Skip to content

Caver yang berperan

September 9, 2011

Caver atau penelusur gua adalah orang-orang yang memiliki aktivitas menyusuri gua-gua baik gua horisontal maupun gua-gua vertikal yang terkadang memiliki kesulitan tinggi.

Seorang caver tidak hanya memiliki keberanian dan mental yang tinggi tapi juga mesti diimbangi dengan kemampuan mengelola diri dalam menghadapi kondisi yang sulit.

Selain itu, kemampuam teknik juga menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki oleh setiap caver agar dapat mendukung kegiatan penelusuran baik horisontal maupun vertikal.

Selain kemampuan teknik caving standard seperti Single Rope technique (SRT) seorang caver juga dituntut untuk memiliki kemampuan teknik rescue atau pertolongan dalam berbagai kondisi medan gua baik secara individu maupun berkelompok.

Itulah sarat minimal dari sisi teknik dan kemampuan yang mesti dimiliki oleh caver. Namun, selain itu ada yang lebih penting yakni sikap mental dan kepedulian terhadap keberadaan dan kelestarian gua yang disusuri.

Ini faktor penting yg harus diperhatikan, kemampuan teknik yang mumpuni tapi tidak diimbangi kesadaran untuk menjaga dan melestarikan gua tidak ada artinya karena hanya akan menimbulkan kerusakan dan gangguan pada lingkungan gua.

Peran caver
Sebagai seorang caver sudah semestinya memiliki peran bagi kelangsungan lingkungan gua dan karst secara umum karena kondisi yang sangat unik dan rentan terhadap gangguan.

Masuknya caver kedalam gua sudah sangat jelas mengganggu lingkungan gua. Sehingga diperlukan kehati-hatian dalam kegiatan penelusuran gua.

Untuk itulah, seorang caver harus memegang teguh etika penelusuran gua yakni:

Take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints, cave softly

Bermanfaat
Lantas, selain meminimalkan dampak penelusuran, seorang caver juga diharapkan mempunyai manfaat bagi gua dan karst secara umum.

Caver dengan berbagai latar belakang keilmuan seyogyanya bisa memanfaatkan keilmuan yang dimilikinya untuk mengembangkan ilmunya dan mempelajari seluk beluk gua dengan semua fenomenanya berdasar ilmu yang dimiliki.

Teman-teman caver yang mempunyai ilmu geologi bisa berperan untuk mempelejari struktur batuan yang mempengaruhi terbentuknya gua.

Caver yang senang dg kegiatan survey dan pemetaan gua bisa mendalami dan melakukan pemetaan gua yang sangat bermanfaat untuk keperluan lebih jauh dalam konteks pemanfaatn gua.

Caver yang punya minat biologi bisa melakukan kegiatan inventarisasi fauna yang hidup di dalam gua maupun karst.

Masih banyak ilmu yang bisa untuk dimanfaatkan untuk kepentingan gua dan karst yakni untuk mendukung kelestariannya dan pemanfaatannya.

Kegiatan penelusuran gua hendaknya menghasilkan sesuatu yang mengandung pesan perlunya pelestarian gua.

Mungkin ini menjadi beban bagi para caver tapi itulah yang harus kita lakukan karena kita sendiri telah menjadi beban bagi gua.

Bukan berarti caver menjadi sok ilmiah tapi akan lebih baik kalo ada sesuatu yang dibawa dari setiap penelusuran gua yang bisa dibagikan kepada orang lain melalui berbagai media seperti blog, website, majalah atau surat kabar.

Yang terpenting adalah pesan yang disampaikan bukan untuk mengundang orang berbondong-bondong memasuki gua tapi lebih pada mengenalkan bahwa ada dunia lain yang perlu diperhatikan dan memiliki keunikan dan kekhasan namun sakaligus memiliki kerentanan yang sangat tinggi.

Fenomena ‘share & tagged’
dengan kondisi saat ini yang serba digital dan didukung dengan sosial media yang sangat mewabah, untuk berbagi sesuatu di sosial media menjadi sangat kuat perannya.

Take, upload, share and tagged adalah hal yang jamak dilakukan di era Facebook dan Google+ dimana seorang caver bisa dengan mudah berbagi foto dan pengalaman.

Namun dari sekian banyak tampaknya berbagi foto hanya menyampaikan pesan dan mungkin ajakan untuk masuk ke gua selain untuk menunjukkan “ini lho aku”.

Pesan lain tidak tersampaikan karena terkadang hal-hal heroik dan menantang yang muncul di permukaan.

Pesan bahwa gua memiliki sifat yang sangat rentan dan perlu dilindungi masih tersimpan dibalik foto-foto itu.

Bagaimanapun, catatan ringan sampai berat harus bisa disampaikan kepada masyarakat dengan pesan jelas agar ada kesadaran untuk melindungi dan melestarikan atau setidaknya menggunggah pemegang kebijakan untuk memperhatikan gua dan lingkungannya.

Untuk itu, caver hendaknya tidak hanya menikmati tantangan yang ada tapi bisa memberi manfaat bagi gua itu sendiri.

Go caving, be smart and be useful!

~dalam GA885~

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. October 5, 2011 4:30 pm

    Salam kenal, Mas Cahyo!

    Saya sangat tertarik dengan tulisan-tulisan Anda mengenai aktivitas susur gua, sekaligus jadi belajar banyak tentang etika yg harus dipatuhi saat caving. Berharapnya para caver juga bisa membaca tulisan Anda yg sangat berharga ini. Sehingga mereka juga bisa mengedukasi masyarakat dengan apa yg mereka pahami, tidak hanya semata having fun atau mencari nomor anggota di dasar gua.

    Beberapa waktu lalu saya sempat masuk ke beberapa Gua di Gunungkidul, termasuk Jomblang & Grubug. Saya kaget saat di Jomblang lihat ada satu pohon yg sudah kena aksi vandalisme dimana dicorat-coret menggunakan pisau/alat tajam. Meski saya bukan caver tapi tetep ngrasa sedih, kok bisa-bisanya. Semoga kedepannya siapapun yg masuk ke dalam gua bisa lebih peduli dgn ekosistem yg ada di dalamnya dan bersama-sama berusaha untuk terus menjaga kelestariannya.

    Salam lestari!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: