Skip to content

Karst Jawa kian terancam

July 4, 2011

Sebaran karst di Jawa

Jawa tidak dipungkiri memang menjadi pulau segalanya di Indonesia, pusat ekonomi, kepadatan penduduk, bahkan konon penyumbang masyarakat miskin terbesar di Indonesia tapi juga segala macam masalah bisa jadi bersumber dari pulau satu ini, dari masalah politik bahkan sampai masalah kerusakan lingkungan.

Salah satu yang menjadi masalah adalah masalah lingkungan karst yang kian lama kian terpojok dan tergerus oleh aktivitas manusia untuk alasan pembangunan dan kemajuan ekonomi bangsa. Alasan yang tidak salah dan bisa menimbulkan perdebatan panjang.

Di Jawa, luas kawasan karst mencapai 4 persen dari total luas pulau Jawa yang tersebar dari Cibinong, Padalarang, Gombong Selatan, Nusakambangan, Gunung Sewu sampai ke Malang Selatan dan Tuban Lamongan.

Rusak parah

Namun kondisi terkini kawasan itu sungguh sangat memprihatinkan. Lihat saja di sepanjang tol Jagorawi dan tengoklah ke kiri kalau kita menuju Bogor dari Jakarta, akan sangat jelas bukit yang berwarna putih dengan bangunan salah satu pabrik semen terbesar di kawasan itu.

Kalau kita mau ke Bandung lewat Cianjur, sampai di Padalarang lihatlah di sana berseliweran truk-truk mengangkut batu gamping sementara bukit-bukit sudah terkoyak tak lagi berbentuk.

Kalau kita jauh ke timur, di daerah Tuban salah satu pabrik semen di sana sudah mengusik keindahan bentang alam karst yang menarik, semua terkoyak menjadi bercak-bercak putih jika diamati dengan Google Earth.

Di Gunung Sewu, di daerah Bedoyo yang notabene di bawahnya mengalir sungai bawah tanah terbesar Gua Bribin, bukit-bukit kapur mulai tercerabut dan bopeng-bopeng tak lagi berbentuk.

Inilah salah “banyak” kondisi karst di Jawa yang sudah carut marut tak terkelola dengan baik. Ada banyak konsekwensi di sana yang perlu dipertimbangkan yang bisa mengusik keberadaan manusia di Jawa. Namun, apakah itu menjadi persoalan untuk alasan “pembangunan” dan peningkatan “pendapatan asli daerah”? Saya rasa tidak, keseimbangan lingkungan sepertinya menjadi pertimbangan nomer ke sekian dari rencana investasi di bidang pabrik semen. Who Knows?

Pabrik Semen di Cibinong

Selain pabrik-pabrik semen yang saat ini sudah beroperasi, beberapa tahun kedepan akan banyak pabrik semen baru yang akan dibuka. Lihat saja di daerah Lebak, Banten. Sebentar lagi akan ada pabrik semen baru yang akan beroperasi di sana. Sperti yang diberitakan Media Indonesia, rencana pembangunan fisik akan dimulai awal 2012 dan diharapkan selesai 2013.

Sementara, di Tuban raksasa Semen dari Swiss sudah mulai mengerjakan pembangunan fisik untuk pabrik semen baru di daerah Tuban.

Sedangkan beberapa waktu lalu, Semen Gresik yang berencana membangun pabrik semen di Grobogan gagal total karena banyak yang menentang dan secara studi kelayakan banyak kekurangan. Namun nampaknya, Karst di Grobogan tetap menjadi primadona pabrik semen, terbukti ada rencan pembangunan pabrik yang diusulkan oleh salah satu perusahaan China seperti yang diberitakan bisnis.com yang konon mempunyai total investasi USD 30 juta dengan kapasitas 16.000 ton perhari.

Belum lagi banyaknya pemerintah daerah yang mengundang investor di bidang satu ini untuk menaruh uangnya di daerahnya dengan cara pembangunan pabrik semen. Beberapa waktu lalu, Bupati Pati juga pernah mengundang investor untuk membuka lagi rencana penambangan dan pendirian pabrik semen yang sempat menjadi polemik. Bupati Malang, mengundang investor dari perusahan Lafarge untuk menanamkan modalnya di bidang pembangunan pabrik semen. Total investasi yang diperkirakan USD 300 juta ini konon akan banyak ditanamkan di Jawa Timur seperti yang diberitakan bisnis.com.

Sedangkan salah satu perusahan di Sulawesi Selatan juga berniat untuk investasi dalam bidang pabrik Semen di Jawa, meskipun mereka juga sudah mempunyai salah satu pabrik di Maros, Sulawesi Selatan. Kembali Bisnis.com juga memberitakan rencana pembangunan pabrik baru di Jawa sampai 2015.

Mengapa begitu banyak perusahan pabrik semen berencana menanamkan investasi di Jawa?

Jawa adalah kunci

Jawa adalah kunci, mungkin itu yang pas untuk menggambarkan bagaimana Jawa menjadi magnet segala macam investasi karena semuanya ada di sini.

Konon, membuka pabrik semen di Jawa lebih murah dibandingkan membuka pabrik di luar Jawa yang juga mempunyai banyak potensi karst.

Hal ini karena didukung infrastruktur jawa yang lebih baik dan juga potensi pasar terbesar ada di Jawa. Sehingga investor tidaklah mau rugi untuk menanamkan investasinya di luar Jawa yang membutuhkan biaya lebih banyak.

Di Jawa, jalan dan sumber daya manusia sudah tersedia dan ini yang banyak dijadikan alasan semua pihak mengapa mereka senang untuk mengundang investor untuk membuka pabrik semen. Karena konon akan mengurangi pengangguran dan mempercepat perputaran roda ekonomi di daerahnya yang tentu saja akan meningkatan PAD.

Tapi apakah akan seperti itu terus, Jawa diaduk-aduk sampai anak cucu kita hanya menikmati pemandangan indah karst dan gua di museum-museum atau di album foto di Facebook, Flickr, Instagram dan lain-lain.

Bagaimanapun Jawa mempunyai ambang batas maksimal untuk menopang aktivitas penambangan kapur. Tapi, sejauh mana daya dukung Jawa untuk menopang itu. Perlu dilakukan studi yang menyeluruh untuk menjawab ini.

Membelah permasalahan

Jelas, secara ekonomi dan pembangunan rencana pendirian pabrik ini akan meningkatkan ekonomi tapi apakah dampak negatif juga tidak diperhatikan.

Bagaimana dampak nya bagi lingkungan dan terganggunya keseimbangan lingkungan bagi manusia yang hidup di sekitarnya.

Akademisi, peneliti, penelusur gua nampaknya harus mulai menyatukan langkah dan merapatkan barisan untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan ini.

Ada yang harus menjadi bagian dari “problem solver” dalam polemik pemanfaatan kawasan karst ini. Semua pihak yang bisa ikut menjadi bagian ini harus bahu membahu karena kita berkejaran dengan waktu.

Data-data ilmiah tentang kawasan karst di Jawa masih minim dan sekiranya ada pun masih tercerai berai di beberapa pihak. Ada saatnya untuk duduk bersama dan menjadi bagian untuk memberi jalan tengan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan pelestarian kawasan karst.

Peneliti dan akademisi tentu saja akan berbicara dengan data dan pengetahuannya, bukan karena apa yang diterimanya. Untuk itulah, nampaknya mendesak untuk membuat “master plan” pengelolaan kawasan karst di Jawa untuk kepentingan ekonomi dan perlindungan.

Mungkin bukan mimpi kalau kita mau memulainya

Catatan:

  1. Terima kasih pada Sunu Widjanarko, diskusinya semalam dan link-linknya yang menjadi ide nulis kegelisahan ini.
  2. Kalau ada yang mau memperkaya dengan diskusi silakan, semoga kita bisa menjadi “problem solver” dan bukan menjadi “problem maker”
Artikel terkait:
  1. Beberapa karst di Jawa
  2. Alasan perlindungan kawasan karst.
  3. Dilema pemanfaatan karst
  4. Ironi Amdal Karst
  5. Fauna Gua dan pelestarian karst
  6. Karst Jawa Barat perlu dilestarikan
  7. Re-orientasi Caving dan Speleologi Indonesia
Advertisements
3 Comments leave one →
  1. October 14, 2013 6:19 pm

    asalamualaikum
    mau tanya buat kelelawar pedan jawa itu apakah di temukan di kawasan karst pulau jawa?

  2. October 14, 2013 6:20 pm

    asalamualaikum
    mau tanya buat kelelawar pedan jawa itu apakah di temukan di semua kawasan karst pulau jawa?

    • October 30, 2013 5:14 pm

      maaf baru balas, pedan Jawa ada di beberapa kawasan karst, ada di Gunungsewu, Tuban dan di Grobogan .. namun jumlah mereka tidak banyak.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: