Skip to content

Helm caving Petzl yang bernasib sial

October 7, 2013
tags:
Penampakan helm Explorer yang nasibnya cukup tragis

Penampakan helm Explorer yang nasibnya cukup tragis

Dari kejauhan, terlihat teman-teman penelusur gua yang memakai cover all dengan menjinjing helm mendekat ke arah warung dimana saya sedang menikmati kopi di tengah gelaran International Cave Festival di Kampung Bellae, Kecamatan Minasa Te’ne, Pangkep.

Ternyata mereka adalah teman-teman dari salah satu intansi yang ikut di acara ini. Helm Explorer Petzl warna merah dengan aceto yang masih bersih dijinjing oleh mereka. Setelah dekat, saya berbincang dengan mereka tentang banyak hal.

Sejurus, saya melihat ada yang ganjil di kotak kuning tempat menyimpan batere yang ada di belakang helm. Bagian bawah kotak pecah yang menurut saya bukan karena terbentur atau pecah terjatuh. Tapi seperti ada upaya “sistematis” yang menjadikan kotak batere harus berakhir tragis seperti itu.

Selain itu, ada dua helm lain yang dibawa oleh teman-teman. Namun, helm tersebut bernasib lebih baik, meskipun tetap tampak konyol buat saya. Kekonyolan tersebut karena ada lubang dan pecah dengan pola dan tempat yang hampir sama dengan helm pertama.

Pecah dibagian bawah kotak kuning tempat batere disimpan untuk headlamp tipe Duo Petzl. Saya agak miris karena menyadari berapa uang harus dialokasikan untuk membeli helm Petzl Explorer lengkap seperti itu. Setidaknya satu set helm termasuk boom dan acetonya menghabiskan uang sekitar Rp. 4.000.000,00.

Kemudian saya mengamati helm tersebut sambil bercanda dengan teman-teman si empunya helm. “Kok bisa to mas pecah seperti ini?” selidik saya sambil bolak-balik helm mencermati helm.

“Ini karena dipinjam mas, kita sering minjami helm ke mahasiswa yang berkunjung ke sini karena mereka tidak bawa alat” jawab salah satu teman.

Baik sekali nih kantor bisa meminjamkan helm yang tentu saja itu adalah alat minimal dan standar yang harus dibawa oleh orang yang mau penelusuran gua.

“Analisis Forensik”

Saya coba mencermati dan mencoba mencari jawaban mengapa helm ini bisa berakhir tragis seperti itu.

Semua helm memiliki pola yang sama, rusak di bagian bawah dari kotak batere yang menunjukkan bukan dampak terjatuh atau terbentur.

Tapi ada upaya sistematis sehingga menghasilkan dampak yang sangat luar biasa dan berpola. Jika lubang dan pecah sebagai akibat terjatuh dan terbentur, tentu saja tidak akan separah
dan berpola seperti itu.

Upaya “membuka dengan paksa” tersebut ditunjukkan tidak hanya dari satu helm tapi dua helm lainnya yang dibawa.

Dari sini juga terlihat ada ketidaktahuan dari pengguna dalam hal ini “caver” yang meminjam bagaimana membuka kotak batere tersebut.

Praduga

Kejadian ini merupakan yang pertama saya temui selama berkecimpung di kegiatan caving. Sebelumnya, helm hanya mengalami retak di tutup batere atau di bagian pojok bawah namun tidak sampai mengalami pecah dan berlubang seperti helm ini.

Praduga saya mengapa helm ini bisa pecah bisa disebabkan oleh sesuatu yang mungkin bagi sebagian orang dianggap “konyol” dan cenderung “sarkastik”. Namun, dari temuan dan pola helm yang ada menunjukkan kecenderungan yang berkorelasi positif.

Helm caving yang berakhir cukup mengenaskan

Helm caving yang berakhir cukup mengenaskan

Praduga yang bisa dijabarkan adalah:

  1. Ketidaktahuan. Faktor ketidaktahuan sepertinya menjadi faktor utama dari kejadian pecahnya kotak batere Headlamp DUO PETZL yang menempel di helm Explorer. Ketidaktahuan ini berimbas pada upaya buka paksa yang berakibat “hancurnya” kotak helm.
  2. OPEN. Jika diamati, di bagian bawah pojok di kotak batere terdapat tulisan OPEN disertakan dengan panah yang menunjuk pada bagian “kunci” yang berbentuk pengungkit yang berwarna perak atau beberapa seri lama berwarna abu-abu gelap. Dengan indikasi ini dapat dikorelasikan dengan pola pecah pada helm yang ada dimana, beberapa helm menunjukkan posisi pecah di bagian bawah yang mengikuti posisi tulisan “OPEN”. Hal ini seperti alasan konyol dan mungkin cenderung “sarkastik” dengan menganggap pengguna tidak tahu sama sekali. Tapi semua itu masuk akal dan berkorelasi dengan temuan yang ada.
  3. Buka Paksa. Upaya sistematis untuk membuka dengan paksa tampaknya dilakukan dengan sengaja. Satu helm menunjukkan akibat yang luar biasa dimana penutup bagian bawah hancur, sementara helm yang lain hanya berlubang dan pecah.

Rekomendasi

Dari kejadian ini, rasanya perlu dipertimbangkan adanya upanya pengenalan peralatan dan bagaimana alat-alat itu bekerja dan batasan-batasannya.

Pengenalan alat disini tidak hanya melulu pada peralatan kegiatan vertikal seperti SRT Set, Carabiner, descender, ascender dan lain-lain tapi juga menyangkut helm-helm tipe terbaru keluaran PETZL yang mungkin jarang yang memiliki.

Hal ini diharapkan dapat memberi pencerahan bagi caver-caver pemula dan di daerah sehingga dapat menggunakan alat secara aman baik bagi pengguna maupun bagi alat tersebut. Jika pemberian wawasan pemakaian peralatan ini disosialisasikan diharapkan tidak ada korban peralatan yang harganya “sangat mahal”.

Mungkin itu saja.

*Untuk teman-teman saya yang disana. Terima kasih dan maaf kalau ini jadi ide tulisan saya.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: