Skip to content

CavesID – statistik yang mengejutkan

December 2, 2013
cavesID

Data Sebaran gua yang sudah masuk ke CavesID, terlihat masih banyak ruang kosong yang perlu diisi untuk menutupi gap tersebut.

Mengapa CavesID? Sebenarnya nama ini saya usulkan ketika saya ngoceh tentang datagua dan problematikanya di Indonesia.

Intinya, di Indonesia belum ada satu wahana yang memunculkan data sebaran gua seluruh Indonesia kecuali ASC dengan data yang ada di Gunungsewu. Selain itu, banyak nama gua yang sinonim dalam penyebutan.

Sebagai contoh, satu gua disebut oleh organisasi A sebagai Gua Cenguk, sementara sekarang lebih dikenal dengan nama Gua Paesan. Jika dimunculkan nama saja tanpa merujuk ke lokasi, tentu tercatat menjadi dua gua. Nah dari sinilah mengapa perlu mengidentifikasi data gua supaya tidak terjadi duplikasi, data ini bisa berangkat dari koordinat lokasi. Sehingga dengan adanya koordinat lokasi, ketika diplotkan dalam peta menjadi mudah untuk diketahui apakah dua gua tersebut gua yang sama dan hanya beda penyebutan.

Jadi CavesID bergerak untuk menutupi gap minimnya informasi sebaran gua, sekaligus memberi identitas yang layak sehingga jika banyak data masuk dari berbagai organisasi dalam satu wilayah yang sama akan mudah dikenali keberadaannya.

CavesID adalah gerakan dari beberapa orang yang mencoba untuk menutupi itu.

Namun disini, saya tidak ingin membahas lebih jauh apa itu CavesID, intinya mari bersama-sama bergulir menutupi gap informasi gua di Indonesia bersama CavesID melalui Blog CavesID, Peta CavesID dan Pustaka CavesID dengan data dan informasi tentang karst dan gua yang dimiliki.

CavesID2

Data Rincian Negara dengan data Pengunjung Uniknya.

Pengunjung unik

Ketika saya mengunjungi Dashboard Peta CavesID, dan terusik untuk melihat rincian negara mana yang sudah berkunjung ke portal tersebut.

Data menunjukan jumlah kunjungan mencapai 133 dengan pengunjung unik asal negara terbanyak adalah Amerika Serikat dengan jumlah mencapi 58 pengunjung, sementara Indonesia hanya berkontribusi sekitar 27 pengunjung unik. Selebihnya ada Inggris dan satu negara yang tidak teridentifikasi.

Jumlah ini masih sangat kecil untuk sebuah portal namun, inilah gerakan yang bergulir. Kita mengerjakan apa yang bisa kita lakukan terlebih dulu dengan mengumpulkan yang terserak menjadi sebuah gambaran utuh tentang Karst dan Gua Indonesia.

Mengapa Indonesia masih minim pengunjung sementara Amerika Serikat lebih banyak kontribusinya dari jumlah pengunjung unik?

Terus terang saya tidak tahu banyak tentang ini, tapi inilah data yang dimunculkan oleh statistik. Kemungkinannya adalah, portal Peta CavesID belum tersosialisasi secara luas sehingga tidak banyak yang tahu tentang keberadaan portal ini. Kita sendiri memang belum mengedepankan masalah sosialisasi, tapi bergulir terlebih dahulu dengan data dan informasi yang sudah ada.

Kunjungan dari Amerika Serikat dengan jumlah 58 pengunjung unik membuat kita perlu berbesar hati, tidak perlu surut dengan jumlah yang masih minim, tapi intinya data ini diperlukan oleh banyak pihak baik untuk tujuan ekspedisi speleologi maupun tujuan penelitian dan konservasi.

Jadi, mari bergulir bersama CavesID, jika memerlukan informasi atau memiliki data dan informasi yang berkenan untuk dibagikan silakan kontak penjaga gawangnya.

Sesudahnya, kami mohon maaf untuk kekurangan dan minimnya informasi yang ada. Mari kita sempurnakan bersama.

Acknowledgement:

Terima kasih kepada Mas Imron Fauzi yang tidak pernah lelah untuk mewujudkan ini semua, juga Abe Rhodial Falah, Syahrul, mas Thomas Suryono, Mas Sunu Widjanarko, Mirza serta teman-teman dari Lawalata IPB yang memperkaya dan memperkuat gerakan ini.

Tidak lupa kepada Yayasan AirPutih yang telah membantu mewujudkan alamat web http://www.caves.or.id. Sekali lagi terima kasih kepada seluruh pihak yang telah merelakan data dan informasinya untuk dibagi di CavesID dan semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Update #1

CavesID3

Data statistik kunjungan berdasarkan rincian Negara dari sejak pertama kali portal peta CavesID online (30 Juli 2012)

Baru saja dikirim informasi oleh Mas Imron Fauzi, data statistik yang saya munculkan ternyat belum cukup menggambarkan informasi porta Peta CavesID. Mas Imron meminta untuk dicek statistik secara manual sejak tanggal 30 Juli 2012 ketika pertama kali portal ini online.

Apa yang saya dapat tetap mengejutkan, jumlah kunjungan dari Amerika tetap menduduki peringkat pertama dari total 1190 kunjungan Amerika berkontribusi sekitar 656 pengunjung unik dibandingkan Indonesia yang hanya 440 pengunjung unik.

Lantas mengapa Indonesia menduduki peringkat kedua yang notabene justru lebih punya kepentingan terhadap apa yang ada di dalamnya.

Update #2

SpeleoID

News yang muncul di Speleogenesis.net yang saya submit 28 November 2013.

Setelah kembali ke Speleogenesis.net, news related site yang saya submit ternyata sudah muncul di portal Speleogenesis.net. Sebenarnya saya hanya ingin membuat gerakan ini mendunia melalui portal speleologenesi yang merupakan portal peneliti karst dan gua dunia. Semoga ini membawa manfaat buat kita semua.

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: