Skip to content

Diskusi Biologi gua dan konservasi karst (Cibinong, 15 Oktober 2011)

October 19, 2011

Foto bersama setelah sesi diskusi di Gedung Widyasatwaloka Puslit Biologi LIPI, Cibinong (Foto M. Arid)

Akhirnya, setelah dengan sukses melakukan kegiatan sosialisasi biologi gua di Jogja dan tambahan di Malang, teman-teman Puslit Biologi LIPI berhasil mengadakan kegiatan diskusi di kandang sendiri, yakni di Gedung Widyasatwaloka tempat dimana kami para peneliti sehari-hari mencari nafkah.

Dengan pengumuman dan undangan yang seadanya, sekitar 30 orang bisa berkumpul di Ruang Seminar dengan lesehan sambil menikmati hidangan kacang rebus dan pisang rebus.

Kegiatan diskusi yang dimulai sekitar pukul 9.30 setelah dibayangi oleh rencana pemadaman listrik oleh PLN akhirnya berjalan dengan cair dipandu oleh Hari Nugroho.

Peserta diskusi yang banyak dihadiri oleh siswa-siswa dari Regina Pacis juga dihadiri oleh empat orang rekan yang patut kami apreasiasi yang bersepeda motor dari Bandung hanya untuk mendengarkan dan berdiskusi tentang biologi Gua yang mungkin sangat asing bagi mereka.

Namun, pemaparan pertama yang disampaikan oleh Prof. Yayuk R. Suhardjono berjalan dengan sangat meriah meskipun diselingi oleh padamnya listrik akibat dari rencana pemadaman listrik yang tidak tepat waktu oleh PLN.

Prof. Yayuk banyak menyampaikan tentang perkembangan biologi gua di Indonesia dan nilai-nilai penting dari biota yang ada di Gua serta apa yang perlu dilakukan dan tidak dilakukan oleh para penelusuru gua maupun biolog yang berkegiatan di dalam gua.

Beberapa pertanyaan dari siswa-siswa SMA cukup menggelitik namun terkadang cukup membuat kita memeras otak untuk memberi jawaban bagi teman-teman yang bertanya.

Suasana diskusi sambil lesehan di Gedung Widyasatwaloka LIPI (Foto M. Arid)

Setelah beberapa saat Prof. Yayuk menyampaikan dilanjutkan oleh saya yang berbagi tentang biota-biota gua yang telah banyak ditemukan di gua-gua di Indonesia dan nilai pentingnya buat pengelolaan kawasan karst khususnya konservasi kawasan karst.

Selain itu, Sigit Wiantoro juga menyampaikan tentang kelelawar yang banyak ditemukan di gua-gua di Indonesia dan peran pentingnya bagi ekosistem maupun sebagai pengendali hama.

Jadwal molor

Kegiatan yang mestinya berakhir pada pukul 13.00 akhirnya ditutup pada pukul 13.45 setelah dipaksa berhenti karena kami tidak menyediakan makan siang dan hanya bisa menyediakan buras dan gorengan yang setidaknya bisa mengganjal perut para peserta diskusi.

Diskusi yang meriah menjadikan kami memolorkan rencana acara yang semula mau ditutup pada pukul 13.00, dari sini kami bisa menarik kesimpulan sebenarnya banyak yang tertarik untuk mengetahui dan mengenal sisi lain dari gua yang selama ini dikenal sebagai lingkungan yang menakutkan seperti yang disampaikan oleh Prof. Yayuk pada saat mengawali acara diskusi.

Dengan keterbatasan apa yang kami bisa sediakan, kami sangat puas bisa berbagi dan berdiskusi dengan teman-teman yang hadir dalam diskusi baik yang dari Bogor seperti dari Regina Pacis, Lawalata IPB, Himakova Kehutanan IPB maupun teman-teman dari MAPEKA Bandung dan UPI Bandung yang telah jauh-jauh meluangkan waktu untuk datang.

Kami berharap ada manfaat yang besar dari kegiatan ini bagi sosialisasi dan meningkatkan kesadaran perlunya memperhatikan dan melesatarikan gua dan ekosistem karst.

terima kasih atas kehadiran dan keterlibatannya dalam diskusi Biologi gua dan konservasi karst.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: