Skip to content

SRT Set – apaan sih?

February 20, 2012

Contoh caver sedang mengenakan SRT Set

Penelusuran gua mungkin sudah menjadi hal yang lumrah akhir-akhir ini, terutama sejak maraknya aktivitas wisata penelusuran gua di beberapa lokasi.

Ada hal yang perlu dikenal sebelumnya bahwa penelusuran gua meliputi penelusuran gua horisontal dan gua vertikal.

Penelusuran gua horisontal tidak membutuhkan banyak peralatan keselamatan melainkan hanya meliputi alat berupa, helm caving (atau helm lain yang cukup kuat), alat penerangan dengan dua cadangan baik dengan karbide atau elektrik, baju cover-all dan sepatu yang tahan air dan beberapa alat pendukung seperti tas anti air, pelindung lutut dan sikut, kaos tangan karet dan persediaan alat bertahan hidup di dalam gua.

Penelusuran gua horisontal lebih mudah dibandingkan penelusuran gua vertikal karena kita memerlukan peralatan dan kemampuan fisik dan skill menggunakan peralatan tersebut.

Saat ini, saya ingin berbagai tentang apa yang saya tahu tentang peralatan dasar yang harus ada dalam SRT-Set.

Apa saja SRT Set itu?

SRT merupakaan kepanjangan dari Single Rope Technique yang merupakan salah satu teknik meniti tali tunggal. Ada beberapa macam sistem yang digunakan di dunia, namun di Indonesia lebih banyak dipakai Frog Rig System.

Dalam bahasa sederhana sistem ini hanya berprinsip pada duduk dan berdiri secara bergantian.

SRT set merupakan satu set peralatan yang meliputi dua bagian penting yaitu alat untuk naik dan alat untuk turun dengan alat-alat pendukung keduanya.

Pertama kita akan mengenal peralatan untuk naik.

(Image from: gearexpress.com)

1. Ascension (Jummar)

Ascension atau dikenal dengan jummar berfungsi untuk naik yang berfungsi sebagai pegangan. Ascension ada dua macam yaitu tipe kanan untuk orang-orang yang beraktivitas dengan tangan kanan dan tipe kiri untuk orang-orang yang lebih banyak beraktifitas dengan tangan kiri.

Sedangkan batang secara umum berwarna hitam untuk tipe kiri dan berwarna abu-abu untuk tipe kanan. Namun untuk seri sebelumnya, PETZL menggunakan warna biru untuk tipe kanan dan warna kuning untuk tipe kiri.

Ascension tipe lama (Image from: http://www.adventureattic.com)

Ascension terdiri dari beberapa bagian yaitu:

  1. Pegangan: berfungsi untuk pegangan tangan, biasanya untuk produk PETZL terbaru mempunyai warna pegangan berwarna hitam dengan kombinasi warna orange. Saat ini Petzl memiliki desain yang konon lebih ergonomis untuk pegangan. Untuk informasi lebih lengkap bisa dilihat disini.
  2. Cam: merupakan bagian yang terpenting, dimana bagian ini merupakan bagian yang akan mencengkeram pada tali. Cam yang berbentuk seperti segitiga memiliki pegas yang secara otomatis akan mengembalikan posisi semula jika kunci dilepas. Cam pada bagian yang menghadap ke tali terdapat gigi-gigi kecil yang mengarah ke bawah, yang berfungsi untuk “menggigit” tali jika ada beban ke arah bawah pada ascension. Namun, akan mudah dilepas atau dinaikan jika tidak ada beban pada ascension. Prinsip dasar dari ascension adalah jika ascension terbebani, gigi-gigi pada cam akan menggigit tali sehingga ascension tidak dapat dinaikan maupun tidak akan melorot ke bawah, atau tertahan pada tali. Sebaliknya, jika tidak ada beban, dengan mudah ascension dinaikan atau dilepas atau dilepas tanpa melepas kunci seluruhnya untuk menurukan posisi ascension.
  3. Safety lock: merupakan kunci yang dipergunakan untuk membuka atau menutup cam. Kunci ini digunakan ketika kita memasang ascension pada tali dan kemudian menguncinya. Dengan membuka kunci setengah, kita dapat menurunkan ascension tanpa harus melepas dari tali sepanjang ascension tidak terbebani. Sedangkan jika membuka kunci sepenuhnya, dengan mudah kita akan melepas ascension dari tali
  • Kegagalan desain lama untuk ascension produk PETZL pernah dilaporkan disini.
2. Croll (chest ascender)
Croll merupakan bagian penting lain yang berfungsi untuk naik, prinsip dasar dari alat ini sama dengan ascension (jummar) namun mempunyai bentuk yang lebih sederhana yang terdiri dari cam dan safety lock tanpa pegangan.

Croll (Image from: Climbing shop)

Croll diletakan di bagian dada, dengan dikaitkan pada harness dan diikat pada bagian dada dengan menggunakan tali webbing.

Croll ini berwarna kuning, dan mempunyai desain safety lock yang berbeda dengan ascension.

Croll digunakan secara bergantian dengan ascension, dimana ketika beban ada di ascension, croll tidak terbebani sehingga croll dapat digerakkan ke bagian atas dari tali. Setelah itu, beban dipindahkan ke croll sehingga ascension terlepas dari beban dan mudah untuk digerakkan ke atas.

Dengan bergantian memindahkan beban antara croll dan ascension dengan mudah kita akan meniti tali menuju bagian yang lebih atas.

Kedua yaitu peralatan untuk turun:

Peralatan untuk turun, menggunakan SRT Set hanya terdiri satu bagian utama yand disebut dengan descender. Descender merupakan peralatan yang terdiri dari “dua roda” statis yang dilekatkan pada dua lempeng logam tipis yang salah satunya bisa dibuka tutup.

Untuk produk dari Petzl, terdiri dari dua jenis yaitu Simple Descender dan Auto Stop descender.

Simple descender (Image from: rockclimbing.com)

1. Simple Descender merupakan tipe descender paling sederhana yang terdiri dari dua roda statis dengan “gate” untuk membuka/menutup ketika dikaitkan pada carabiner sehingga tali dengan mudah dapat dipasang pada descender. Simple descender biasanya berwarna merah, dengan “gate ” berwarna perak untuk tipe yang lama dan berwarna hitam dari semacam plastik untuk tipe yang baru.

Kelebihan: Jika kita menuruni gua yang sangat dalam, tangan kita tidak lelah untuk turun karena kita tidak perlu menekan kunci pelepas, melainkan kita hanya perlu memegang tali untuk mengendalikan kecepatan.

Kelemahan: Jika tangan terlepas dari tali, descender tidak otomatis mengunci melainkan akan terus turun tergantung kedalaman tempat yang kita turuni.

2. Auto Stop Descender merupakan tipe descender yang menggunakan kunci otomatis

Kelebihan: ketika tangan kita terlepas dari descender, secara otomatis, descender tidak akan turun dan relatif lebih aman dibandingkan simple descender.

Kelemahan Auto Stop, jika kita menuruni gua yang sangat dalam akan sangat berat sekali karena kita harus selalu menekan kunci supaya kita bisa turun.

Auto Stop Descender

Ketiga alat tersebut merupakan alat yang utama untuk naik dan turun yang terdapat di dalam SRT Set. Peralatan yang tidak kalah penting adalah meliputi beberapa alat seperti harness, karabiner, MR Oval dan MR D-shaped/Delta, foot loop, chest harness dan cow’s tail.

Berikut akan dibahas satu persatu alat tersebut:

1. Harness

merupakan bagian yang vital karena alat inilah yang akan menjadi tempat badan terhubung dengan alat-alat yang sudah disebutkan sebelumnya. Harness berperan sebagai tempat duduk ketika kita meniti tali dan dikombinasikan dengan peralatan lain, harness menjadi tempat badan bertumpu.

Harness ada bermacam-macam tergantung tujuannya, namun dalam hal ini akan lebih banyak dibicarakan mengenai harness caving. Harness Caving berbeda dengan harness climbing maupun harness canyoning karena masing-masing didesain untuk masing-masing kegiatan.

Petzl mengeluarkan dua jenis haarness caving yaitu Fractio dan Super Avanti.

Fractio harness mempunyai dua sabuk pinggang sedangkan Super Avanti hanya mempunyai satu sabuk pinggang sehingga lebih simple.

SuperAvanti (Image From: Egruta.com)

2. MR (D-shaped/Delta)

MR D-Shaped/Delta merupakan satu alat yang berguna untuk mengaitkan harness yang biasnya berbentuk semi-circular atau segitiga. MR sendiri kepanjangan dari Maillon Rapide yang merupakan salah satu merk terkenal untuk tipe alat ini. MR D-shaped/Delta dihubungkan dengan ulir yang harus dibuka dengan cara diputar.

Pada MR inilah, semua alat terkait dari descender dan footloop sampai karabiner tambahan. Alat ini mempunyai peran yang sangat vital sehingga sistem penguncinya menggunakan sistem ulir atau screw sehingga tidak mudah terlepas.

Alat ini yang harus pertama kali dicek apakah sudah terkunci dengan baik dan benar.

Tipe-tipe MR

3. Carabiners

Carabiners yang dibutuhkan dalam satu SRT Set bervariasi tergantung keinginan maupun kebiasaan, namun pada prinsipnya mempunyai jumlah minimal 4 carabiner dengan berbagai macam tipe.

Carabiner pertama yang diperlukan adalah Tipe Oval/semi Oval/D Screw yang berfungsi untuk mengaitkan Descender pada MR D-Shaped/Delta.

Karabiner berikutnya adalah karabiner J- atau D-Screw yang dikaitkan pada Ascension dari footloop maupun dari cowstail tergantung kebiasaan atau jumlah karabiner yang dipakai. Kalau sekiranya menggunakan 5 carabiner, karabiner J/D screw dikaitkan dengan footloop, sedangkan satu karabiner J/D non screw dikaitkan pada cowstail panjang. Namun jika menggunakan 4 karabiner J/D screw ini langsung dikaitkan dari cow’stail ke Ascension.

Satu buah karabiner J-Non Screw digunakan untuk cowstail pendek dan satu buah carabiner Oval atau D Non screw digunakan untuk pengaman tali yang dipasang di MR Semi Circular/Delta disamping Descender.

4. MR Oval

Mr Oval merupakan satu produk dengan MR Semi-circular/Delta namun memiliki diameter dan ukuran yang lebih kecil dan berfungsi untuk mengaitkan Croll dengan MR Semi-Circular/Delta. MR OVal juga menggunakan sistem kuncil ulir (Screw) untuk keamanan.

5. Cow’s tail

Cow’s tail merupakan alat yang terbuat dari tali dynamic dengan diameter 8-9 mm yang disimpul dengan menggunakan Figure 8 pada bagian tengah  dan ujung dengan panjang yang berbeda.

Cowstail Panjang digunakan untuk dikaitkan pada Ascension sedangkan Cow’s tail pendek digunakan sebagai pengaman untuk memenuhi standar tambatan minimal dua pengaman.

PETZL mengeluarkan salah satu produk yang berperan sebagai cowstail disebut dengan Via Ferrata yang terbuat dari bahan semacam webbing.

6. Foot loop

Footloop merupakan satu alat yang dibuat dari tali static, yang dibentuk lingkaran berguna untuk pijakan dan dikaitkan pada Ascension.

Footloop ini digunakan untuk berdiri ketika penelusur gua akan meniti tali dan membebaskan Croll dari beban sehingga Croll dengan bebas dapat naik.

PETZL mengeluarkan dua produk yaitu FOOTAPE dan FOOTCORD dimana kedua tipe tersebut mudah disesuaikan panjangnya sesuai kebutuhan.

7. Chest Harness

Chest harness bisa menggunakan weebing lunak yang dikaitkan pada croll dan dilingkarkan pada punggung dan diikat sekencang mungkin.

PETZL memiliki produk sejenis yang disebut dengan TORSE

Ulasan ini merupakan ulasan peralatan SRT SET yang jamak digunakan di Indonesia oleh para penelusur gua di Indonesia dengan FROG RIG SYSTEM

Sekiranya ada kekurangan atau kesalahan silakan masukannya pada bagian Komentar.

Salam Speleo

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: