Skip to content

Speleologi Indonesia: berkumpul dan berbagi di Cibubur – ISG 2014

October 21, 2014
Gathering 1

Sesi perkenalan dan pemaparan harapan dan hambatan (Foto Antama Lasa Dea)

Hari kamis pagi, 16 Oktober 2014, saya masih berkutat di kantor untuk urusan kantor yang harus saya selesaikan. Malam sebelumnya, Abe, Fredy, Petra dan Mirza sudah sepakat untuk bertemu di Cibubur. Pagi itu, informasi peserta yang akan bergabung di Indonesia Speleo Gathering 2014 sudah melebihi kapasitas yang ada. Waktu itu, hanya kamar Kencono Wungu B yang berjumlah empat kamar dengan kapasitas 64 orang sudah ditangan ditambah tenda pleton dengan velbed kapasitas 20 orang. Satu kamar utama di Graha Wisata kapasitas 6 orang yang tersedia untuk narasumber.

Saya harus menghubungi pengelola lagi untuk penambahan fasilitas tenda pleton untuk antisipasi jumlah on the spot yang tidak terduga. Tidak lama kemudian, pihak pengelola menelepon dan menginformasikan jika Kencono Wungu batal digunakan oleh pihak lain, sehingga semua kamar bisa dipakai. Dengan semangat membara, saya nyatakan kalau semua kamar saya booking untuk kegiatan gathering.

Dengan perasaan lega, meskipun tidak tahu jumlah pasti peserta yang mau bergabung, tersedia akomodasi yang lebih dari cukup. Mirza, yang sudah ijin dari kantornya menginformasikan sedang di UKI, waktu itu masih menunjuk pukul 11.30an. Akhirnya saya minta dia meluncur ke Cibinong untuk berangkat bersama dari kantor.

Sambil menunggu bahan spanduk, backdrop, sertifikat, namecard dan lain-lain Mirza datang ke kantor. Barang yang harus dibawa masih belum lengkap, masih ada yang akan dikirim pukul 13.00.

16.10.2014: menuju Cibubur

Setelah semua barang terkumpul, pukul 14.45 saya dan Mirza bergerak menuju Cibubur, untuk urusan administrasi dan pesan kamar tambahan untuk kami tidur dan tempat sekratariat untuk mengurus semuanya.

Kami sampai di Cibubur langsung menujua pemasaran untuk memastikan semua fasilitas yang rencananya disewa. Kami masih belum tahu, berapa uang yang harus digelontorkan untuk kegiatan ini, di hitung-hitungan awal sedikitnya harus ada uang 30 juta untuk semua kegiatan.

Semua keuangan hanya mengandalkan dari donasi dan uang kontribusi peserta yang sampai saat itu kita masih belum tahu berapa sebenarnya yang akan berkumpul di Cibubur. Benar-benar panitia yang tidak profesional.

Namun itulah kami, kami bergerak tidak untuk membatasi, tapi hanya menfasilitasi semua pihak dapat berkumpul dan berbagi. Sehingga, berapapun peserta kami tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mewadahi. Kami tidak mau kehilangan makna gathering ini hanya karena jumlah kapasitas, meskipun itu merepotkan terutama urusan makan.

Kamis malam kami berlima berdiskusi bagaimana persiapan dan strategi untuk suksesnya Indonesia Speleo Gathering 2014 ini. Di antara kami berlima Fredy adalah salah satu orang yang dalam situasi SIAGA sehingga kami tidak mau terlalu banyak membebani dia.

17.10.2014: hari pergolakan

Gatherin 2

Sesi pasca curah pikir speleologi dan karst Indonesia (Foto Yuanita)

Jumat pagi,  saya, Mirza dan Abe ditambah Mas Imron dan Saiful yang bisa merapat tengah malam. Daftar peserta sudah mulai terkompilasi sehingga kami mulai bisa untuk menerima peserta yang sudah merapat di Cibubur. Semua fasilitas Kencono Wungu akhirnya kami kuasai. Kamar Utama di Grha Wisata kami pakai tiga kamar untuk antisipasi. Masih tidak tahu duit dari mana, yang penting kegiatan ini jalan dan sukses.

Ada banyak hal yang secara emosional sebenarnya membuat pergolakan dalam diri saya. Hal ini menyangkut kesuksesan acara dan hal-hal non teknis lainnya. Namun kami mencoba berusaha yang terbaik untuk melayani semua dengan kemampuan kami yang ada.

Satu persatu, peserta sudah berdatangan, kamar-kamar di Kencono Wungu sudah kami bagi untuk setiap peserta. Di pintu sudah tertera nama-nama siapa saja yang menghuni. Jadwal rencana untuk teknikal meeting akhirnya kami undur pukul 15.30 dengan beberapa pertimbangan. Saat itu, saya atas nama teman-teman fasilitator menyambut teman-teman di Aula Srikandi dengan kapasitas 100 kursi. Masa perkenalan ini setiap peserta memperkenalkan diri agar masing-masing bisa mengenal untuk kegiatan berikutnya.

Selain berkenalan, teman-teman juga menyampaikan apa yang menjadi harapan dan kekhawatiran berkaitan dengan karst Indonesia. Sesi perkenalan ini difasilitasi oleh Petrasa Wacana dan Imron Fauzi. Ada banyak hal yang menarik selama sesi ini.

Teman-teman berkumpul menuangkan harapan dan pemikirannya untuk speleologi dan karst Indonesia. Teman-teman yang jauh dari Kutai TImur, Kalimantan patut mendapat acungan jempol dapat berpartisipasi dalam Indonesia Speleo Gathering 2014.

bersambung …

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: