Skip to content

Garunggang – bergelut dengan lumpur dan gelap

June 5, 2014

Siapa yang tidak kenal Hambalang? Saya yakin semua kenal dengan Hambalang terutama sejak proyek komplek olah raga menjadi masalah dan menyeret petinggi negara dan partai karena permasalahan korupsi. Namun saya tidak akan banyak mengungkap Hambalang karena korupsi namun sebagai sebuah titik awal petualangan yang mendebarkan di seputaran Bogor.

Liburan 27 Mei 2014 kemarin merupakan hari yang sangat menantang, berawal dari SMS dari Abe, seorang cave fotografer, yang mengajak saya untuk kembali bermain di gua setelah sekian lama tidak berlumpur ria. Dari sms tersebut, kemudian bergabung Mirza dan Fredy keduanya seorang penelusur gua yang satu sebagai editor di Balai Pustaka, sedangkan Fredy lebih ke mitigasi bencana.

Dari situ, saya kontak Edo, aktifis di Linggih Alam yang tahu banyak tentang gua-gua di karst Cibinong. Selain itu, ada Bambang Dwi Handoko penggemar Jimny dari SKIn Bogor Depok, yang senang naik gunung ingin bergabung. Hari itu lengkaplah enam orang sepakat janjian di gerbang Sirkuit Sentul jam 9.00. Sementara Edo, sudah menunggu di Vila Bukit Hambalang. Dua mobil Jimny dan satu peugeot meluncur ke Desa Puncak Hambalang melalui komplek Indonesia Peace and Security Center yang merupakan komplek pendidikan dan pelatihan yang sangat mengagumkan.

Menuju Garunggang

Setelah sampai di Vila Bukit Hambalang, kita bertemu Edo di parkiran vila yang menyajikan pemandangan yang sangat menawan. Sekitar pukul 11.30 akhirnya kita berangkat menuju lokasi gua yang pernah saya kunjungi 2006 namun dari Desa Karang Tengah, Babakan Madang. Kali ini, dengan dua Jimny (Skin Bogor Depok), kami melewati Desa Puncak Hambalang, kemudian komplek olahraga yang fenomenal kasus korupsinya. Dari sini, jalan masih aspal meskipun masih banyak lubang di kanan kiri.

Dari Desa Puncak Hambalang sampai di pertigaan dan kita belok kiri, dimana yang kekanan sepertinya menuju ke Babakan Madang. Pertigaan kedua, kami kembali belok kiri menuju jalan besar yang sedang dibangun. Saya tidak menyangka ada proyek jalan yang cukup lebar di daerah tersebut. Awal perjalanan mulai jalan tanah namun masih rata dan mudah dilalui.

Di beberapa tanjakann masih menggunakan 2WD masih tidak ada kendala. Kemudian, om Bambang dari SKIn Bodep berhenti dan memberi kode 4 jari, saya menangkap itu sinyal harus aktifkan 4WD. Tampak di depan jalan mulai menanjak dengan guratan aliran air yang cukup dalam. Dalam GPSMap 76CSx, Gua Garunggang yang akan kita tuju masih sangat jauh. Dua mobil Jimny harus menyusuri jalan yang cukup membutuhkan konsentrasi dalam mengemudi.

Om Bambang yang leading untuk menuju Garunggang dipandu Edo sebagai penunjuk arah. Jalanan yang baru dibuka dengan lahan yang terbuka membuat perjalanan semakin berat. Berat untuk badan yang kepanasan dan berat buat mesin yang sudah menunjukkan jarum di zona waspada. Namun, perjalanan seru dengan pemandangan yang menggiurkan semakin menambah energi untuk segera menuju gua. Jalanan tanah menanjak dengan sisi kiri jalan yang longsor membutuhkan kewaspadaan yang ekstra tinggi.

(Bersambung)

Advertisements
2 Comments leave one →
  1. speleopartner permalink
    November 27, 2015 3:04 pm

    sambungannya mana? edisi nitip mobil di vila….hahaha

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: