengan paruh berwarna kuning tidak pernah ditemukan di Filipina, karena jenis tersebut semestinya mempunyai paruh berwarna merah di alamnya.

1000 Peso

Dalam pecahan 1000 Peso, berwarna biru selaras dengan latar belakang yang menampilkan kekayaan terumbu karang di Filipina yaitu kawasanTubbataha Reef Natural Park yang masuk dalam UNESCO World Heritage Site. Sedangkan kekayaan jenis yang ditampilkan adalah mutiara yang dikenal South Sea Pearl “Pinctada Maxima” [sic] yang banyak ditemukan di perairan Laut Sulu.

Kontroversi

Selain terobosan yang dilakukan oleh Bank Sentral Filipina dengan menyajikan keindahan alam yang dimilikinya, ada beberapa hal yang dianggap salah oleh beberapa pihak.

Salah satunya ada kesalahan gambar paruh yang berwarna kuning pada betet yang ada di uang kertas. Gambar jenis betet tersebut tidak pernah ditemukan di Filipina karena semestinya berwarna merah. Kolompok pengamat burung telah memeprotes kesalahan tersebut namun nampaknya pihak bank berkilah kalau mereka telah melakukan penelitian selama 3 tahun.

Selain itu, pencantuman peta dianggap tidak sesuai karena ada satu pulau yakni Pulau Batanese di dekat yang tidak terdapat dalam gambar peta tersebut, sekali lagi pihak bank juga berkilah kalau mereka harus menggambar peta seakurat mungkin berarti harus tergambar sebanyak 7000 pulau yang ada di Filipina. Pihak Bank hanya berkilah kalau hanya memberikan gambaran kawasan penting yang ada di Filipina

Menurut saya, selain dua hal yang telah menjadi kontroversi tersebut, kurang sesuainya kaidah penulisan nama ilmiah juga telah menambah gambaran kalau pihak ‘perancang’ uang tidak begitu memperhatikan kaidah penulisan nama ilmiah suatu jenis khususnya penamaan binomial. Hal ini menunjukkan pihak perancang tidak melibatkan taksonom yang dimiliki negara tersebut untuk merancang uangnya. Padahal mereka mengaku telah membuat “research” selama 3 tahun.

Pemilihan jenis luwak pun kurang pas, mengingat jenis ini banyak ditemukan di kawasan Asia sehingga tidak menjadi karakteristik jenis yang endemik di Filipina. Sekiranya ada jenis-jenis yang endemik Filipina mungkin bisa lebih menarik.

Uang Indonesia

Lantas, bagaimana dengan Indonesia. Indonesia sejak dulu telah membuat pecahan uang kertas dengan menampilkan beberapa kekayaan alam dan binatangnya.

Nampaknya kalau Bank Indonesia jadi Redonominasi atau ada rencana membuat uang kertas baru, perlu lebih banyak lagi menampilkan kekayaan alam dan kekayaan jenis biotanya. Bentang alam yang ada masih banyak yang belum dicantumkan.

Namun jangan sampai penulisan nama jenis flora atau fauna nya salah atau tidak sesuai dengan kaidah penamaan jenis.(*hueksss… )

Jadi ingat uang kertas pecahan 500 rupiah yang bergambar orang utan, dulu jaman kuliah selalu pesan nasi kucing di angkringan Blumbang Pogung Lor dengan sebutan “bonbin’ untuk pesan nasi kucing dengan harga 500 rupiah.

Jadi kangen angkringan.

Sources;

1. Uang Kertas Baru Filipina

2. Yahoo

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: