Skip to content

Menikmati keindahan gua – Bag. 1

February 18, 2012

Salah satu sudut lorong di Gua Buniayu, Sukabumi

Wisata gua merupakan salah satu alternatif wisata yang banyak diminati oleh berbagai kalangan akhir-akhir ini. Meskipun wisata gua yang dibuka untuk umum telah banyak dikembangkan di berbagai daerah, namun wisata gua minat khusus belum banyak dikenal dan baru berkembang beberapa tahun ini.

Wisata gua bisa dibedakan menjadi wisata gua umum dan wisata gua minat khusus. Wisata gua umum dengan mudah dapat ditemui seperti di Gua Jatijajara di Kebumen, Gua Gong di Pacitan, Gua Akbar di Tuban, Gua Maharani di Lamongan dan gua-gua lain yang telah dikembangkan oleh pengelola untuk wisata.

Fasilitas yang ada pun, telah dibuat sedemikian rupa untuk memudahkan pengunjung sehingga tidak perlu repot untuk berbasah-basah atau berkotor-kotor di dalam gua. Fasilitas penerangan pun telah disediakan dengan lampu-lampu yang cukup terang untuk menyusuri jalan setapak dengan pagar sepanjang lorong gua.

Berbeda dengan wisata gua yang umum, wisata gua minat khusus adalah wisata gua untuk menikmati lingkungan gua yang masih alami dimana tidak ada fasilitas yang memadai untuk berwisata dengan nyaman. Wisata gua minat khusus ini menawarkan tantangan yang berbeda dengan wisata lainnya. Wisata ini lebih banyak menjual keaslian dan kesulitan yang mungkin lebih banyak dicari oleh orang-orang yang menyukai tantangan.

Wisata minat khusus yang banyak berkembang akhir-akhir ini adalah wisata “cave tubing” yang sudah dikembangkan di Gua Pindul, Gunungk idul. Selain itu, wisata gua minat khusus juga bisa ditemukan di Gua Buniayu yang menawarkan dua paket yaitu wisata umum dan minat khusus.

Wisata gua yang aman

Namun, sejauh mana kita memperhatikan keselamatan dan keamanan kita dan gua yang kita kunjungi? Mungkin itu pertanyaan yang akan saya coba ulas yakni bagaimana kita berwisata gua dengan aman dan nyaman untuk kita sebagai wisatawan sekaligus bagi gua yang kita kunjungi

Hal yang pertama kali perlu ditanamkan dalam benak kita adalah, seseorang yang memasuki gua untuk berbagai tujuan khususnya berwisata berarti kita telah mengganggu kondisi lingkungan gua.

Lingkungan gua merupakan salah satu lingkungan yang rentan terhadap gangguan dengan kondisi yang gelap, suhu dan kelembaban relatif stabil dan kondisi hidupan yang sangat rentan terhadap gangguan. Sehingga seminimal mungkin kita memberi gangguan terhadap gua selama melakukan penelusuran

Etika penelusuran gua

Ada yang menjadi pedoman kita semua khususnya di kalangan pegiat penelusuran gua (caver) sebelum kita melakukan kegiatan penelusuran gua. Pedoman itu dikenal dengan Etika penelusuran gua yaitu take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints, cave softly”

Hakikat dari etika tersebut yakni, take nothing but pictures yang artinya kita tidak boleh mengambil apapun dalam gua kecuali gambar atau foto. Jadi, semua aktivitas kita selama penelusuran gua, diharuskan untuk tidak mengambil apapun yang ada di dalam gua seperti ornamen gua, binatang gua atau apapun yang ditemukan di dalam gua. Karena dengan mengambil apa yang ada di dalam gua berarti kita telah semakin mengganggu kondisi gua yang sudah terganggu karena kita masuki.

Etika yang kedua, kill nothing but time adalah kita tidak diperkenankan untuk membunuh apapun yang ditemukan di dalam gua. Kalau ada binatang gua seperti ular, kodok, katak, jangkrik, kalacemeti, laba-laba dan binatang lain tidak diperbolehkan dibunuh. Karena, dengan mengambil atau membunuh binatang-binatang tersebut kita telah mengganggu jaring-jaring makanan yang ada di dalam gua.

Etika yang ketiga adalah leave nothing but footprints yang artinya kita tidak boleh meninggalkan apapun kecuali jejak kaki. Kita tidak diperkenankan untuk meninggalkan sampah sisa makanan baik plastik maupun organik di dalam gua. Apa yang kita bawa masuk di dalam gua harus kita bawa kembali keluar gua sehingga hanya jejak kaki kita yang tertinggal di dalam gua.

Etika yang terakhir yakni cave softly meskipun ada beberapa yang cukup dengan tiga etika yang pertama, sedangkan menelusuri gua dengan lembut (cave softly) tidak banyak tercantum di pedoman penelusuran gua. Namun, poin terakhir ini banyak dipakai di Amerika dimana kita harus selalu berhati-hati selama penelusuran gua. Karena penelurusan gua dengan berhati-hati akan memberikan keamanan bagi kita dan bagi gua yang kita kunjungi.

Etika tersebut diatas lebih banyak ditujukan untuk keselamatan dan keamanang gua, sehingga dengan memegang teguh etika tersebut, kita dapat menyelamatkan kondisi gua namun sekaligus kita juga dapat menikmati keindahan yang ada di dalam gua.

.… bersambung

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: